30 Mei 2008

KAYLA DI USIA 0 - 1 TAHUN

Aku senang sekali dan sangat antusias memperhatikan perkembangan putriku. Inilah catatan ringkasnya yang masih aku punya...bisa buat story kan...

Bulan kedua:
8 Februari 2005
Kayla mendapatkan imunisasi BCG, HB, Polio
Beratnya 4,4 kg yang berarti naik 1,1 kg.

Bulan ketiga:
9 Maret 2005
Kayla mendapatkan imunisasi DPT.
Beratnya 5,3 kg yang berarti naik 9 ons dari sebelumnya.
Pada saat ditengkurapkan Kayla sudah bisa mengangkat kepalanya sebentar. Kayla masih belum bisa tengkurap jadi ditengkurapkan deh...Habis, ibunya pingin lihat Kayla bisa tengkurap. Nggak sabar amat sih...

Bulan keempat:
12 April 2005
Kayla mendapatkan imunisasi HB, DPT, Polio
Berat 6,6 kg (naik 1,3 kg).

22 April 2005
Kayla "Bayi Telu" bertepatan dengan Maulud Nabi Muhammad SAW. Diadakan syukuran dengan bagi-bagi makanan pada tetangga kanan kiri (bancaan) dan bagi-bagi kue di TK Aisyiyah Dermosari, Trenggalek.

Bulan kelima:
02 Mei 2005
Kayla mulai belajar makan makanan padat pertama. Yang dimakan Kayla pisang ijo yang dikerik. Kayla mau sedikit.

08 Mei 2005
Kayla piknik pertama kali ke Pantai Prigi, Watulimo, Trenggalek. Saat di pantai Kayla BAB 2 kali setelah 2 minggu tidak BAB. Ceritanya begini, Waktu itu Bapaknya Kayla kan masih ditugasin di Jakarta sehingga Kayla sama aku dirumah neneknya di Trenggalek. Pas weekend suamiku ngajak liburan ke pantai. Aku pikir ke pantainya nggak sampai lama, jadi cuma bawa persediaan diapers dan baju ganti Kayla cuma sedikit. Trus, pas sudah di pantai, nggak lama kemudian Kayla BAB sampai 2 kali. Buuanyak lagi BABnya. Waduh, gimana nih...Akhirnya karena diapers cuma bawa 2 buah, Kayla cuma pakai celana saja. Sudah gitu Kayla sering pipis. Persediaan Celana tinggal sedikit. Sepulangnya dari pantai, suamiku ngajak mampir ke rumah teman lamanya. Setelah cari-cari alamatnya dan telpon-telponan, akhirnya ketemu juga. Setelah ngobrol ngalor ngidul...eee...Kayla pipis lagi. Sudah celana habis, sofa tuan rumah kena pipis lagi. Untungnya tuan rumahnya orangnya baiik sekali. Nggak marah tuh...Karena hari sudah sore, Kayla mandi di situ. Dan karena celana sudah habis, terpaksa Kayla nggak pakai celana. Hii...malunya... Cuman dililit pakai handuk doang plus baju atasan... Kata suamiku, nggak apa-apa, kan naik mobil sendiri, nggak ada banyak orang yang tahu. Sampai di rumah, sudah mabhgrib, dan sudah ditunggu-tunggu oleh mbah putrinya. Katanya, ngajak anak kecil ke pantai kok sampai maghrib, katanya nggak baik terlalu banyak kena angin pantai...Yaah, dasar orangtua baru, belum ada pengalaman, he he he... Cuma, semua seneng karena sebelum itu Kayla nggak mau BAB selama dua minggu. semua khawatir, kenapa ya?... Tapi setelah diperiksakan beberapa kali katanya nggak apa-apa asalkan pipisnya masih lancar. Emang gitu ya? Aku sendiri nggak tahu. Tapi dari kejadian di pantai itu aku bisa ambil hikmahnya kalau bepergian sama anak kecil itu, harus bener-bener prepare. Dari baju, diapers, minyak bayi, bedak, selimut, dsb...

