16 Oktober 2013

WELLCOME TO THE WORLD, MY BABY...




Proses kelahiran anak kedua kami diawali dengan keluarnya lendir disertai darah (seperti pada umumnya) tapi tidak terlalu banyak, selama 2 hari yaitu tanggak 2 dan 3 Juli 2013. Ketika itu pun aku segera memeriksakan diri ke bidan terdekat. Untungnya tetanggaku ada yang praktek bidan di rumah untuk konsultasi barangkali sudah ada “bukaan” karena belum terasa mules-mules seperti mau melahirkan, hanya terasa kenceng-kenceng seperti kontraksi palsu saja. Ternyata memang belum ada bukaan meski sudah keluar lendir campur darah. Aku pun semakin rajin jalan-jalan, katanya dengan begitu bisa merangsang bukaan.

Kemudian tanggal  4 masih sama, keluar lendir campur darah. Seperti sebelumnya, aku ke bidan lagi. Kali ini aku disarankan ke RS saja karena sudah keluar lendir campur darah selama 2 hari tapi kok belum ada bukaan, dan agar bila terjadi sesuatu bisa segera ditangani.

Akhirnya tanggal 4 pagi sekitar jam 8.15 kami (aku, suami, Kayla, ibuku dan ibu mertua – rombongan) pun berangkat ke RS biasanya aku periksa rutin tiap bulannya.

Sampai disana jam 08.30 langsung diperiksa dan memang belum ada bukaan. Kemudia disarankan untuk tiduran miring ke kiri, katanya sih biar bisa cepat kontraksi. Setiap rasa mulas datang aku selalu melihat jam di dinding untuk mengetahui berapa menit sekali rasa mulas itu datang.

Aku pun mencatatnya di handphone. Rasa mules mulai teratur setiap 20 menit sekali yaitu pada pukul 09.00, 09.20, 09.40, 10.50, 11.30, 12.45.

Selama waktu itu selalu dipantau tekanan darah dan denyut jantung janin. Setiap 4 jam sekali diperiksa apakah sudah ada penambahan bukaan.

Ketikan pukul 14.00 diperiksa baru bukaan 2. Lalu pukul 16.00 ada peningkatan bukaan 4. Alhamdulillah, lega rasanya ada progresnya. Setelah itu bukaan tidak bertambah lagi. Aku disarankan untuk BAB dan BAK agar persalinan berjalan lancar. BAB sudah, tapi BAK masih kurang lancar. Bukaan pun tidak nambah lagi. Sempat khawatir kalau bukaan terhenti di bukaan 4. Akhirnya sekitar pukul  tujuh malam dipasanglah kateter karena kandung kemihku sudah penuh tapi nggak bisa aku keluarkan kemihnya meski sudah disiram air hangat dan ditekan-tekan daerah sekitar kandung kemih. Setelah dipasang kateter, mengalirlah air kemih dengan lancar dan banyak. Setelah itu pembukaan berlangsung/bertambah terus, rasa sakit yang hebat terus bertambah-tambah dengan jarak yang kian dekat. Bidan dan perawat pun segera menyiapkan proses persalinan. Tak lama kemudian setealh pembukaan hampir sempurna datanglah DSOG dan langsung membimbingku menjalani proses akhir persalinan.

Selama seharian di RS, gantian yang menjagaku di kamar bersalan. Karena hanya satu yang boleh masuk, maka bergantianlah anggota rombongan tadi menemaniku termasuk Kayla. Namun ketika bukaan sudah semakin banyak suamiku yang menungguku di dalam ruangan. Ia pun terus mensupport dan mendampingiku selama proses  itu.

Ketika jam dinding menunjukkan pukul 20.20, lahirlah putri ke-2 kami dengan sehat dan selamat tak kurang suatu apapun. Buah hati kedua kami lahir dengan berat badan 3,5 dan panjang badan 49 cm.

Rasa syukur dan lega yang luar biasa tercurah saat itu. Rasa sakit telah berganti dengan luapan kegembiraan dan kelegaan kami sebagai orang tua dan semua yang ada di ruangan bersalin itu, juga keluarga yang menunggu di luar mulai dari pagi. Ketika si dedek lahir dia langsung menangis tapi tangisaanya tidak terlalu keras.



Proses selanjutnya pengeluaran plasenta dan pembersihan. Bayiku dibawa ke ruangan untuk dikeringkan dan dibungkus kain. Setelah proses “jahit-menjahit” aku pun bisa melihat dan mencium bayi mungilku. Takjub dan haru kala itu. Tak bisa terlukiskan betapa bahagianya kami saat itu.

Persalinan ini terasa agak lama karena belum ada bukan sudah “stay” di RS. Beda dengan Kayla dulu, sudah bukaan 3 di rumah baru berangkat ke RS sehingga tidak terasa lama banget di RS nya.

1 komentar: