23 Februari 2016

BANDUNG SELALU DEKAT DI HATI



Bandung... salah satu kota yang membuatku selalu ingin kesana, lagi dan lagi...

Baru 3 kali aku menginjakkan kakiku di kota Paris Van Java ini. Kota yang terkenal dengan mojang Priangan yang geulis-geulis dengan kulit yang putih bersih. Bandung yang selalu ngangeni dan menarik untuk dikunjungi. Namun, tidak setiap saat aku bisa kesana. So, bagaimana, untuk memenuhi rasa kangenku pada kota ini? Ah, entar aja deh jawabnya, karena aku mau cerita kisahku ketika aku berkesempatan bertandang ke kota ini.



Tahun 2001

Ini pertama kalinya aku ke Bandung. Saat itu aku masih gadis. Bersama dengan teman-teman dari Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS), kami berangkat dari stasiun Gubeng naik kereta api Mutiara Selatan. Saat itu bulan Ramadhan. Ada beberapa destinasi yang kami tuju saat itu (yang dalam tulisan ini akan aku beri urutan aja yaaa...sekalian aku juga pingin tahu, ada berapa destinasi di Bandung yang sudah pernah aku datangi dalam 3 kali kunjungan itu).



Destinasi 1 : Pondok Pesantren Daarut Tauhid

Ini saat berada di dalam area Daarut Tauhid Bandung
Hampir semua orang sudah tahu pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Geger Kalong Girang No 67 Bandung  ini. Ponpes yang diasuh oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau yang lebih akrab dipanggil Aa Gym ini saat itu sedang “booming”. Banyak umat muslim yang ingin kesana, termasuk aku tentunya. Alhamdulillah, di tahun 2001 aku bisa melihat, masuk dan mengikuti beberapa kegiatan disana. Saat itu bulan puasa, jadi ponpes Daarut Tauhid full agenda kegiatan dan banyak tamu juga yang berdatangan. Kami pun berkesempatan berkeliling seputar pondok dengan guide salah satu ustadzah pengurus yayasan dari sana. Adeeemm rasanya hati ini bisa berada disana. Di dalam ponpes, selain kental dengan kegiatan keagamaan dan pendidikan, juga nampak banget kegiatan kewirausahaan. Di sana ada minimarket yang menjual berbagai macam kebutuhan para santri, dan juga pengunjung yang datang kesana tentunya. Saat itu aku beli abaya Bandung (aku sih menyebutnya begitu) yang kala itu lagi trend. Dan sekarang abaya itu masih ada lhoo... Kami juga berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman Aa Gym, namun saat itu beliaunya sedang kurang enak badan sehingga tidak bisa bertemu beliau. Tapi tetep bisa bertemu beliau di masjid saat keesokan harinya. Kami juga berkunjung ke TK Khas Daarut Tauhid dan sempat bertukar ilmu tentang pengelolaan TK dan seluk beluk pembelajaran disana.
di TK KHAS DAARUT TAUHID BANDUNG
Selain itu kami juga ke MQFM, stasiun khas Daarut Tauhid. Berkesan banget deh pokoknya. Pastilah sekarang perkembangannya jauh dibanding 15 tahun yang lalu.... Kangen pingin ke Daarut Tauhid lagi...



Destinasi 2 : Tangkuban Perahu

di Tangkuban Perahu
Wow... salah satu destinasi wisata andalan di bumi Sangkuriang ini. Ketika mata jauh memandang ke Tangkuban Perahu ini, pastilah akan teringat legenda yang tak lekang dimakan waktu, yaitu legenda Dayang Sumbi dan putranya Sangkuriang. Begitu masuk area wisata yang berlokasi di Cikole Lembang Bandung Utara ini hawa dingin langsung terasa menusuk. Kami pun tak lupa berfoto-foto dengan latar belakang kawah Tangkuban Perahu sambil mencium bau belerang yang menyapa hidung kami. Eh, disana juga banyak yang berjualan souvenir dan oleh-oleh. Aku masih inget saat itu aku beli bros dan gantungan kunci.



Destinasi 3 : TK Mutiara Bunda


Tujuan kami datang ke sekolah ini memang untuk studi banding sekaligus kami ingin banyak belajar dari sistem manajemen, pembelajaran dan segala hal yang berkaitan dengan pengembangan sekolah. Kami diterima dengan sangat baik oleh para pengurus yayasan dan para staf disini. Orang Bandung memang halus budi bahsanya yaa... Sekolah yang berlamatkan di Jalan PSM No. 35 Kiaracondong, Bandung ini juga menerima anak berkebutuhan khusus (ABK). Saat itu “hanya” masih level Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak saja, namun kini perkembangannya sudah sangat pesat hingga meyelenggarakan sekolah menengah atas (SMA) dengan kualitas yang tidak diragukan lagi. Satu hal lagi yang aku ingat terus, sepanjang perjalanan menuju Mutiara Bunda ini kami banyak melewati jalan dengan kata “suka” didepannya seperti : Sukaluyu, Sukajadi, Sukamiskin, Sukahaji, Sukamaju...Suka apalagi yaa...



