26 Februari 2010

JANGAN GANGGU AKU, BU...!

Ada satu "kegiatan" yang dilakukan Kayla, yaitu bermain sendiri tanpa mau ditemani dan "diganggu" oleh siapapun. Kalau sudah begitu, ia akan mewanti-wanti kepadaku untuk tidak melihatnya. Ia akan masuk kamar dengan boneka2 dan mainannya. Ia pun menutup pintu dan gorden jendela. Lalu lampu dinyalakan.

Jelas, siapa yang nggak penasaran, apa yang dilakukannya di dalam kamar???
Sesekali aku mengintip dia, ternyata dia main peran dan bicara sendiri dengan boneka2nya. Kadang ia jadi ibu, kadang jadi kakak, guru, penyanyi, dan lain sebagainya.

Pernah saat aku mengintip dan ketahuan, kontan aja dia protes, "Ibu jangan lihat dong...!" atau "Ibu, jangan kesini dong...Ibu di komputer aja...!"
Dan tak jarang disertai dengan perubahan ekspresi wajah yang drastis, malu-malu, dan kadang ekpresi kurang suka...

Untuk usianya berbicara sendiri merupakan hal yang termasuk wajar, karena terkait erat dengan perkembangan fantasinya...
Ini berdampak positif juga sih...jadi aku bisa dengan tenang di depan si lepi...
he he he... tapi tetap dengan memantau kayla, pasang mata (agak kurang bisa nih...krn di dalam kamar) dan pasang telinga...mungkin aja terjadi sesuatu di dalam kamar.

24 Februari 2010

PETUGAS UPACARA

Senin kemarin (22 Feb 2010), akhirnya yang diharap kayla terlaksana juga. Ia jadi salah satu petugas upacara bendera di sekolahnya. Kayla kebagian peran membacakan teks "JANJI SISWA TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL" (kalau nggak salah ada 6 nomor). Memang, semester satu yang lalu petugas upacara masih "dipegang" oleh siswa-siswa TK B.

Nah, tiba semester dua ini petugas upacara "dipegang" oleh siswa2 TK A, dan digilir tiap kelas bergantian tiap hari Senin. Setiap Senin Kayla selalu bersemangat untuk berangkat lebih pagi, katanya: "Bu, aku mau baris paling depan nanti. Ayo cepet berangkat." Aku mulai bisa membaca kalau Kayla ingin jadi petugas di sekolah tapi nggak berani mengungkapkannya. Iseng2 aku coba nanya ke Kayla, "Kayla berani ta kalau jadi petugas upacara?"
"Berani!" kata Kayla.
Seperti cerita yang sudah2, Kayla termasuk anak yang agak pemalu dan kurang PD (untuk sampai saat ini, semoga ke depan lebih baik lagi, Amiin...), jadi aku cukup surprise juga Kayla mau dan berani jadi petugas upacara.

Ketika ditunjuk gurunya jadi petugas (ditunjuk langsung saat upacara mau dimulai), aku tidak tahu karena keasyikan ngobrol dengan ibu dari temannya. Aku baru ngeh, ketika Kayla tampil ke depan sambil melihatku dan menunjukkan teks dalam pigora yang mau dibacakannya. Aku pun langsung acungkan jempol padanya, dia pun tersenyum bangga dan agak tersipu juga siihh...
Alhamdulillah, semoga Kayla semakin percaya diri dan berani...

LOMBA MEWARNA...

Hari Sabtu kemarin (20 Feb 2010) suamiku dapat telpon dari Kepala Sekolah Kayla. Beliau bilang bahwa Minggu (besoknya) Kayla diminta ikut lomba mewarna di SD Muhammadiyah 1 Gresik. Setelah aku konfirm ke sekolahnya (saat menjemput Kayla) tentang bagaimana teknisnya, aku pun memberikan informasi ini ke Kayla dengan (tentunya) memotivasinya agar Kayla mau mengikuti acara tersebut. Karena seperti sebelum2nya belum tentu Kayla mau ikut lomba. Kalau ada informasi lomba, asal tempatnya nggak terlalu jauh saja aku selalu mengajak Kayla untuk ikut serta, tapi kadang Kayla mau kadang juga nggak mau.

Alhamdulillah kayla mau ikut lomba tersebut. Ternyata dilokasi pesertanya hampir 500-an peserta. Wah, nggak nyangka sebanyak itu...lokasi di bawah tenda di halaman sekolah pasti nggak muat untuk peserta sebanyak itu. Ternyata di setiap kelas juga dipakai lokasi lomba mewarna. Maklum, mungkin sekalian promosi sekolah.
Selain lomba mewarnai juga ada lomba karaoke lagu anak, dan penampilan band sekolah.

