06 Agustus 2012

ROMANTIKA 15 HARI PUASANYA KAYLA


Judulnya kok agak gimanaaa...gituuu....
Tak apalah yaaa...biar asyik aja...

Alhamdulillah, sudah 15 hari puasa bisa kita jalani bersama (sekarang mah sudah lebih 15 hari, atuuuhhh.....)
Puasa di bulan Ramadhan yang selalu kita rindukan kehadirannya karena di bulan ini Allah SWT akan selalu membuka pintu rahmat-Nya, memberikan ampunan-Nya bagi dosa-dosa kita, dan  membebaskan kita dari panasnya api neraka.

Disamping itu, banyak sekali keutamaan bulan Ramadhan. Pertama, merupakan bulan diturunkannya al Qur’an. Kedua, Allah menjadikan malam Lailatul Qodr dimana bagi hamba-Nya yang bisa mendapatkannya akan mendapatkan bonus besar-besaran yaitu seperti telah beribadah selama 1000 bulan atau 83 tahun. Coba, mana ada yang bisa memberikan “diskon” sebesar itu, bahkan umur manusia belum tentu semua bisa mencapai segitu. Ketiga, dibuka pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Ini artinya bahwa bulan mulia ini membuka kesempatan bagi setiap muslim untuk beribadah kepada allah SWT untuk mendapatkan surga-Nya dan terhindar dari siksa neraka.

Maka, seperti keluarga-keluarga muslim yang lain, maka kami juga berusaha untuk melatih Kayla berpuasa. Alhamdulillah, puasa tahun ini, Kayla “hampir” bisa puasa penuh sampai maghrib. Saya katakan”hampir” karena dari 15 hari yang telah berlalu, ada beberapa hari yang belum sampai maghrib, tepatnya hari-hari awal bulan Ramadhan. Perinciannya, 1 hari tidak puasa karena sakit, badannya panas dan muntah-muntah, 1 hari puasa setengah hari (saat Dhuhur berbuka, habis itu puasa dilanjut lagi sampai maghrib), 2 hari puasa sampai jam 16.00. Setelah itu, alhamdulillah bisa puasa penuh. Walau kadang kalau habis pulang sekolah ada keinginan untuk berbuka, tapi berhasil kami “tahan” hingga saatnya tiba. Memang kadang terbersit rasa tidak tega juga kalau melihat bibirnya kering dan agak lemas. Tapi kami yakin ia bisa. Tak lupa kami memberikan penjelasan mengapa kita harus berpuasa satu bulan penuh,  Dan semoga 15 hari berikutnya Kayla bisa bertahan yaa... amiiin...

Kalau dibanding jaman emaknya dulu nih, ketika kelas 2 SD puasanya cuma sampai jam 10.00 pagi...hihihi...nggak tahu juga ya... dilatihnya sama ortu sampai jam segitu...atau kasihan kali ya melihat daku lemes...   Tapi kan memang jaman sudah berubah yaa...

Ada satu hal lagi yang mampu menguatkan puasanya sampai maghrib yaitu ada temannya depan rumah, Nina namanya yang hampir setiap hari main ke rumah setelah pulang sekolah.

Mereka selalu bermain bersama, memelihara ikan (mengganti air dan memberi makan), nonton TV atau kadang main ke rumah Nina. Selama puasa pun, Kayla jarang sekali tidur siang, yaaa...bermain aja kerjanya. Kayla memang tidak terbiasa tidur siang. Kalau diajak tidur siang, katanya nggak bisa merem matanya, hihii...



KAYLA, SAAT  BERBUKA  DAN  MAKAN  SAHUR

Saat berbuka, setelah minum sedikit Kayla pasti langsung minta makan nasi, katanya sudah nggak kuat nahan laper kalau harus sholat maghrib dulu. Jadi saat yan lain masih makan takjil, Kayla sudah makan nasi duluan.
Kalau sahur, Kayla memang susah sekali dibangunkan, sehingga harus pelan-pelan. Setiap makan sahur harus disuapi karena makannya dengan mata masih merem hihihi...seringnya nih makan sambil tiduran dengan bantal agak tinggi. Memang ini hal yang tidak baik, tapi daripada Kayla nggak mau makan sahur, kan malah berabe...
Jarang-jarang Kayla makan sahur sambil melek penuh, minum pun pakai sedotan karena sambil tiduran juga...

