28 September 2010

KARTU LEBARAN KAYLA…

Mumpung masih bulan Syawal, cerita tentang Kayla menjelang lebaran ah…
Menjelang lebaran, Kayla diajari gurunya di sekolah buat kartu lebaran. Unik dan bagus. Temanya ada bentuk mangga dan hiasan lainnya (karena Kayla di kelompok Manggo). Juga ada tulisan permohonan maaf seperti kartu2 lebaran pada umumnya dan foto bersama dengan teman sekelasnya dan kedua ibu gurunya. Untuk perangkonya ada foto Kayla dengan 3 temannya. Yang ini sepertinya sekolah bekerjasama dengan kantor pos setempat.

Di rumah pun Kayla membuat kartu lebaran (menurut Kayla itu kartu lebaran, tapi menurutku lebih tepat “surat lebaran”. Banyak sekali surat lebaran yang dibuat Kayla, yaitu buat Bapak dan Ibu, tante-tantenya, dan beberapa temannya.
Ini dia “surat lebaran” Kayla :












Untuk Ibu :
Tulisannya begini nih…(di foto nggak begitu jelas, soalnya nulisnya pakai pensil…)

“Untuk ibu Reni Dwi Astuti
Ibu, di hari lebaran ini aku minta maaf ya…Aku banyak salah
Dikirim ke ibu

Tanda tangan dari Kayla

(disini ada TT kayla, xixi…)

Harap disimpan, habis baca terus dikembalikan
Kalau tidak disimpan besoknya kalo lebaran tidak tak bikinin lagi lho…
(ada gambar ketupatnya juga….tapi ada tulisannya gini nih:

Diwarna ya ketupat ini…
Assalamualaikum
Terimakasih

-----------------------------------------------------------------
Untuk Bapak:

Assalamualaikum Pak, Kayla maafin ya…
Pak kayla kepingin punya adik perempuan ya…
Bikinin ya pak
Kayla sayang bapak karena Bapak ngajarin baca al Quran, makanya Kayla sayang bapak

(yang ini juga ada gambar ketupatnya, tapi nggak minta diwarnai…)

Itu saja yang ditampilkan, yang lain hampir sama kata-katanya, intinya minta maaf kepada masing-masing orang yang dituju…

22 September 2010

AL QUR’AN UNTUK KAYLA

Alhamdulillah bulan Ramadhan kemarin Kayla sudah menyelesaikan Iqro’ Jilid 6. Sesuai janji kami bila telah lulus Iqro’ 6, kami akan membelikannya sebuah Al Qur’an dengan tajwid blok warna. Tujuan kami agar kayla semakin semangat dalam belajar mengaji. Ini Al Qur’an untuk Kayla…



Al Qur’an-ku dengan tajwid blok warna ini diterbitkan oleh Lautan Lestari Jakarta dan Islamic Book Service- New Delhi, India ini insya Allah membantu memudahkan anak dalam membaca Al Qur’an tanpa harus menghafalkan hukum-hukum tajwid lebih dulu yang perlu waktu lama untuk mempelajarinya, terutama bagi anak seusia Kayla.

Dengan begitu, anak lebih mudah mempelajari tajwid dengan mengenali warna yang tertera dalam Al Qur’an tersebut.
Semoga Alloh SWT memudahkan Kayla dan kita semua dalam mempelajari Al Qur’an. Amiin…

04 September 2010

PUASANYA KAYLA


Ramadhan tahun ini, Kayla sudah mulai latihan berpuasa setiap hari. Meski masih belum bisa sahur pada waktu yang seharusnya, namun Kayla sudah mulai ajeg puasa tiap hari. Kayla cuma libur tidak puasa selama 3 hari karena sakit panas dan muntah-muntah.

Dalam latihan berpuasa, Kayla sahurnya sekitar jam 7 atau 8 pagi. Kayla sangat sulit dibangunkan waktu sahur. Kalaupun bangun, dia nggak akan mau makan sahur saat itu.
Untuk waktu berbuka, kadang jam 12 sudah buka, kadang sampai jam satu atau setengah dua. Setelah beberapa waktu berbuka, lalu dilanjutkan puasa lagi sampai bedug maghrib. Alhamdulillah, selama latihan puasa ini Kayla (seingat saya) tidak merengek dan rewel. Hanya sesekali aja nanya kok lama banget sih waktu bukanya…
Selama puasa dan setelah sekolah libur, Kayla selalu ikut saya di Pelangi Bunda. Disana Kayla bermain dengan beberapa temannya, sehingga rasa lapar tidak terlalu terasa.

O ya, Kayla sempat “mokel” sekali sekitar jam 11-an. Saat di rumah, ia diajak main temannya di playground sekolah dekat rumah. Mungkin dia bermainnya lari-larian di halaman sekolah, sehingga (ini kata mbak Hana) ketika tiba-tiba masuk rumah langsung minta minum dan nggak bisa dicegah,

Pernah juga Kayla terlihat agak kuyu dan lemas saat masih ada kegiatan pondok Ramadhan di sekolahnya. Ketika aku Tanya, kenapa kok terlihat lemes? Katanya, “ Soalnya tadi aku angkat-angkat beras dan nimbang beras (untuk zakat), berat sekali Bu… (Ini kegiatan zakat di sekolah)”. Dan itu memang Kayla habis sakit. Tapi alhamdulillah bisa nunggu buka waktu dhuhur.

Untuk sholat tarawih, Kayla ikut aku tarawih di masjid Islamic Center di kompleks SDIT Al Ibrah yang kebetulan lokasinya di depan rumah. Dalam hal ini, Kayla masih sangat tergantung dengan siapa teman sholatnya. Bila pas temannya si A, maka sepertinya sudah ada “kesepakatan” kalau sholat tarawihnya tidak bakalan sampai selesai 11 rakaat. Paling2 sholat Isya’ dan tambah 2 rakaat tarawih saja, habis itu sudah berupaya untuk meminta ijin main dulu di playground dengan berbagai alasan, yang capeklah, kegerahan, dll…Kalau aku tidak memberi ijin, maka setelah aku takbir mau sholat, dia segera melepas mukena dan melipatnya habis itu main, atau sekedar liat-liat aja di belakang shaf . Tapi aku selalu mengingatkan kalau main tidak boleh teriak-teriak atau rebut karena bisa mengganggu orang yang sedang sholat.

Nah, bila temannya pas, misalnya si K yang memang sudah SD sih…maka karena temannya itu sholatnya sampai selesai, si Kayla pun bisa sampai selesai, paling2 ninggal sholat witir 3 rakaat, katanya sudah capek.

Kayla pun terkadang aku ajak bantu-bantu menyiapkan berbuka. Saat aku memasak ia bisa bantu2 dan tentunya malah senang, seperti mencuci beras, mencuci sayur (meski tetap harus dicek dan bila perlu diulang lagi), memeras jeruk untuk es jeruk, atau memotong-motong cincau hitam, bantu bilas cuci piring atau motong-motong sayur. Dia semangat banget kalau disuruh bantu-bantu masak, dan seringnya di menganalogikan dengan presenter Ala chef Farah Quinn…Sambil menirukan gaya farah Quinn saat masak…Kalau cuci beras misalnya… kita ambil berasnya, taruh airnya ke dalam baskom, lalu bersihkan berasnnya…dan buang airnya…kasih lagi air yang baru…bla… bla…
Jadi geli juga melihatnya…

Harapanku yang aku sampaikan pada Kayla untuk puasa tahun depan adalah bisa sahur tepat waktu (di waktu sahur yang seharusnya)… meskipun puasanya masih sampai dhuhur…
SEMOGA….