26 September 2008

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, MINAL 'AIDIN WAL FAIDZIN




Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)


Kami mudik dulu ya...semoga dapat bertemu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik...

24 September 2008

UNTUK KREATIVITAS ANAK, MANA LEBIH BAIK YA...MENGGAMBAR ATAU MEWARNA...???

Anak usia 3-5 tahun rata-rata paling suka menggambar atau mewarna. Dengan kegiatan tersebut anak akan terbawa ke dalam dunianya sendiri. Menggambar merupakan suatu proses kreativitas. Sebagian orang dewasa bahwa anak usia tersebut belum cukup pandai menggambar, sehingga diberilah anak-anak itu dengan buku-buku mewarnai. Anak diminta mewarnai gambar yang sudah terpola dengan bagus, gambar yang sudah dibatasi garis-garis yang rapi dan sempurna. Dengan alasan lain, paling-paling kalo disuruh gambar ya hanya coret-coret saja tidak karuan... Padahal itu merupakan satu tahapan yang dilampaui anak dalam perkembangan seninya.
Malah menurut Lowenfeld usia 2-4 tahun merupakan masa coret-coretan yaitu masa permulaan dari ekspresi pribadi dimana anak dalam mewujudkan goresan teal tipis belum terkendali. Dibagi menjadi 3 tahap lagi:

Pertama: coretan yang tidakberaturan (tidak berbentuk, mencoret tanpa melihat kertas, belum dapat membuat coretan berupa lingkaran).
Kedua, coretan yang teratur (coretan mulai terkendali, dibuat dengan penuh semangat dan berulang).

Ketiga, coretan yang diberi nama (merupakan tahap terakhir dari tahap mencoret, bentuk semakin bervariasi, anak mulai memberi nama pada hasil coretannya, menggunakan waktu yang semakin banyak, dan warna mulai menyita perhatian anak).
Makanya jangan pernah meremehkan hasil coretan anak...


Mewarna bisa membawa dampak yang kurang baik bagi anak, seperti:
1. Anak merasa bahwa orang dewasa menggambar lebih baik ketimbang dirinya.
2. Anak akan kehilangan daya ekspresif dan spontanitasnya karena kegiatan mewarna dapat membatasi pengalaman kreativitas anak yang tinggi.
3. Anak cenderung ragu-ragu dan takut menggambar, cenderung menyalin gambar yang ada dalam buku mewarnai dan tidak menampilkan keunikannya sendiri.
Ketiga hal tersebut akan semakin "memperparah" kondisi kreativitas anak jika anak "dipaksa" untuk mewarnai sesuai kacamata/keinginan orang dewasa. Anak usia 3-5 tahun cenderung mewarna sesuai dengan keinginan mereka. Maka, suatu hal yang wajar jika mereka menggambar awan dengan warna hijau, dsb. Itulah imajinasi anak yang tak akan pernah dirasakan lagi saat dewasa. Ia pasti punya alasan sendiri dengan pilihan warnanya.

Namun, selain berdampak kurang baik, ternyata mewarna juga bermanfaat bagi anak jika dilakukan berdasarkan keinginan si anak. Anak akan belajar mengenal warna-warna yang dapat merangsang daya pengamatan, daya imajinasi, melatih motorik kasar dan halus, sertamengasah kemampuan komunikasi anak dalam bentuk visual.

Bagaimana jika anak hanya suka menggambar saja tanpa mau mewarnai?
Sebagai ortu tetap harus memotivasinya untuk menuangkan hal yang ada dalam imajinasinya menjadi sebuah bentuk visual. Ortu sebaiknya berusaha mengerti gambar apa yang mereka maksudkan. Stimulasilah anak untuk tetap mau menggambar. caranya bisa dengan:
1. Tidak memaksanya untuk menggambar objek yang realis
2. dapat dengan mendongeng atau bercerita tentang pengalaman yang menarik sehingga anak muncul idenya
3. berikan pujian agar anak semakin termotivasi, bangga dan muncul rasa berprestasi atas hasil karyanya
4. Jangan mengkritik karena bisa terjadi yang sebaliknya.