Yang ini Kayla ketawa-ketiwi terus di pantai...




10 Mei 2005
Kayla imunisasi DPT, Polio.
Berat 7,4 kg (naik 8 ons).

11 Mei 2005
Kayla pertama kali sakit batuk.
Kayla belajar memegang mainan yang digantung.
Kayla mulai menggaruk kepalanya beberapa kali.
Ia sudah mulai suka memperhatikan tangannya (jari-jarinya).

Di bulan kelima ini Kayla sudah bisa menyatukan kedua tangannya.


Bulan Keenam
Di bulan keenam Kayla sudah bisa bermain dengan kedua tangannya. Ia suka mainkan kedua tangannya, memainkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, suka mengangkat kedua kakinya ke atas sambil tangannya menekan perutnya. Saat ini segala sesuatu dimasukkan ke mulutnya. Katanya sih, usia segini melakukan itu karena dia ingin eksplorasi terhadap lingkungannya. Ia nggak?

Hi hi hi..Coba lihat Kayla...semenjak rambutnya digundul, tumbuhnya jadi kaku dan lurus ke atas, istilah jawa-nya "njeprak". Wajahnya mirip laki-laki. Yaa, karena mungkin Bapaknya pingin anak laki-laki kali yee... Dan 98% orang yang aku temui, di tempat kerja, di lingkungan rumah, di jalan, dst memprediksi anakku laki-laki, duilee segitunya. katanya sih dilihat dari bentuk perutnya...Haah emang bisa gitu...he he he... Malam hari sudah mulai jarang ngompol. Ngompol 1 - 2 kali. Siang juga agak jarang. Tapi harus ingat kira-kira jadwal pipisnya, biar bisa "ditatur". Kan hemat biaya tuh, nggak pake diapers (lebih sehat nggak pakai kan? juga ramah lingkungan. Ada yang bilang sampah diapers baru bisa terurai setelah berpuluh-puluh tahun, iya nggak sih? Dan, nggak sering ganti baju dan celana (hemat sabun kan...he he). Dan yang terpenting, melatih anak untuk menahan diri, tidak begitu saja buang air di diapers...


Kayla mulai menyukai main ciluk baa. Bisa makan kue dari tangannya sendiri (tidak disuap), dan suka meraih sesuatu di sekitarnya. Kayla tidak suka ditinggal sendiri kecuali ditilap, he he kenapa, takut ya Nak? Paling suka kalo didudukkan ("lenguk-lenguk"), suka diajak jalan-jalan keluar, suka pada hal-hal baru dan suka dengan banyak orang dan juga anak-anak.

Kayla juga belajar minum dengan gelas dan minum pakai sedotan. Senang sekali dia mencobanya...

Tapi...saat ditimbang berat badan Kayla mulai turun 3 ons, jadi beratnya cuma 7,7 kg. Kayla makannya agak berkurang sementara ASI juga sudah tidak terlalu banyak. Aku nggak mau kasih susu formula karena aku ingin dia minum ASI saja sampai 2 tahun.

Bulan kedelapan (Agustus)

Kayla ikut karnaval hias sepeda di lingkungan perumahan. Kayla jadi peserta terkecil lho...Karena belum bisa naik sepeda (pastinya siih...), jadi yang dihias adalah kereta dorongnya. Meski Kayla belum ngerti arti perayaan ultah kemerdekaan negara kita tapi paling tidak ia bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Dan pastinya, akan ada story buat dia nantinya. Semoga saja dia bangga...
Bulan ke-9 (September)

Waduh! Kalau di bulan ini aku nggak punya dokumentasi buat Kayla. Kenapa ya? Hmm...lagi terlalu sibuk kali...he he. Tapi ada cerita nih...dengan nama "Kayla". Di perumahan tempat kami tinggal banyak sekali anak balitanya. Dan beberapa masih agak "cedal" ngomongnya. Agak susah menyebut nama "Kayla". Jadi saat memanggil Kayla, ada beberapa versi nih: Matilla, Kalila, Illa, dan Killa...