Selama puasa, Kayla sulit kalau diajak belajar. Aku nggak terlalu memaksakan dalam hal ini, yaacch diskon juga lah belajarnya... Belajar kalau ada PR saja. Setelah sahur, Kayla tidur lagi dan dibangunkan lagi untuk mandi pagi, pasti susah juga bangunnya, apalagi selama puasa, saat masuk sekolah dimajukan jan 06.30. Kayla pun harus digendong ke kamar mandi, lalu didudukkan di kursi pendek dan  pasti dimandiin dengan air hangat karena masih terlalu pagi dan udaranya masih cukup dingin (biasanya sih nggak pernah pakai air hangat). Mandi pun dengan mata merem, baru saat sikat gigi mau terbuka matanya. Kalau aku pakai trik sikat gigi dulu baru mandi, pasti dia akan menolak mentah-mentah dan ngambek.

Saat tarawih pun, kalau dulu hampir selalu ikut dengan kami ortunya di masjid, sekarang sudah jarang mau gabung lagi, tapi sudah berangkat duluan bersama teman-temannya untuk tarawih di masjid. Disamping itu, dia juga ikut-ikut minta tanda tangan sang imam sholat setelah selesai tarawih, padahal di sekolahnya tidak ada tugas seperti itu. Dia akan excited banget kalau sudah mendapatkannya...

Ada satu hal lagi, Kayla ikut-ikutan bermain petasan tapi aku hanya mengijinkan petasan yang aman saja seperti mercon banting atau kembang tetes. Kembang api sudah nggak mau lagi, kurang seru katanya... tapi aku tetap membatasi dengan ketat untuk hal yang satu ini. Di awal-awal masih sering ikut-ikutan temannya, tapi alhamdulillah akhirnya sudah mulai nggak lagi, karena temannya yang ngajak-ngajak menyalakan petasan sering aku kasih tahu kalau nggak baik mainan petasan, bisa bahaya.


Semoga bulan Ramadhan merupakan bulan yang menyenangkan bagi Kayla, dan tentunya juga bagi anak-anak muslim di seluruh dunia

Semoga di tahun depan Kayla bisa lebih baik puasanya dan semakin memahami makna puasa sebenarnya, tidak hanya untuk menahan nafsu, lapar dan dahaga. Juga dapat memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat.

Semoga kita masih bisa dipertemukanlagi dengan Ramadhan yang akan datang dalam keadaan yang jauh lebih baik.

30 Juli 2012

NONTON PERSEBAYA vs QUEEN PARK RANGER


*
Ini kesempatan pertama bagi aku dan Kayla nonton pertandingan sepak bola secara langsung. Bersama aku, Kayla, suami, mbak Hana dan om Inud. Hari Selasa, 24 Juli yang lalu, pertandingan antara Persebaya vs tim sepak bola Premier League Inggris Queen Park Ranger (QPR) di Gelora Bung Tomo Surabaya.
Sebenarnya acara nonton ini tidak terencana, karena saat itu tiba-tiba Om Inud minta ditemani nonton rame-rame biar seru.

Mulai perjalanan menuju ke stadion aja sudah terlihat beriringan suporter Persebaya yang terkenal dengan boneknya. Sebelum berangkat sudah berdoa terus semoga nggak terjadi hal-hal yang nggak baik, semoga nggak terjadi keributan dan anarkhi.
Perjalanan lancar, walaupun jarak parkir yang kita dapat menuju ke geloranya lumayan jauh harus jalan kaki, melewati “jalan yang nggak biasa” atau jalan pintas di sekitar tambak-tambak yang temaram menjadikan pengalaman tersendiri yang tak bakal terlupakan.

Kayla pun terlihat surprise, ya karena memang baru pertama kalinya nonton bola secara langsung. Bisa melihat aksi laga pemain papan atas Eropa seperti Park Ji Sung, Anton Ferdinand, Shaun Wright-Phillips. Dari Persebaya pun muncul Fernando Soler, Erol Iba, Andik Vermansyah dan Nurfastabiqul Khoirot. Tak ketinggalan juga Diego Michels dan Patrich Wanggai, meskipun keduanya tampil menjelang akhir babak kedua.

Ketika para bintang lapangan hijau itu muncul di lapangan, terdengar jerit histeris para penonton.
Selain aksi para bintang, yang menarik perhatian kami tentu atraksi dari suporter yang luar biasa heboh dan menghibur. Stadion pun dipenuhi dengan kostum berwarna hijau. Kami pun tak lupa memakai baju warna senada meski bukan kostum suporter Persebaya.
Saat itu pula dibentangkan jersey raksasa berukuran 30 x 18 meter di tribun utara stadion yang menurut berita sih baru pertama kali dibawa suporter untuk mendukung tim pujaannya. Di tribun selatan juga nampak terbentang bendera suporter Persebaya sebesar 40 x 30 meter. Tak ketinggalan di tribun sebelah timur nampak terbentang bendera merah putih raksasa berukuran 60 x 20 meter.