Menggambar maupun mewarnai merupakana bahasa rupa anak. Keduanya dapat meningkatkan kemampuan otak kanan. Jangan dilihat dari hasil gambar si anak, tapi lihatlah proses saat berkreasi (gembira, menjiwai dan menikmati).

PR...PR....PR....

Sebelum mudik kerjain PR deh dari Bunda Ibad yang cantik, kan aku sudah janji mau gerjakan PRnya. Kalau nggak ntar Bunda Ibad kasih hukuman buatku, he he he...becanda nih...

1. First time naik kapal terbang (Pertama kali naik pesawat)
Ke Jakarta, waktu itu aku kerja di Surabaya dan suami di Jakarta. Jadi mondar-mandir deh Surabaya-Jakarta. Mana ketemunya cuma weekend doang... So, sudah tuwir baru ngerasain naik pesawat. Hehe..

2. First time beranak (Pertama kali melahirkan)
Tanggal 7 Januari 2005, sekitar jam 2 dinihari, melahirkan Kayla Aminah dengan berat 3,3 kg dan panjang 51 cm...alhamdulillah normal.

3.First time go overseas (Pertama kali ke luar negeri)
Hi hi... sudah sering sih tapi masih dalam alam khayalan....alias..belum pernah boo...

4. First time duduk jauh dari family (Pertama kali jauh dari keluarga)
Pas kuliah di Malang.

5. First time kerja (Pertama kali kerja)
Di laboratorium Psikologi UMM. Asyik banget, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang pinter-pinter...

6. First time rasa diri gemuk (Pertama kali ngerasa gemuk)
Waktu kuliah. Sampai-sampai ada teman kosku yang bilang aku kayak tukag pukul saja...or betisku bisa buat mukulin maling..gila banget tuh anak...tapi sekarang sudah langsing kok...
7. First time bercinta (Pertama kali pacaran)
Nggak pacaran deh kayaknya... buang-buang waktu...ketemu bapaknya Kayla, cocok langsung proses... so pertama kali pacaran ya dengan bapaknya Kayla...

8. First time rasa diri cantik (Pertama kali ngerasa cantik)
Pertama kalinya kapan ya? Lupa nih...

9. First time masuk cinema
Masih SD kayaknya, nonton film G 30 S/PKI...wiih...seremmm....

10. First time admitted in hospital
Saat masih SMP, kena tipus...sedihnya lagi, pada waktu yang sama ibuku juga opname di RS.

Karena sudah pada mau mudik, PRnya nggak ditugasin ke teman2 yang lain...nanti malah nggak dikerjain... he he he... Met mudik semua ya...

20 September 2008

KANGEN BAPAK

Tadi malam, setelah sholat tarawih di masjid, aku menyetrika baju yang sudah menumpuk. Maklum nggak punya asisten di rumah, jadi segala sesuatu harus dikerjakan sendiri. Lumayan banyak lah setrikaannya, sambil nonton tv dan "sambil" menemani Kayla bermain.
Sekitar jam 22.00 Kayla berhenti dari bermainnya dan tiba-tiba dia sesenggukan sambil melihatku. Aku pun heran, lalu kuhentikan setrikaku dan kutanya,
"Kenapa Kayla kok nangis?"
"Kayla kangen Bapak..."
"Iya, nanti sebentar lagi Bapak pulang kan..."
"Telpon Bapak, Bu..."
"Iya... sudah nih, Kayla ngomong sama Bapak."
Akhirnya dengan cerianya iya ngobrol dengan bapaknya dan menceritakan acara buka bersama dengan teman-teman kerjaku. Tadi malam memang aku ada acara buka bersama dengan teman-teman sekerja, dan suamiku juga ada acara berbuka puasa bersama dengan teman-temannya juga, cuma sampai malam bapaknya belum pulang karena masih ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya. Jadi, dari pagi sampai malam Kayla belum bertemu bapaknya.
Hal ini pun sudah beberapa kali terjadi, apalagi kalau bapaknya ke luar kota.
Kami sebagai orangtua harus instropeksi diri tentang kebersamaan kita dengan anak setiap hari. Bisa jadi kita dekat dalam satu ruangan bersama anak, bahkan ketika dia disamping kita pun. Karena bisa jadi, kebersamaan kita "hanya" secara fisik, tidak dengan hati kita. seperti misalnya, katakanlah kita bersama anak, tapi kita sibuk nonton tv sendiri, asyik baca koran, sibuk setrika, sibuk masak, tanpa melibatkan anak. Betapa anak merasa sendiri diantara orangtuanya...

