05 April 2009

MOGOK LAGI NIH...


Memang...hari-hari ini penuh dengan berbagai upaya agar Kayla bisa ceria lagi di sekolah. Mulai dari penjelasan tentang baik dan buruknya kalo tidak sekolah (pastinya dengan bahasa yang mudah dimengerti olehnya), reward and punishment, motivasi, perhatian dan komunikasi. Hal ini sampai melibatkan teman2ku untuk turut mensupport Kayla agar senang lagi pergi ke sekolah.

Ternyata, reward and punishment-nya masih kurang mempan buat Kayla. Jumat, 3 April kemarin, sorenya Kayla aku antar ngaji di masjid. berangkatnya sih biasa aja meski dia tetap nggak mau ikut baris dengan teman2 yg lain. Aku nggak paksain dia untuk ikut baris. Lama-lama dia jenuh nunggu giliran ngajinya dan mulai merajuk minta pulang. Awalnya aku bujuk, tapi lama lama dia malah menangis minta pulang. Setelah nggak bisa dibujuk akhirnya aku minta ijin untuk pulang saja karena aku lihat Kayla sdh mulai ngantuk dan capek setelah seharian main trus ikut belanja lalu ke kantor bank sama aku. Tapi...dia tetap merengek minta beli mainan dan jajan. Tapi aku tetep kekeuh nggak mau belikan dia jajan dan mainan karena dia nggak mau ngaji (ini kesepakatan kami yang telah dibuat, kalo nggak ngaji maka nggak beli mainan atau kue). Kayla nangis semakin kencang di masjid dan sambil marah. Aku teteup kekeuh nggak nuruti kemauannya. Lalu aku ajak pulang. Sebenarnya nggak tega juga, tapi harus tega agar dia belajar mematuhi kesepakatan dan disiplin.
Sampai di rumah masih menangis dan aku diam saja nggak berbuat sesuatu, karena untuk saat itu dia sudah nggak bisa dikasih pengertian. Keras kepalanya mulai nampak. Karena kecapekan, akhirnya dia pun tertidur.

Sabtu pagi, saat disinggung tentang sekolah dia mulai merajuk lagi dan menangis bilang nggak mau sekolah. Bergantian aku dan bapaknya memberi pengertian, memotivasi sambil dipeluk, dipangku tapi tetap hasilnya masih nihil. Saat mandi pun dia tetap bilang nggak mau sekolah. Sambil mandi pula aku kasih pengertian kalo nggak sekolah akan jadi bla bla bla... Kayla tetap tidak mau. Akhirnya aku coba beri dia kebebasan memilih, kalau sekolah konsekuensinya begini2...kalo nggak mau sekolah konsekuensinya begini2....
Kayla tetap bilang nggak mau sekolah, tapi sepertinya dia mulai mikir...

Saat pakai baju aku pun sudah pakaikan baju buat sekolah (Sabtu pakai baju bebas) dgn harapan ia mau berubah pikiran. Tiba mau pakai sepatu, dia sdh menolak dan nangis lagi... Akhirnya aku dan suami buat kesepakatan dengannya karena dia kelihatan sudah benar2 nggak mau berangkat. Sabtu ini dia diijinkan nggak sekolah dengan segala konsekuensinya nggak boleh membeli sesuatu pun dan Selasa harus mau ke sekolah. Ia pun setuju...
Selama siangnya, ketika teman2nya membeli sesuatu ternyata Kayla bisa pegang janjinya. Ia tidak minta beli seperti teman2nya padahal biasanya kalau temannya beli dia pasti ikut beli. Ia pun minta kue yang sudah dia punya.

Siangnya, sepulang dari kantor suami (aku ada acara disana)dan ketemu penjual jagung rebus Kayla pun mulai mempengaruhiku...

"Bu, Bapak nggak pingin jagung ta?"
"Nggak..."
"Nanti gimana kalo Bapak kepingin?"
"Nggak, Bapak nggak bilang kok kalau mau jagung"
"Nanti Bapak minta jagung lho..." ???? (proyeksinya mulai keluar nih...)
"Nggak, Bapak sedang di Surabaya kok..."
"Emang Kayla pingin jagung ta?"
"Nggak..." tapi dia kelihatan mupeng sama jagung, tapi aku pura2 nggak tahu aja.

Sorenya, setelah ngaji dia minta diajak ke Bunderan Taman Bermain. Karena sudah mau ngaji maka aku pun mengabulkannya. Dia kelihatan asyik sekali main perosotan dan ayunan. Disana ketemu Ustadzahnya Kayla di sekolah. Kayla kelihatan malu sekali, ditanya nggak mau jawab dan lari ke tempat mainan lain. Aku cerita2 deh sama Ustadzah Nur tentang kondisi Kayla belakangan ini.
Setelah Ustadzah permisi duluan, Kayla minta naik mobil mini (sewa) tapi aku nggak kasih karena hari ini dia nggak mau sekolah.
Katanya, "Hari Selasa ya Bu, naiknya..."
"Iya, asal Kayla mau sekolah..."
Kayla juga minta beli VCD, tapi aku juga nggak kasih...
"Selasa ya Bu, belinya..."
Kayla juga kelihatan sekali pingin beli mainan.
Trus kami ke baby shop buat beli susu. Disana banyak sekali mainan. Dia juga pingin banget beli... Tetap aku konsekuen. Katanya lagi-lagi:
"Selasa ya Bu, belikan ini"
"Insya Allah..."
Aku tunggu nih apa yang terjadi hari Selasa dengan harapan Kayla sudah nggak mogok lagi...

10 komentar:

  1. smoga deh... semoga kayla bisa semangat lagi tuk skul.. amin...23x

    BalasHapus
  2. duh mudah2an besok kayla udah mau sekolah lagi ya...ayo sayang jangan mogok sekolah lama2, nanti kebalap sama ina lohh....ina aja skrang maunya main disekolahan, kalo murid2 udah masuk kelas, ina mau ikutan masuk kelas juga heheheh....

    BalasHapus
  3. semoga saja hari selasa udah engk mogok lagi...

    BalasHapus
  4. waduh Kayla kenapa y.. Mudah2an hari selasa gak mogok lagi y... Sy juga gitu, tetep hrs konsisten walopun hati sie gak tega :)

    BalasHapus
  5. setuju bun, reward dan punishment diperlukan dalam mendidik anak. jangankan anak2 kita aja juga sering malas ya bun ...

    BalasHapus
  6. ya, semoga saja Kayla tidak mogok lagi...

    BalasHapus
  7. Duuuuh Mogok lagi ya!!! Mungkin Kayla jenuh ama suasana kelas nya Mom...atau tidak ada yg Dia sukai di sekolah, jadi coba cari sesuatu yg bisa bikin Kayla semangat ke sekolah...
    Tapi emang susah juga ya namanya juga anak-2 blom mengerti pengen seenaknya aja...
    Smoga Kayla mau dan rajin sekolah lagi ya!!! Amin...

    BalasHapus
  8. Hehehe... masih bandel ga bunda kaylaNa ^_^

    BalasHapus
  9. biasa tuh jeng ... anak2ku juga ada saatnya mogok sekolah, yah aku biarin aja bolos ..

    BalasHapus
  10. wah mbak, anakku baru 2 taun hehe... nanti aku berguru ya.. salam untuk kayla. semangat sekolah nak kayla, salam dari tante dan adik barra

    BalasHapus