Namun ada dua hal yang kurang enak terjadi, yaitu sering dinyalakannya petasan dan lampu mati beberapa kali, yaitu saat kami masih belum masuk gedung lampu terlihat mati untuk beberapa saat. Kemudian saat para pemain melakukan pemanasan dan yang memalukan saat di tengah-tengah pertandingan lampu mati untuk waktu yang agak lama.... haaahh...apa-apaan ini, lampu mati saat pertandingan!!! Semoga nggak terulang lagi aja.

Pertandingan berakhir dengan dimenangkan tim QPR 2-1. Meskipun terjadi beberapa insiden di atas, overall pertandingan berlangsung baik, aman dan menghibur.


24 Juli 2012

KETIKA ANAK BERBOHONG


Kejadian ini sudah terjadi beberapa waktu yang lalu. Berawal ketika aku mau meminjam alfa link – nya Kayla. Alfa link itu kami belikan untuk menunjang proses belajar bahasa Inggrisnya, baik di sekolah maupun di tempat lesnya. Itu juga sebagai reward dari kami agar Kayla lebih bersemangat lagi belajar bahasa Inggrisnya, mengingat pada Starter 1 dan Starter 2 dapat predikat THE BEST STUDENT.
Singkat cerita, saat itu Kayla nampak ogah-ogahan (menghindar) menjawab, katanya, “Nanti aja lah, Bu...”
Saat itu aku belum curiga. Aku pikir dia lagi males aja ambil di tempatnya. Hari berikutnya aku mau pinjam lagi, tapi Kayla nge-les lagi. Kali ini nge-lesnya tidak dengan kata-kata tapi dengan ungkapan yang jelas.
            Suatu saat aku cari sendiri di beberapa tasnya dan juga di rak-rak bukunya. Aku sudah mulai curiga kenapa Kayla selalu menghindar dan sering berusaha mengalihkan pembicaraan setiap aku tanya tentang Alfa Link-nya. Aku pikir mungkin Kayla lupa naruhnya di tas yang mana, soalnya Kayla sering ganti-ganti tas kalau ke sekolah.
            Aku tetap belum menemukannya. Beberapa hari berlalu, dan tentang Alfa Link sudah mulai terlupakan karena fokus pada UKK (Ulangan Kenaikan Kelas) yang tinggal 2 hari lagi. Ketika UKK sudah berlalu, aku pun menanyakan kembali, tapi Kayla tetap memberikan jawaban yang tidak jelas. Hingga suatu hari, aku menanyakannya lagi (karena penasaran banget, kok Kayla tidak biasanya seperti ini)
“Kayla, dimana Alfa Link-nya, ibu mau pinjam? Hilang ta?”
“Enggak...” (sambil bermain dan tidak melihatku)
“Kalau nggak hilang, terus dimana? Ibu mau pinjam”
Aku semakin curiga melihat ekspresi wajahnya.
“Hilang ya...?” (Akhirnya aku bertanya dengan penuh selidik..., penyidik kaleee...)

Suamiku yang ikut mendengar percakapan kami pun akhirnya ikut nimbrung.
“Dipinjam temanmu ta?”
“Iya...”
“Siapa yang minjem?” (tanyaku semakin penasaran dengan melihat ekspresinya)
“Tia....eh bukan Tia... Shirly....”

Sang emak semakin curiga nih dengan jawaban yang tidak pasti.
Aku pun mengulang jawabannya dan memastikan siapa yang meminjam.
“Tia atau Shirly...?” (agak tegas nih nanyanya....menginterogasi nih ceritanya)
“Shirly... Shirly....eehhh....”
“Pinjamnya kapan? Sudah lama?”
“Sudah...”

Suamiku pun menimpali lagi, sepertinya dia nggak curiga seperti aku karena dia nggak tahu cerita sebelumnya.
“Kalau dipinjam teman boleh aja, tapi jangan lama-lama. Atau kalau temannya pinjam nggak usah dibawa pulang ke rumahnya, cukup saat di sekolahan aja”

Kayla diam saja.

Aku pun bilang ke Kayla sekaligus untuk menguji kejujurannya, aku sudah curiga kalau ada yang tidak beres alias Kayla berani berbohong untuk hal ini.

“Besok Kayla bilang ke Shirly, diminta Alfa Link-nya karena untuk belajar di rumah, apalagi 2 hari lagi kan mau liburan...”

“Iya...iya... “ katanya dengan tidak pasti.
“Bener lho ya, besok diminta ke Shirly...” (kataku berusaha meyakinkan Kayla).

Karena aku masih belum yakin dengan Kayla, aku pun menambahkan,

“Atau ibu bilang ke Bu Nida (gurunya Kayla) agar dibantu mengingatkan Kayla besok...”