Waktu yang diberikan 2 jam. Tapi sebelum 2 jam Kayla sudah selesai. Aku nggak pernah menargetkan menang untuk mewarnai, karena aku sudah tahu "kemampuan" mewarnai Kayla masih standar untuk anak2 TK (apalagi Kayla nggak ikut kursus di sanggar). Kayla sudah berani ikut lomba aja sudah luar biasa bagiku. Ia sudah mau, berani dan bisa menyelesaikan tugas mewarnainya dengan "baik" sudah hal yang sangat baik.
Semoga Kayla lebih semangat lagi belajar mewarnainya...

10 Februari 2010

ENAM TAHUN KEBERSAMAAN KAMI

8 Februari 2004 – 8 Februari 2010

Mungkin itu belum seberapa dari segi kuantitas waktu yang kami jalani bersama. Namun, selama itu pula kami telah merasakan manis pahitnya hidup bersama. Tidak mungkin selamanya hidup itu terasa manis selalu, pahit juga pernah kita alami, karena kami adalah manusia, bukan malaikat. Selayaknya manusia pada umumnya, kami juga tidak terhindar dari berbuat salah antara satu dengan yang lain. Kadang ada kata yang terucap, yang ternyata menyakitkan pasangan kita, atau justru kita sendiri yang “merasa” tersakiti.

Kami pun tidak selalu seiring sejalan dalam mengelola ide, perasaan dan tindakan. Tapi kami pun berusaha untuk selalu mensinergikan setiap perbedaan.

Tak ada sekuntum bunga yang hadir,
Tak ada kata-kata bak puisi cinta sang pujangga
Tak ada romantisme selayaknya pasangan yang sedang jatuh cinta,
Meski setiap hari aku selalu jatuh cinta dan rindu
Bagimu, romantisme “tidak terlalu penting” dibandingkan keberpihakan, kesetiaan, perhatian, dan tanggung jawab

Di atas semua itu, kami selalu memohon pada yang Maha Berkehendak,
Ya Allah, selalu ampunilah dosa kami,
Ya Allah, satukanlah kami sampai ajal menjemput,
Ya Allah, perbaikilah pribadi kami satu sama lain,
Ya Allah, jadikanlah kami panutan bagi putra-putri kami,
Ya Allah, jadikanlah hidup kami bermanfaat dunia-akhirat.
Amien….

06 Februari 2010

RAPOR KAYLA


Sebenarnya penerimaan rapor sudah berlalu, yaitu tanggal 22 Januari kemarin. Alasan klise Cuma baru bisa posting sekarang. Ya nggak papa lah, terlambat daripada tidak sama sekali (ini nih, yang begini ini apologi2 orang males….xixixi…)

Secara umum kemampuan Kayla di sekolah fine-fine aja, nggak ada masalah yang berarti. Kayla bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan baik. Bersosialisasi juga tidak ada masalah. Satu hal yang masih harus ditingkatkan adalah keberaniannya untuk menyampaikan pendapat, ide di depan teman-temannya.

Kelebihan yang menonjol memang ada di bidang bahasa, karena Kayla sudah bisa membaca lancar dibanding teman-temannya. Kata gurunya, sering Kayla diminta gurunya untuk memberi contoh teman-temannya membaca ke depan kelas. Demikian juga dalam menulis. Kayla sudah baik kemampuan menulisnya, bahkan dikte pun sudah lancer. Kayla juga sudah punya diary sendiri. Sekarang sudah mulai lancer menyusun kalimat cerita sehari-harinya, meski sesekali aku baca masih perlu dibenahi untuk merangkaikan tiap kalimatnya menjadi sebuah cerita utuh. Dalam hal ini aku ingin terus menggali kemampuannya. Siapa tahu suatu saat nanti Kayla bisa menjadi penulis yang hebat. Ini sih harapan sebagai orangtua. Kata para penulis, dia bisa menjadi penulis hebat dengan dimulai menulis diary salah satunya. Itu dia yang aku coba optimalkan. Amiin…
Kayla juga dapat penghargaan untuk kemampuannya dalam menjiplak gambar.
Untuk meniru gambar memang cukup lumayan, namun untuk membuat ide gambar sendiri masih perlu banyak berlatih.

Untuk mengaji, sekarang Kayla sudah Iqro’ 5 (di rumah), tapi di sekolah masih Iqro’ 3 (mungkin karena waktunya terbatas hanya seminggu 1 atau 2 kali ya…sementara di rumah hampir tiap hari…yaa, kadang2 bolong juga sih kalau Kayla lagi nggak mood atau kalau ada halangan yang lain)
Untuk hafalan surat2 pendek sudah bisa 10 surat, 9 hadist nabi, 9 doa sehari-hari, kalimat thoyyibah dan beberapa bacaan sholat. Untuk sholat di rumah, Kayla masih mau sholat maghrib aja, ditingkatkan lagi ya…
Semoga Kayla semakin semangat belajar, mengaji dan sholatnya…