PARCEL LEBARAN DARI QATAR

Alhamdulillah, Kayla sekeluarga dapat parcel nih dari Mama Jasmine, di Doha, Qatar. negeri yang kaya banget... iya nggak Mama Jasmine. Itu sih cerita dari kakak yang pernah ke Qatar.
Makasih banyak buat Mama Jasmine, sekalian ngucapin: "Mohon Maaf Lahir dan Batin"

18 September 2008

MENULIS YUUK...

Beberapa minggu ini, Kayla hobinya menulis dan menggambar...lihat nih kalau sudah serius....
Kalau dulu menulisnya masih melihat contoh atau "hanya" menebalkan, sekarang sudah bisa tanpa melihat contoh...masih nulis huruf sih... tapi nulis beberapa kata sudah bisa beberapa seperti: "mama, papa, bola, dll yang sederhana kata-katanya...



Ini hasil tulisannya...
Nggak begitu kelihatan ya...nulisnya pakai pensil...
Yang paling sulit nulis huruf s dan z.













Kalau yang ini gambarnya, paling suka gambar bunga....

"Bu, nulis bunga gimana?"
"bu...apa bu hurufnya?"
"b... sama u..."
"bung...berarti bu...dikasih apa?"
"ng..."
"Ya betul, terus terakhir kasih a"

"Pinter ya anak ibu..."


Kayla juga lagi suka banget bermain dengan teman khayalannya.... Ngomong-ngomong dengannya, tertawa, adegan menangis, dll... kalau tahu aku lagi memperhatikannya sepertinya dia malu, dan bilang "apa sih ibu..."

Ya pura-pura aja deh nggak tahu, tapi kalau sudah selesai main dengan teman khayalannya pasti deh aku tanya seputar bermainnya tadi...

THE 4th AWARD FOR KAYLAKITA

Makasih ya mama Ina, yang sudah mempersembahkan award ini untuk blog kami, semoga persahabatan kita abadi...Sebagai bekal lebaran dan mudik...ee emangnya duit.... bekal persahabatan juga aku persembahkan lagi untuk:
1. Bapak Samsuri
2. Ummi Raihan (Anggorowati)
3. Bunda Nayla
4. Bunda Keke dan Naima
5. Mama Unita