Dengan spontan dan ekspresi tidak berkenan Kayla pun menjawab,

“Jangan, Bu.... Jangan bilang Bu Nida.”

Eskalasi kecurigaanku semakin tinggi.
“Lho maksud ibu biar besok dibantu Bu Nida kalau Kayla nggak berani nanyain ke Shirly...”
(Dugaanku yang lain mulai muncul kalau kemungkinan Kayla dapat ancaman temannya berkaitan Alfa Link nya)

“Jangan, nggak usah.... Bener lho, ibu jangan bilang ke Bu Nida.... Iya besok Kayla minta...”

Habis itu Kayla main game di laptop. Sementara itu, aku membicaraknnya dengan suami tentang “keanehan” perilaku Kayla itu. Tidak biasa-biasanya dia seperti itu. Suamiku menduga mungkin Alfa Link nya direbut temannya di sekolah dan tidak berani bilang kepada kami maupun gurunya. Namun aku tidak yakin, karena kalau pun misalnya direbut temannya, pasti ada teman-teman dekatnya yang membantunya atau lapor ke gurunya. Kalau dugaanku, alfa link itu hilang dan Kayla takut mengatakannya.

Setelah beberapa waktu berlalu aku tiduran di kamar sambil membaca sebuah buku. Kayla ikut masuk dan ikut tiduran di sebelahku. Aku pun punya inisiatif untuk membicarakan tentang keberadaan Alfa Link itu. Aku ingin mengajaknya bicara dari hati ke hati barangkali ia mau terbuka dan mengatakan yang sesungguhnya.

“Kayla, bilang sama ibu, bener ta alfa link nya dipinjam Shirly?”
“Mmmm.... bukan kok Bu, bukan Shirly yang pinjam...” katanya dengan suara pelan dan memelas.
“Terus siapa?”
Ya temanku, tapi nggak di sekolah.”
“Teman dimana?”
“Di EH (English House, tempatnya les).
“Lho tadi katanya teman sekolah, kok sekarang teman EH?.... Siapa namanya yang pinjam?”

Dengan sangat lirih kayla mengatakan, “Laras...”
“Bener ta Laras yang pinjam?”
“Bener nggak hilang?” tanyaku memastikan.
Kayla diam saja, sehingga aku menyimpulkan dengan kata yang tegas, “Mmm...itu pasti hilang!”

“Kayla bilang yang sebenarnya sama ibu. Ceritakan kalau hilang kejadiannya dimana?”

Kayla pun merespon, “kalau hilang gimana, Bu?”
“Kalau hilang ya Ibu bantu nyari. Makanya Kayla cerita, hilangnya dimana? Kalau di sekolah Ibu bisa minta bantuan bu guru, kalau di EH ibu bisa minta bantuan miss yang ada disana barangkali ada yang menemukannya. Makanya Kayla jujur sama ibu. Ibu nggak suka kalau bohong. Makanya Kayla jujur sama Ibu...kalau bohong nanti nggak jadi beli PSP aja...”

Beberapa saat kemudian, kayla mulai terisak-isak.  Aku nggak tahu nih, menangisnya karena takut kalau kami marah atau karena ada “ultimatum” dari aku bahwa nggak jadi beli PSP.
Untuk sementara aku biarkan dia terisak-isak sampai dia reda sendiri.

Kemudian setelah itu, tantenya mengajaknya keluar beli pulsa. Tantenya pun menanyakan kenapa Kayla menangis. Aku ceritakan dengan singkat kejadian tadi.

Sepulangnya dari beli pulsa, tanpa sepengetahuan Kayla, tantenya cerita sama aku bahwa tadi di perjalanan dia berinisiatif menanyakan kejadian tadi pada Kayla dimana sebenarnya alfa link nya. Singkat cerita, ternyata Kayla menyembunyikannya karena ada bagian yang rusak/patah. Dan Kayla takut kalau ketahuan bapak, takut dimarahi.

Aku pun tergelak seketika mendengarnya. Tantenya pun menyarankan agar kayla terus terang saja sekarang. Tantenya pun berusaha meyakinkan bahwa tidak akan dimarahi. Kayla pun berjanji besok harinya mau terus terang. Aku ceritakan semua itu pada suamiku, dan kami pun tak menduga Kayla sampai segitu “takutnya” sampai dia pun berbohong.

Aku pun menunggu esok harinya dengan penuh penasaran. Apa yang akan dikatakan Kayla besoknya...

Alhamdulillah, Kayla pun akhirnya berterus terang dengan wajah malu-malu. Kami pun menjelaskan pentingnya jujur apapun yang terjadi. Dan bahwa kita harus berani menanggung resiko terhadap semua perbuatan yang kita lakukan....