Bulan ke-11 (November)

Di awal usia 10 bulan ini, ada beberapa hal yang bisa aku amati mengenai perkembangan Kayla, antara lain: Kayla sudah bisa duduk sendiri dengan mantap, merangkak dan suka sekali corat-coret meski belum bisa memegang alat tulis dengan benar.

Di akhir bulan, Kayla mulai belajar berpegangan untuk berdiri, dapat berdiri dengan bantuan, sudah bisa "ngoceh" beberapa suku kata, sepertinya dia sudah bisa diajak bicara tentu dengan "bahasa planet"nya. Kayla gemar sekali menumpahkan sesuatu (spt air, makanan) dalam wadah, memasukkan dan mengeluarkan benda dari dan ke dalam wadahnya, gemar menjatuhkan benda ke lantai sehingga berbunyi. Ia juga suka dengan bunyi-bunyian yang dibuatnya sendiri dengan anggota tubuhnya, bahkan kadang-kadang membenturkan kepalanya agar "berbunyi". Waahh, kalau yang ini gawat nih, bisa berabe Nak...!

Kayla sudah bisa berjabat tangan tapi kalau untuk cium tangan masih sering nggak mau. Bisa melambaikan tangannya (da da da) meski jari-jarinya belum membuka sempurna. Kayla semakin bagus saat memegang gelas untuk minum sendiri. Ia juga suka pegang sendok sendiri saat makan lalu mengacak-acak makanan.


















KELAHIRAN YANG DINANTI

Dalam "diary" ini, aku berusaha mendokumentasikan perkembangan dan pertumbuhan putriku yang tertangkap oleh panca indraku. Aku tak ingin perkembangan putriku lewat begitu saja sehingga sedapatnya aku mencatatnya. Ini pengalaman pertamaku yang menakjubkan dan membahagiakan. Meski mungkin waktuku tak banyak untuk itu karena seharian harus bekerja, namun aku selalu berusaha. Karena dengan begitu pun aku bisa mengevaluasi perkembangan putriku.

7 JANUARI 2005

Hari yang bersejarah buat aku, suamiku dan keluarga besar kami.
Hari itu seorang bayi perempuan yang mungil telah lahir ke dunia.
Hari Jumat Wage pukul 02.00 dinihari.
Proses persalinan dimulai sekitar pukul 15.00. Aku mulai merasa mulas tiap 30 menit sekali.
Pukul 17.00 sudah mulai sering mulasnya. Tiap 10 menit sekali.
Habis Maghrib, sekitar pukul 19.00 ibuku memanggil bidan yang terdekat dengan rumah. Namanya Bu Suprawati. Setelah diperiksa ternyata sudah bukaan satu. Kemudian disarankan segera ke Rumah Sakit Dr. Soedomo agar segera bisa ditangani bila waktunya tiba.
Ditemani ibuku dan bulik Tin kami ke rumah sakit. Suamiku nggak bisa ngantar karena waktu itu masih tugas di Jakarta. Kami hanya bisa komunikasi lewat handphone saja tentang perkembangan kondisiku.

Sekitar pukul 21.00 sudah bukaan tiga. Rasa mulas semakin sering dan semakin hebat. Rasa mulas campur sakit seperti tak tertahankan.
Aku menahan sakit sambil terus bertakbir, bertahmid menyebut nama-Nya. Semakin dekat rasanya aku dengan Dia Yang Maha Menguasai hidup. Hanya di tangan-Nya segala kejadian dalam hidup ini direncanakan.

Beberapa jam kemudian (aku nggak memperhatikan jam berapa) aku merasa sudah mau melahirkan karena seperti ada dorongan yang sangat kuat dari dalam untuk mengejaan. Namun, kata dokter belum bolah mengejan karena belum saatnya. Tapi aku sudah tak menghiraukannya karena sudah out of control. Rasanya hanya pingin mengejan saja. Aku mengejan sekuat tenaga karena aku tak bisa menahan dorongan itu. Dan, akhirnya pun...ketuban pecah. Dengan bimbingan dokter, akupun mengikuti tahap berikutnya sampai saatnya pun tiba...