12 September 2008

SAAT SI KECIL MASTURBASI

Menurut engkong Sigmund Freud, anak usia 4-6 tahun memasuki Fase Phallus yang ditandai dengan kenikmatan tertentu saat tangan anak meraba atau menyentuh alat kelaminnya sendiri. Ia juga merasakan kenikmatan saat alat genitalnya bergesekan dengan sesuatu.
Pasti deh kita sebagai orang tua (terutama kita2 yang masih baru nih jadi orangtua...)kaget jugakan...masa kecil-kecil sudah masturbasi... Karena kaget atau panik plus khawatir, kita akan meresponnya dengan mencela, mengingatkan dengan keras, mengancam, dan tidak sedikit pula yang memarahi si anak. Dengan kata lain, orangtua akan sebisa mungkin mencoba meyakinkan anaknya untuk tidak sekali-kali bermasturbasi.
Sebagai orangtua tentu kita dituntut untuk sebijaksana mungkin jika kita mengetahui anak kita "mempermainkan" alat kelaminnya. Kita jangan terburu-buru mencela, menghukum, dan menyebutkan tindakannya salah besar. Dan jangan pula memarahinya! Karena hal itu semakin membuatnya merasa bersalah, takut dsb. Menurut penelitian kedokteran, masturbasi merupakan aktivitas seksual yang WAJAR, NORMAL DAN TIDAK MEMBAHAYAKAN KONDISI KESEHATAN PELAKUNYA. Kalaupun ada anggapan pelaku masturbasi sering dihinggapi perasaan bersalah, takut dan merasa berdosa, itulah sebenarnya yang menjadi ancaman terhadap kesehatan jiwa si pelaku, bukan pada tindakan masturbasinya.
Kegiatan mempermainkan anak kelamin pada balita merupakan tahapan yang PASTI akan dialaminya dalam perkembangan seksualnya. Menghukumnya sama artinya dengan Anda tidak memperbolehkan anak balita Anda melewati satu tahapan penting dalam kehidupan seksualnya. Terimalah hal itu sebagai kewajaran dan kenormalan.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Kita dapat mengalihkan perhatiannya dengan memberinya berbagai kegiatan yang menyibukkannya, seperti bermain dengan mainan kesukaannya, mewarna atau menggambar, olahraga dan berbagai kegiatan yang menyita perhatiannya. Namun, itupun tidak akan menghentikan secara total aktivitas "mempermainkan alat genitalnya.
Pengertian, kesadaran, cinta dan kasih sayang orangtua akan jauh lebih bermakna dibandingkan, celaan, kritik keras, caci maki maupun kemarahan yang diberikan kepada anak kita tersayang.

Semoga tulisan ini bermanfaat, terutama buat Mama Arya.

11 September 2008

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

Kami sekeluarga mengucapkan :



http://img.kapanlagi.com/c/s/07876.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1 _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent">
Lihat Kartu Ucapan Lainnya (KapanLagi.com)


Untuk semua sahabat-sahabat blogger, kami pamit mudik dulu ya... semoga dapat berjumpa kembali dalam keadaan yang jauh lebih baik... amiin.

06 September 2008

HATI-HATI SAAT MENDISIPLINKAN ANAK (Bag. 4 dari Pendidikan Seks Untuk Anak)

Anak-anak balita hidup dalam alam berpikirnyan dan alam perasaannya sendiri. Tindakannya pun khas anak-anak, yang mana hal tersebut sering berbeda dengan orang tuan yang nota bene sudah lebih banyak memahami nilai-nilai moralitas pada tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu sering terjadi benturan antara keinginan anak dan kemauan orangtua.

Orang tua sebagai pihak yang "berkuasa" seringkali merasa dirinya paling benar. Walaupun belum tentu juga apa yang diyakini orangtua tersebut benar adanya. Apalagi di mata anak-anak yang kemampuan berpikir logisnya masih pada tingkatan di bawah orangtua... (tapi tidak sedikit juga lho anak-anak yang kemampuan berpikirnya melebihi orangtua...). Dengan mengatasnamakan "kekuasannya" orang tua seringkali melakukan upaya "pendisiplinan" pada anak balitanya yang melakukan "kesalahan" dalam pandangan orang tua dengan harapan si anak mau menuruti maunya orang tua.

Upaya pendisiplinan tersebut bisa berupa tindakan yang ringan sampai tindakan yang berat. Ada yang secara verbal seperti: mengingatkan, menasihati, mengancam, menakut-nakuti dan memarahi. Ada yang berupa non verbal yang berupa kekerasan fisik, seperti: menjewer, mencubit, memukul, menendang, hingga menyiksa!