22 Juni 2012

KARTU AS vs PIALA EROPA



Seolah membayar kesalahanku sebelumnya, kali ini, aku menjawab pertanyaan Kayla sampai dia mengerti. Tidak tanggung-tanggung, suamiku pun ikut “turun tangan” (ceileeee.... hiperbolis puoolll) memberikan jawabannya. Masih seputar Piala Eropa. Saat melihat acara televisi “Metro Hari Ini” yang mengulas Piala Eropa, di layar tertera “IBRA  KARTU  AS  SWEDIA”
Mungkin bagi Kayla kalimat itu aneh. Dalam pemahamannya yang namanya Kartu AS adalah kartu untuk layanan pulsa handphone.
Dia pun spontan bertanya.
Kayla : “Kok Ibra kartu AS Swedia Bu?”
Ibu (yang tak mau mengulangi kesalahan sebelumnya) : “ Itu maksudnya pemain yang namanya Ibra adalah pemain yang diunggulkan negaranya untuk bisa menang pertandingan.”

Tak mau kalah, suamiku pun angkat bicara:
“Ibra itu nama panjangnya Ibrahimovic, La... dia jadi kartu truf bagi negaranya... “

Menyadari bahwa Kayla makin nggak ngerti dengan istilah “kartu truf”, Bapak pun melanjutkan penjelasannya, “kartu truf itu maksudnya Ibrahimovic itu menjadi pemain yang dijadikan andalan Swedia untuk bisa menang melawan negara lain."

Informasinya masih ditambah lagi nih oleh Bapak yang lebih paham per”bola”an daripada ibu.

“Ibrahimovic itu seorang muslim, La...”
“Dia itu jago banget main bolanya."

Memang Kayla sudah mulai ada benih-benih ketertarikan dengan sepak bola, seperti Bapaknya. Walaupun nonton pertandingan bolanya nggak sampai selesai, dia selalu menyampaikan perolehan gol kepada orang disekitarnya, terutama kalau Persegres yang main. Beda dengan emaknya, mendingan tidur daripada nonton bola. Kecuali saat-saat extraordinary saja mau nonton bola, pas mood nonton bola lagi baik.

Ada lagi nih...
Ajang piala Eropa ini sekaligus kami jadikan moment untuk mengenalkan negara-negara peserta piala Eropa, sedikit demi sedikit, menjelaskan bahwa negara-negara tersebut berada di benua Eropa, warna benderanya, musimnya dan beberapa hal yang berkaitan dengan negara tersebut. Misalnya yang berkaitan dengan sejarah, bahwa Belanda dahulu pernah menjajah negara Indonesia selama kurang lebih 350 tahun...
Atau bahkan untuk memotivasinya agar kelak bisa mendapatkan beasiswa untuk belajar di negara-negara di benua Eropa, sehingga harus rajin belajar mulai sekarang.

Nggak salah kan...kalau kita punya mimpi...?

17 Juni 2012

SPONSOR RESMI PIALA EROPA



Saat aku sedang “konsentrasi” dengan makan siangku, dan di televisi sedang menayangkan spot iklan Coca Cola, tiba-tiba Kayla nyeletuk : “Bu, Coca Cola sponsor resmi piala Eropa. Kok nggak sponsor aja ya?” Aku dengan cuek dan kurang menanggapi pernyataan Kayla (yang sebenarnya pertanyaan, menurutku) karena sedang mengunyah makanan, merespon dengan singkat, padat dan jelas, : “YA...” Rupanya Kayla tidak terima dengan jawabanku. Dengan ekspresi kecewa (maafkan ibu ya Kayla....lageee...lageee...) ia berkata : “ Ibu kok jawabnya gitu aja, YA aja...”

Aku (tak menduga dia begitu kecewa, dan dengan membela diri nih ceritanya...) mengatakan, “Lho Kayla kan tidak nanya ke ibu, Kayla kan cuma memberi tahu ibu kaaann... terus maunya ibu jawabnya kayak apa?” Kayla (dengan setengah cemberut) : “Ya jawab gini, sponsor resmi itu apa, atau sponsor resmi itu gini...gini...lho maksudnya.... jangan YA aja, Bu...”

 Aku (dengan tertawa geli mendengar jawaban Kayla), “Oooo... Kayla mau tahu tentang sponsor resmi maksudnya apa, gitu ta...?”

Kayla : “Ya iyalah bu...” Aku akhirnya menjelaskan tentang maksud Coca Cola menjadi sponsor resmi piala Eropa itu kepada Kayla.

Dan akhirnya kata Kayla, “Oooo... gitu ta Bu...”