Pukul 02.00 lahirlah putri kami... Berat badannya 3,3 kg dan tinggi badan 50 cm. Kata ibu, pada saat lahir kondisi tubuhnya membiru dan tidak langsung menangis seperti pada umumnya ketika seorang bayi lahir ke dunia. Ternyata anakku sempat terlilit tali pusar. Dalam hidungnya dimasukkan selang kecil, katanya sih untuk mengurangi air ketuban yang sempat terminum. Baru setelah aku mendengar tangisnya, tapi tidak terlalu keras menurutku. Setelah ia dibungkus kain, ia didekatkan padaku. Aku pun menciumnya. Wajahnya bersih dan lucu, imut-imut banget. Ada perasaan yang tak bisa aku ungkapkan...dan sejak saat itu aku pun telah jadi "ibu".
Setelah itu, anakku dibawa ke ruangan neonatus. Dan bidanpun "membenahi" aku.




Ini foto Kayla yang baru lahir, pipinya masih tembem dan merah.

Aku masih harus menunggu pagi agak siang untuk bertemu lagi dengan putri kecilku. Rasanya waktu penantian itupun amat panjang. Apalagi suamiku masih belum datang juga. aku hanya dapat bertanya pada ibu, apakah putriku menangis atau tidak, bagaimana kondisinya, bla..bla...
Sekitar pukul 10.00 aku pun diantar ke ruangan putriku...dan aku memberikan ASI untuk yang pertama kali.



Perasaan bahagia tak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata...
Satu hari kemudian aku diijinkan pulang ke rumah...

BEBERAPA KEJADIAN PENTING SETELAHNYA...
  • 10 Januari : putriku sudah pupak puser.


  • 13 Januari : aqiqah putriku dan pemberian nama. Setelah berembug bersama terpilihlah nama "KAYLA AMINAH" yang artinya "Putri Cantik yang dapat mengemban amanah hidup, dan kelak bisa melahirkan putera puteri teladan seperti Siti Aminah yang telah melahirkan orang mulia Rasulullah Muhammad SAW".


  • 10 - 15 Januari : Kayla menyusu tiap 10 - 15 menit per jam.


  • 16 - 22 Januari : Kayla menyusu tiap 30 menit per jam.


  • 17 Januari : BAB mulai 1 kali dalam 2 hari.


  • 23 Januari : potong kuku tangan pertama kali. ASI sudah mulai tiap 2 jam selam 30 menit.


  • 01 Februari : mulai BAB tiap 3 hari sekali.


  • 06 - 08 Februari : ASI kurang lancar dan dibantu susu formula 1 kali tapi Kayla menunjukkan penolakan dengan muntah-muntah dan rewel.


29 Mei 2008

MEMBENTUK KESIAPAN PRABACA

Sebelum memasuki masa siap membaca (reading readiness), pada anak sebaiknya ditanamkan kesiapan prabaca (pre-reading).

Apa dan bagaimana caranya?

  1. Di usia dini, hal yang paling penting bukanlah mengajari anak membaca, tapi menumbuhkan minat bacanya. Nah, bila hal itu sudah nampak bisa dimulai mengajari membaca.
Caranya :
  • Orangtua harus jadi model bagi anak. Letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau oleh anak. Tunjukkan padanya suatu bacaan. Meski belum bisa membaca, anak tahu bahwa membaca itu mengasyikkan dan ada sesuatu yang didapatnya dari buku itu.
  • Jalinlah kehangatan melalui buku. Kita bisa mendongeng sambil memangku anak. Atur intonasi agar lebih menarik dan menambah rasa ingin tahu anak.
2. Konsentrasi.
Konsentrasi harus dilatih sejak dini. Misalnya, di usia bayi: sering menatap matanya saat mengajak bayi bicara, tersenyum atau tertawa. Di usia balita : dilatih dengan menceritakan gambar secara detail. Misalnya, tunjukkan gambar binatang, lalu ceritakan secara detail tentang gambar tersebut seperti, nama, warna, bagian-bagiannya, kebisaannya, dst.