Sebagai pihak yang "lemah" anak seringkali hanya bisa menerima "kekalahannya". Ia "tidak berdaya" dan akhirnya menerima saja hal tersebut, meskipun sangat membuatnya menderita. Tanpa bisa melawan atau memberontak. Kekerasan fisik dari orang tua tersebut tentunya akan menyebabkan perasaan si anak terluka dan akan membekas dalam memori anak sampai kapan pun dalam kehidupannya (bisa tertimbun dalam alam bawah sadarnya yang suatu saat akan muncul dalam sebuah perilaku).

Sasaran kekerasan fisik, tersebut terkadang mengenai "daerah-daerah sensitif" si anak. Ingatan perlakuan tersebut bisa juga mengarah pada hal-hal yang bersifat seksual. Ia memang merasakan sakit di daerah sensitif seksualnya, namun kemudian rasa sakit itu dirasakannya nikmat. Dengan kata lain, secara fisik memang ia merasa sakit, namun secara seksual ia -bisa- merasakan kenikmatan karenanya!

Ingatan akan kenikmatan seksual melalui kekerasan fisik yang dialaminya akan terus membekas dan membayang di benak si anak. Sehingga ketika ia telah beranjak dewasa, kesakitan yang dirasakannya saat mendapat kekerasan fisik dari orang tua dulu -bisa jadi- telah dilupakannya, namun "tidak" dengan kenikmatan seksual yang dirasakannya.

Dengan pengalaman "unik" seperti itu, ketika ia akhirnya berhubungan seksual ia harus mendapat siksaan secara fisik dari pasangannya agar memperoleh kenikmatan seksual! Semakin keras dan kejam bentuk siksaan yang diterimanya, maka ia akan semakin puas secara seksual!

Itulah dia "MASOCHISME"

Maka : Hindarilah melakukan kekerasan fisik pada anak terutama pada daerah sensitif seksualnya!





Source: Mr Guno A.

Sex education 4 Child

TAG RAMADHAN DARI SAHABAT

Supported by: antownholic.blogspot.com, dee-adp.blogspot.com, pencakarlangit.blogspot.com, questionquince.blogspot.com,dessycherryponie.blogspot.com, berlia.blogspot.com,nazifnaseri.blogspot.com ,veraproject.blogspot.com,indahrusianah.blogspot.com,ritaceria.blogspot.talithasya.blogspot.com,kaylakita.blogspot.com,com
1. Copy gambar di atas lalu posting di blogmu.
2. Lanjutkan tags ini minimal ke 5 blogger muslim yang kamu kenal. Jangan lupa tinggalkan komentar pada blog mereka juga ya.
3. Tulis alamat blogmu (di bawah gambar) setelah alamat blog pemberi tags.
This tag special for:

04 September 2008

TENTANG KAYLA

Ini beberapa cerita tentang Kayla yang belum sempat aku posting.
Hari Sabtu, 30 Agustus yang lalu aku dan Kayla jatuh dari sepeda motor. Ceritanya begini, saat itu sekitar jam 5 sore aku habis ngantar suamiku cari taksi di dekat terminal. Setelah pulang mampir ke bazar RW di dekat rumah. Sebelumnya aku sempat ingin mengembalikan sepeda lebih dulu ke rumah terus jalan saja ke bazar, kan di gang sebelah. Mungkin karena lagi apes saja,aku pun urung mengembalikan sepeda. Kami pun langsung ke bazar. Setelah beli beberapa kue dan minuman aku pun ngajak Kayla pulang dulu karena belum mandi. Kayla tidurnya kesorean sehingga telat mandinya. Sepeda pun aku starter. Aku lupa bahwa aku bawa sepeda mio soul yang nggak ada giginya. Kayla pun naik dari sebelah kanan dengan memegang starternya. spontan sepeda meloncat ke depan dan menabrak orang jualan balon. Kejadiannya begitu cepat sehingga aku pun nggak bisa mengontrol laju sepedanya. Sepeda pun ambruk ke sebelah kanan. aku pun cuma bisa teriak, "Kayla, gimana Kayla...tolongin Kayla...". Kayla tertimpa sepeda motor. Kami pun dikerumuni banyak orang. Posisiku masih di sepeda motor ketika ada orang yang berniat menolongku tapi di nggak nyadar bahwa dia pegang starter sepeda yang belum mati mesinnya. Sepeda pun meloncat lagi kedepan tanpa aku duga. Aku pun terkejut lagi. Orang2 pun berteriak, "Matikan mesinnya, matikan mesinnya!" Saking aku panik dengan kondisi Kayla, mesinnya dari tadi tidak aku matikan. Kayla pun digendong tetangga. Aku sudah khawatir banget dengan kondisinya. Setelah aku periksa, Kayla sepertinya "nggak apa-apa" hanya lecet di kaki sebelah kanannya. Tapi dia pun menangis, mungkin juga kaget dan bingung dikerumuni banyak orang. Dengan diantar tetangga, aku pun membawa Kayla pulang duluan, biar sepedanya diurus orang lain. Malamnya Kayla masih sering menangis kalau ingat kejadian itu. Ia manggil2 bapaknya yang sedang meeting dengan tamu dari Jakarta. Kasihan banget lihatnya. Sampai sekarang jalannya masih pincang karena untuk jalan normal masih sakit. Baru dua hari bisa jalan normal setelah kena cacar beberapa hari yang lalu, kini Kayla kena lagi kakinya. Semoga kita bisa bersabar ya sayang... ini belum apa-apa bila dibandingkan dengan penderitaan orang lain yang terkena musibah besar....

Kalau yang di bawah ini, cerita tentang Kayla sebelum sakit....
Kayla sangat suka mengerjakan maze. Aku belikan satu buku maze, hampir semua langsung dikerjakan. Menurutku ini salah satu kegiatan yang bagus untuk melatih konsentrasi, pengambilan keputusan dan problem solving.





Kayla juga suka sekali naik sepeda. Biasanya hampir tiap sore sepedaan di halaman sekolah depan rumah bersama teman-temannya.
Tapi kalau balapan sepeda, Kayla mesti kalah. Ya, Kayla paling kecil diantara mereka...








Menggunting dan menempel juga disukai Kayla. Kalau ini untuk melatih motorik halusnya. Meski mengguntingnya belum rapi sekali tapi sudah lumayan. Hanya saja kalau menempel lemnya sering kebanyakan.









Kalau kegiatan ini terinspirasi oleh kegiatan putra-putri dari Creative Mom yang satu ini. Cuma bedanya, kalau beliau pakai kertas koran, Kayla pakai kertas putih bekas kalender. Memanfaatkan barang yang ada biar tidak terbuang sia-sia. Kayla suka banget menggoreskan kuas pada gambar ini.
Sudah lama sih ngerjakannya, cuma baru diposting sekarang, he he...






Kalau yang ini, waktu Kayla dikunjungi oleh keponakan iparku. Pada awal ketemu sih masih belum mau main bersama, karena memang baru pertama main ke rumah. Tapi lama-lama mereka akrab juga.
Ini waktu mereka main pakai software dari Edu-Games versi Mengaji Yuuk!
Kayla cuek banget hanya pakai kaos dan celana dalem....

Kegerahan nih ye...
Nah, yang ini sholat berjamaah diantara mereka. O iya yang menjadi imam mbak Farah. Meski masih kelas 2 di ponpes tapi sudah hafal Al qur'an sampai juz ke 26. Hebaaattt....
Kalau adiknya baru TK, tapi sudah hafal hampir semua surat di Juz Amma'.... Subhanallah... semuanya luar biasa.
Ayo Kayla...yang rajin ya belajar ngajinya biar pinter seperti mereka...