Hikmah dari sepenggal cerita di atas : Para pembaca yang budiman...(ceeilee...), Jangan sampai meniru perilaku “ibu” yang di atas itu ya... Karena, ketika anak memiliki rasa ingin tahu maka saat itulah seharusnya kita sebagai orangtua menjelaskan sampai dia puas.
Kejadian di atas bisa jadi dapat membunuh rasa ingin tahu anak yang luar biasa. Maafkan saya, saya khilaf.... harap dimaklumi (walaupun mungkin tidak bisa dimaklumi), kejadiaannya habis pulang kerja, pas capek, lapar lagi....

Sekali lagi, DON’T TRY THIS AT HOME....!!!!

14 Juni 2012

KAYLA VERSUS GIRLBAND...




Demam girlband dan boyband belakangan ini ternyata tidak hanya melanda para remaja di seantero dunia. Tapi juga melanda pada dunia kecil kami. Bisa ditebak, siapakah orangnya yang terkena serangan demam boyband dan girlband itu. Taraaaa...
Adalah Kayla, gadis kecil kami yang baru berumur tujuh setengah tahun pun terkena imbasnya. Dia sudah mengetahui girlband yang ada di Indonesia berikut lagu hits masing-masing band, bahkan hafal lagunya.... Aku sebagai ibunya, justru tahu beberapa girlband dan boyband serta lagu-lagunya justru dari Kayla. Yaa...karena masa-masa itu bagi aku tentu sudah lewat. Sudah bukan masaku lagi untuk mengikuti musik anak remaja... (Sudah ngerasa makin tuwiiirrr.......hihihi....)
Aku baru terhenyak ketika begitu jauhnya Kayla mengetahui girlband yang ada, bahkan sampai nama-nama personilnya pun dia tahu. Dan untuk girlband favoritnya “Cherry Belle” dia hapal sama koreografi nya, walaupun dengan gerakan-gerakan yang masih kaku. Tidak hanya itu, iya juga membeli posternya, barang-barang yang ada gambar Cherry Belle nya, sampai sepedanya pun diberi nama si Chibi...
Dia pun sering berlagak sebagai personil Cherry Belle yang sedang on stage... dengan memegang mikrofon dan bernyanyi serta bergaya ala Cherry Belle lengkap dengan aksi panggungnya.
Bahkan aku sebagai penontonnya, disodorin mikrofonnya untuk ikut menyanyi bersama...
Walah...walah...walah....
Mulai dari Cherrybelle dengan lagunya Dilema, Love is You, Beautiful
Seven Icon dengan lagu playboy, kamu jelaous
Lollipop dengan lagu kamso o pai
Blink dengan lagunya takut-takut
Princess dengan lagunya
Super Girlis