26 Mei 2008

MEMBACA DI USIA BALITA

Sampai saat ini masih banyak yang memperdebatkan kapan sih sebenarnya waktu yang tepat untuk mengajar membaca pada anak? Masak masih kecil sudah diajar membaca? Mana bisa? Jawabannya tentu bisa. Apa sih yang nggak bisa hari gini? Asal mau dan mampu. Iya kan?

Waktu yang tepat mengajar anak membaca adalah pada masa "teachable movement" (saat tepat untuk dapat diajar). Mengajar membaca (juga belajar yang lain) tidak akan memberikan hasil yang maksimal dan justru bisa berdampak negatif bila diberikan sebelum atau sesudah masa kesiapan ini. Pertanyaan berikutnya, lalu kapan?

Coba perhatikan anak kita. Bila dia sudah mulai tertarik dengan buku, seperti melihat dan membolak balik buku, minta diceritakan, minta didongengi maka anak sudah mulai menunjukkan minat pada membaca. Selain hal tersebut, ada beberapa ketrampilan yang diperlukan agar anak dapat membaca, yaitu:


  1. Ketrampilan mengenali bunyi. Anak bisa mendiferensiasi bunyi kata :"mama, papa, ini", dll. Ketrampilan ini mulai muncul di usia bayi.
  2. Ketrampilan mengenali benda. Ketrampilan ini juga dimulai di usia bayi. Orangtua bisa menstimulasi dengan mengenalkan benda-benda di sekitar anak.
  3. Ketrampilan mengenal bentuk. Di usia batita anak sudah bisa dikenalkan padakonsep bentuk yang diperlukan dalam pengenalan huruf.
  4. Ketrampilan mengenal simbol atau lambang. Setelah anak tahu bentuk, kenalkan padanya berbagai simbol seperti garis lengkung yang menyerupai ikan, lingkaran yang dikelilingi garis tegal lurus sebagai matahari, logo kemasan susu, dsb.
  5. Ketrampilan mengasosiasi bentuk huruf atau tulisan dan bunyi.
Tapi, sebelum dilanjutkan penting juga bagi kita untuk mengetahui perkembangan bahasa anak sbb:
0 - 3 bulan : melihat gerakan lidah
6 bulan : mengulangi silabel
9 bulan : kata-kata yang punya arti
12 bulan : mengulangi kata-kata yang punya arti secara intens dan sadar
15 bulan : objek-objek mempunyai nama
18 bulan : mulai bicara, kata-kata
21 bulan : frase
24 bulan : kalimat
Nah, keberhasilan anak di sekolah pada dasarnya ditentukan oleh apa yang dilakukan di rumah. Begitu pula dalam hal bahasa, termasuk membaca. Pondasinya ada di rumah. Maka dari itu, sebagai orang tua selayaknya kita lakukan beberapa hal berikut ini, untuk masa depan yang terbaik buat buah hati kita. Ini di Bunda...
  • Doronglah keingintahuan anak pra-sekolah dengan menjawab pertanyaannya dengan pelafalan yang tepat dan jelas. Jangan menggunakan baby talk (percakapan yang tidak jelas). Anak mempelajari bahasa melalui peniruan. Perkenalkan sebanyak mungkin kosakata, tapi jangan paksakan ke anak.
  • Motivasilah agar anak bicara pada anak-anak lain ataupun orang dewasa dalam berbagai kesempatan.
  • Tunjukan pengalaman-pengalaman dan situasi yang beraneka ragam untuk menambah minatnya.
  • Ajaklah dia menceritakan pengalamannya dan menggambarkannya (meski gambarnya belum bagus alias acak-acakan). Kemudian minta anak untuk menceritakan kembali apa yang sudah digambarnya.
  • Untuk anak-anak prasekolah, minatnya untuk dibacakan cerita sangat tinggi sehingga luangkanlah waktu untuk itu. Biarkan dia memperhatikan gerakan lidah da tubuh anda saat bercerita. Ini juga untuk melatih konsentrasinya.
  • Pilihkan cerita-cerita, sajak, lagu-lagu sederhana yang merangsang imajinasi anak dan mendorongnya ke percakapan.
  • Tumbuhkan minatnya untuk meminjam buku, perpustakaan, kaset-kaset untuk membangun kosa kata dan memberi kesempatan pada anak mendengarkan dan menirukan lafal.
Hal yang sangat penting : Show your interest to your children! pada apa yang diucapkan dan dikerjakan anak. Dengarkan dia! Antusiasme anak akan sangat cepat padam bila orang tuanya tidak sungguh-sungguh memperhatikan dirinya dan mengabaikan emosi-emosinya.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan : Usia prasekolah merupakan masa emas secara alamiah antusiasme menyerap kecakapan-kecakapan membaca.
Siap mengajari anak belajar membaca?

ANAK PRA SEKOLAH BERBOHONG, GIMANA TUH...?

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya...

Sebenarnya masih normal-normal saja kok anak pra sekolah berbohong. Mereka punya alasan sendiri mengapa harus berbohong. Biasanya sih karena untuk menghindari hukuman, melindungi teman, agar dipuji, berimajinasi, dan bahkan untuk menguji kemampuan menghindari amarah orangtua.

Konsep benar atau salah sudah muncul pada usia 3-4 tahun. Tapi mereka belum mengerti mengapa sesuatu itu tidak benar.

Nah, bagaimana tuh menghadapi anak usia pra sekolah yang berbohong?
Ada beberapa tipsnya nih, simak yaaa...
  1. Beri penjelasan secukupnya. Tidak perlu panjang lebar tentang moral tapi cukup dengan mengatakan bila dia bohong orangtua sedih, dan sebaliknya.
  2. Jangan menciptakan suasana untuk bohong. Anak prasekolah juga tidak mau mengakui perilaku bohongnya, jika tahu dia akan dimarahi. Benar nggak?... Karena itu gunakan cara yang tepat dan tidak langsung menuduh. Seperti: "Vas bunga mama tadi pecah karena tangan adik licin ya?" Daripada "Siapa yang memecahkan vas mama tadi? Adik ya?"
  3. Anak harus tahu perbedaan fantasi dan realitas. Bila anak berkhayal tanggapi secara proporsional.
  4. Hindari marah dan reaksi berlebihan.
  5. Jangan terlalu khawatir.
  6. Orangtua adalah model bagi anak.
  7. Hormati privasi anak. Jangan menceritakan sesuatu yang bagi anak merupakan rahasia pribadinya.
  8. Buatlah agar anak merasa "nyaman" dengan dirinya. Karena dengan demikian anak akan percaya pada dirinya dan mempunyai harga diri.
Bagaimana ibu? Silahkan comment atau bisa juga konsultasi, he he...

ANAK PRA SEKOLAH

Kata Prof. Asip Hadipranata (smoga beliau dikaruniai kesehatan) dari UGM kata "ANAK" merupakan kepanjangan dari Aku, Nakal, Aktif, Kreatif. Boleh juga ya pendapatnya...

"Aku" bagi anak kita merupakan proses awal pencarian jati dirinya. Karena anak semakin "pandai" maka anak akan semakin sulit diatur. Bila dilarang terkadang mereka punya seribu satu alasan. Ia mulai sadar bahwa ia juga sebagai manusia yang mandiri lalu ingin menunjukkan keakuannya. Ingat nggak Bunda semua, sering kan anak kita nggak mau diatur-atur, apalagi dilarang ini itu... anak merasa "DIALAH PUSAT DUNIA"

Berkata "tidak" adalah cara mereka yang paling jitu untuk menunjukkan kekuasaannya atas dirinya dan menentang orang lain sehingga sering membantah dan atau membangkang. Sepertinya ini sesuatu yang negatif, tapi sebenarnya ini akan bermanfaat di kemudian hari asalkan kita bisa mengarahkannya.