Smash, Coboy junior, XO 9, Suju, Penta Boys..... aduuh apalagi yaa...aku dewe gak hapal...
HAID PERTAMA UNTUK SI PRINCESS, DAN MIMPI BASAH UNTUK SI PRINCE
 Kali ini aku tidak menulis tentang Kayla. Karena memang belum waktunya dia mengalami hal tersebut. Namun, kalau sudah masanya pastilah itu akan dialami juga. Tulisan ini selain sebagai ulasan terhadap beberapa kondisi tentang hal tersebut pada anak-anak usia puber, sekaligus juga sebagai “persiapan” wawasan bagiku sebagai ibu untuk suatu waktu yang akan datang dan pasti dialami oleh putri kecilku (yang kini sudah mulai beranjak besar lhoo... bahkan dia tidak mau lagi disebut “adik” dan kadang ngambeg kalau aku lupa menyebutnya seperti itu. Dia maunya dipanggil “kakak” padahal belum punya adik juga...) Pada saat ini, masa puber anak-anak sudah mengalami pergeseran usia. Kalau dulu anak laki-laki dan perempuan memasuki masa puber pada usia sekitar 12-16 tahun, kini masa puber itu terjadi lebih dini, yaitu sekitar usia 9-10 tahun. Hal ini bisa terjadi karena asupan gizi yang baik yang dapat memacu proses pematangan kerja organ-organ reproduksi maupun hormon-hormon yang dihasilkan. Ketika anak sudah memasuki masa puber, diikuti dengan perubahan pada diri anak, baik secara fisik, psikis dan sekaligus pematangan fungsi seksual. Ketika putri kita mendapatkan haid pertamanya (menarche), hal itu menandakan bahwa organ reproduksinya mulai bekerja. Pada awalnya, bisa saja haid yang dialami belum teratur seperti pada wanita dewasa yang mengalaminya rutin setiap bulan dengan siklus 28-29 hari. Tapi ada juga yang langsung haid teratur setiap bulan. Ketidakteraturan haid bisa disebabkan oleh aktivitas anak yang tinggi. Tapi bisa diupayakan agar haid setelah haid pertama (biasa disebut masa perimenarch) dapat segera teratur, antara lain dengan istirahat cukup, gizi baik dan seimbang serta cukup berolahraga. Pada remaja putri akan nampak payudara mulai membesar, tumbuh bulu-bulu halus di ketiak dan bagian luar kelamin, serta tubuhnya mulai “berbentuk”. Selain itu, mereka juga mulai jerawatan, mulai aktifnya kelenjar keringat dan perubahan suara. Untuk si jagoan kita yang memasuki masa puber akan mengalami mimpi basah (nocturnal emission), mulai tumbuh rambut halus di kemaluan dan ketiak, tumbuh kumis, berjerawat, berjakun, suaranya mulai membesar dan keringat makin bertambah banyak. Dari beberapa kondisi di atas yang biasanya menjadi banyak perbincangan adalah mimpi basah. Mimpi basah yaitu keluarnya air mani yang terdiri atas campuran sperma dan semen ketika anak sedang tidur. Ejakulasi yang terjadi di alam unconsiousness ini terjadi akibat testis sudah terisi penuh oleh sperma hingga keluar dengan sendirinya. Jadi, saat itu testis mulai berproses menghasilkan air mani yang mengandung sperma. Alat kelamin pun menjadi tegang akibat pengaruh kerja saraf dan hormon sehingga air mani akan keluar secara spontan saat anak tidur. APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANGTUA ??? Dalam menghadapi proses alami tersebut, orangtua harus berperan agar anak tidak gelisah atau kaget dengan apa yang dialaminya. Namun, biasanya anak enggan bercerita dengan orangtuanya. Mereka malu bicara tentang perubahan yang terjadi pada dirinya. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, orangtua harus bersikap pro aktif, dengan mengajak anak berbicara soal mimpi basah maupun menstruasi sebelum mereka mengalaminya. Misalnya sekitar usia 8 tahun. Bahkan untuk Kayla sendiri aku sudah mempersiapkannya sejak usia 7 tahun atau bahkan sebelumnya ya.... Saat ia sering bertanya “Mengapa ibu tidak sholat?”. Nah, saat itulah aku menjelaskannya sedikit demi sedikit dengan bahasa yang tentunya bisa dipahaminya. Tahu apa reaksi Kayla??? “Waaah...enak, Ibu nggak sholat...” Duuueeeeenggggg.......... Maklum, Kayla masih agak susah kalau diajak sholat.... Harus agak dikencengin agar mau sholat. Kembali ke pembahasa awal... Singkatnya kita harus menceritakan perubahan-perubahan yang akan dialaminya anak puber kita, termasuk saat mimpi basah maupun saat menstruasi. Sebenarnya, seiring dengan perkembangan teknologi yang kian canggih, anak bisa mencari informasi sendiri tentang hal tersebut, bisa lewat internet maupun majalah, atau dari temannya. Tapi, untuk menghindari anak malu atau enggan bercerita saat ia mengalaminya, maka orangtua harus tetap memberikan wawasan pembuka/prolog tentang hal tersebut. Ini juga dapat digunakan sebagai wahana membuka komunikasi dan kedekatan orangtua dengan anak. Jangan biarkan anak mencari-cari sendiri informasi sehingga mereka menjadi enggan bercerita kepada orangtuanya karena malu. Untuk itu, orangtua harus menjelaskan dengan baik meski mungkin sebagian masyarakat masih menganggapnya tabu. Sampaikan pada anak bahwa mereka akan mengalami perubahan hormonal sehingga secara alami akan mengalami menstruasi atau mimpi basah.  
BAGAIMANA SELANJUTNYA ??? Orangtua jangan hanya memberikan informasi seputar mimpi basah atau menstruasi saja, tetapi juga harus menjelaskan bahwa ada suatu bentuk tanggung jawab yang harus dilakukan satelah mereka mengalami hal tersebut. Misalnya, untuk anak perempuan yang mulai haid, berikan pentingnya menjaga kebersihan selama haid, bagaimana cara memakai pembalut wanita, sarankan anak untuk mandi secara teratur dan berganti pakaian dalam setiap 4 jam sekali untuk mencegah infeksi, terutama saat masih “deras-derasnya”. Bahkan terjadinya perubahan emosi ketika haid. Berikan informasi juga bahwa sebagian orang akan mengalami rasa sakit saat haid (dilep), atau gangguan dalam lama atau jumlah darah haid, kadang tubuh agak lemas sehingga harus diimbangi dengan gizi yang cukup. Selain itu, saat payudara membesar harus mulai menggunakan bra, “mengendalikan” bau keringat, tetap PD saat tumbuh jerawat sampai pada suatu saat ketika mereka digoda oleh lawan jenisnya. Untuk anak laki-laki, mereka harus dibekali informasi tentang aktifnya hormon-hormon seksual yang menyebabkan di dalam dirinya akan muncul dorongan seksual. Orangtua harus siap dengan kiat-kiat mengontrol dorongan itu, misalnya dengan berolahraga, tidak membaca bacaan porno, atau tidak melihat tayangan untuk orang dewasa. Berikan penjelasan secara terbuka dan jelas, sehingga anak memiliki persiapan baik fisik maupun psikologis. Orangtua harus tetap menjadi teman terbaik dan menjadi informan utama bagi anak. Untuk dapat memenuhi itu semua, maka kita sebagai orangtua harus selalu memperkaya wawasan dan update informasi. Intinya adalah kemauan bagi para orangtua untuk terus dan terus belajar. Semua kita lakukan demi yang terbaik buat putra-putri kita.