Pada masa usia prasekolah inilah saat berkembangnya konsep dirinya. Pada awal kehidupannya anak merasa bahwa diri mereka dan lingkungan menyatu, lalu semakin berkembang bahwa dia dan orang lain berbeda (sampai dengan 3 tahun). Walau mulai sadar "aku"nya tapi pada anak usia 3 tahun merasakan konflik antara keinginannya untuk sendiri dan bergantung pada orangtuanya sehingga emosi anak sering membuat mereka bingung sehingga mudah khawatir, dan takut pada benda-benda atau orang-orang tertentu. Anak juga sering merasa takut pada hal-hal yang tidak logis, seperti takut gelap, monster, dll.

Pada masa ini, rasa ingin tahunya sangat tinggi. Dunia imajinasinya pun sangat kaya. Namun, ia masih sulit membedakan antara imajinasi dan realitas sehingga ia sering bercerita "pengalaman" yang sebetulnya hanya khayalannya. Sebenarnya khayalan penting bagi anak sebagai alat untuk mengeksplorasi dunia, alat bereksperimen dengan pengalaman dan perasaan mereka. Khayalan pun bisa melahirkan teman imajiner yang penting bagi perkembangan emosi anak. Tapi Bunda semua nggak usah khawatir karena hal ini akan menyusut seiring dengan meningkatnya pemahaman anak pada realitas (sampai usia sekitar 5 tahun).

Bagaimana pendapat Anda?

21 Mei 2008

CATATAN KECIL UNTUK ORANGTUA

  • Warisan terbaik yang bisa Anda berikan kepada seorang anak kecil adalah mengizinkannya untuk memilih jalannya sendiri, lengkap dengan kakinya sendiri.
  • Cara terbaik untuk membuat anak-anak menjadi baik adalah dengan membuat mereka bahagia.

  • Masa kanak-kanak akan menunjukkan siapa diri seseorang, sama seperti pagi menunjukkan siang.

  • Membesarkan dan mendidik anak merupakan tugas yang paling sulit. Dan perlu diingat bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan secara sempurna. Anak-anak sendiri memerlukan pengalaman bahwa orangtua mereka sendiri dapat mengatasi rasa frustasi, kecewa, kecemasan atau pertengkaran.

  • Meski banyak orang bilang sabar ada batasnya, tapi untuk anak kita, selalu sediakan kantong kesabaran yang yang tidak pernah kosong.

TIPS KECIL UNTUK KITA...

  1. Berpusatlah pada prinsip-prinsip.
  2. Setiap masalah/setiap hal mempunyai prinsip-prinsip, yang masing-masing (bisa) berbeda.
  3. Sebelum kamu menang dalam hidup bermasyarakat, maka kamu harus lebih dulu menang dalam pergumulan batin.
    Ingatlah! Kemenangan pribadi selalu mendahului kemenangan publik. Dan, semua perubahan (sejatinya) selalu dimulai dari diri sendiri.
  4. Saat merasa tertekan, cobalah untuk membantu orang lain, karena dengan begitu kita menjadi terfokus keluar bukan ke diri sendiri. Dan, membantu orang lain membuat kita senang.
  5. Bersikaplah lembut pada diri sendiri. Jangan terlalu dikejar ambisi. Biarkan diri utnuk tumbuh dengan bertahap (bukan karbitan).
  6. Jadilah orang PROAKTIF! Yang bertanggung jawab pada hidupnya.
    Jangan REAKTIF! Yang selalu menyalahkan orang lain dan selalu merasa menjadi korban.
  7. Jadilah PENGEMUDI dalam hidup kita, bukan jadi PENUMPANG!