23 Maret 2012

KENANGAN LATIHAN PRA JABATAN

Alhamdulillah, aku telah selesai menjalankan "kewajiban" yang satu ini, yaitu Pendidikan dan Latihan Pra Jabatan atau biasa disingkat LPJ ato Prajabatan demi mendapatkan "status" PNS 100%. Aku LPJ di BLKI Singosari Malang mulai tanggal 5 s/d 24 Februari 2012. Banyak cerita yang terjadi disana. Mulai bertukar pendapat, berbeda pendapat, dan mempertahankan pendapat. Banyak hal yang didapat sebagai bekal menjadi PNS yang memiliki kepribadian dan etika yang baik, berwawasan kebangsaan, memiliki tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,...ceeilleee... Ada saat serius, santai, ngakak, tegang dan campur aduk... Ada widyaiswara, ada pembina fisik ada wali kelas, ada senat dan ada teman-teman yang luar biasa. Secara umum VERY AMAZING...

O iya, banyak kisah yang tak mungkin terlupa...tiap mau kegiatan harus apel, mau mandi harus antriiii, ada story about ikan indosiar, ada IP (Ijin Pesiar), ada IB (Ijin Bermalam), presentasi tiap hari, senam tiap pagi, ngantuk saat materi (waduww...nggak selalu siiih), ada mumun "si ice breaker" dan pengocok perut, ada dr. Heru SpPD yang super serius jadi gila-gilaan, ada "Pak Kabbih", ada "Dora Emon" Tri H, ada mbah Mul, ada BKD,... dan masih banyak lagi (itu yang sekelas sama aku, belum teman-teman yang lain kelas yang aneh dan gila...

Angkatan yang bareng aku ada 3 yaitu angkatan 431, 432 dan 433. Aku berada di Angkatan 431 A. Ada 5 kabupaten/kota saat itu, yaitu dari Gresik, Madiun, Nganjuk, Probolinggo dan Surabaya.

Enaknya lihat foto-foto aja ya...




Ketika aku harus pakai topi bola merah warnanya karena lupa nggak pakai topi hitam



Menjelang malam inaugurasi...

01 Maret 2012

ULTAH KE - 7 KAYLA, 7 JANUARI 2012


Alhamdulillah, Kayla sudah semakin besar. Sekarang sudah berumur 7 tahun. Semoga Kayla bisa menunjukkan kemajuan yang lebih baik dari sebelumnya. Semakin mandiri, rajin sholat, mengaji dan rajin belajar. Memang untuk hal-hal tersebut, Kayla masih harus terus dimotivasi oleh kami selaku orangtua...

Kayla termasuk anak yang mudah dibimbing dan diarahkan, meskipun sesekali muncul juga kebandelannya yang khas anak-anak. Kami pun membimbingnya dengan sistem tarik ulur. Ada kalanya kami "kenceng", ada kalanya kami agak longgar, tentunya melihat kondisi yang ada pada waktu itu.
Selaku orangtua kami sadar sepenuhnya bahwa kami belum bisa memberikan segala yang terbaik buat Kayla, tapi Insya Allah kami selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik sesuai kemampuan kami.
Ya Allah, berilah kami kemampuan untuk terus membimbing, mengasuh, mendidik, mencintai dan menyayangi amanah-Mu yang luar biasa ini...
Ya Allah, jadikanlah ia sebagai manusia yang mampu mengoptimalkan segala kemampuan dan kebaikannya,
Ya Allah, jadikanlah ia wanita sholihah yang selalu mengemban tugas kemuliaan dari-Mu, sebagai dirinya sendiri, sebagai anak, sebagai manusia yang selalu bisa membawa kebaikan dimanapun dia berada...
Amiin yaa Robbal 'Alamien...