Destinasi 4 : Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Masjid Salman

Sebenarnya kita nggak ada agenda khusus kesini. Tapi mumpung sudah sampai di Bandung, kurang mantap rasanya kalau tidak mampir ke  perguruan tinggi yang menempati peringkat ke-13 se- Asia ini. Kehebatan kampus yang beralamat di Jalan Ganesha No. 10 ini sudah tidak diragukan lagi. Tiap tahun calon mahasiswa baru ramai-ramai “menyerbu” kampus ini dengan harapan bisa menimba ilmu disini. Setelah puas keliling kampus, kami juga berkesempatan sholat Ashar di Masjis Salman ITB. Oh ya, keesokan harinya kami juga makan sahur di kantin mahasiswa sekalian sholat Subuh di masjid Salman lagi, kebetulan penginapan kami tidak terlalu jauh dari kampus ini. 



Desinasi 5 : TKIT dan SDIT Salman Al Farisi

Kami datang ke sekolah ini dengan maksud yang sama dengan tujuan kami waktu berkunjung ke KB/TK Mutiara Bunda. Kami menimba ilmu dan pengalaman disana, karena sat itu sekolah kami masih tergolong baru sehingga kami perlu banyak wawasan dan sharing pengalaman dari lembaga yang tentunya sudah lebih lama dan berpengalaman dibanding kami.



Destinasi 6 : Bollen Kartika Sari

Bollen ini sudah terkenal dimana-mana karena rasanya yang maknyus. Makanya ketika pergi ke Bandung banyak teman yang nitip bolen ini. Padahal saat itu tempatnya aja nggak tahu. Karena banyak yang pesan bollen ini dan kami juga penasaran, kami pun mencari lamat ini. Karena sudah terkenal maka tidak terlalu lama kami sudah menemukan lokasinya di Jalan Haji Akbar  (Kebon Kawung), Jawa Barat. Disini kita bisa mendapatkan berbagai bollen dengan berbagai varian isi, cookies, cake, brownis, aneka macam snack, dan masih banyak lagi.



Destinasi 7 : Cihampelas
sumber : sebandung.com
 Sebelum berangkat ke Bandung waktu itu, Cihampelas ini masuk dalam daftar tempat yang harus disinggahi karena ini merupakan tempat favorit para wisatawan yang datang ke Bandung, apalagi kalau pertama kali ke Bandung. Destinasi wajb deh pokoknya. Cihampelas ini layak disebut surganya jeans. Ada juga yang menyebut Jeans Street, tidak berlebihan menurutkan sebutan-sebutan itu karena disini memang terkenal sebagai pusat penjualan pakaian berbahan dasar jeans. Banyak sekali factory outlet (FO) disini, kualitas jeans yang ditawarkan pun beragam, begitu pula harganya. Keberadaan Cihampelas ini juga membantu mengukuhkan julukan Bandung sebagai Kota Mode...



Destinasi 8 : Rumah kediaman Bapak Prof. DR. Primadi Tabrani

Prof. Dr. Primadi Tabrani
sumber : dkv.unicom.ac.id
Rumah beliau memang bukan destinasi wisata bagi masyarakat. Tapi bagi kami rumah beliau merupakan destinasi ilmu yang tak kan pernah ada akhirnya. Begitu memasuki rumah di Jalan Sangkuriang R’2 Bandung ini, kesejukan langsung menghinggapi tubuh kami. Kami disambut dengan amat baiknya, keluarganya yang bersahaja, tutur kata lemah lembut dan senyum yang tak pernah hilang di wajah sang tuan rumah membuat kami betah berlama-lama disini. Bapak Profesor DR. Primadi Tabrani ini seorang guru besar Seni Rupa dan Design ITB, juga seorang pakar kreativitas di Indonesia yang telah menggeluti dunia menggambar anak-anak selama lebih dari 40 tahun. Beliau merupakan salah satu konsultan kreativitas di sekolah kami waktu itu (tapi aku sudah resign dari Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya sejak akhir 2004 karena harus mengikuti suami).



Destinasi 9 : Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut


Cibaduyut... siapa yang tak mengenal tempat ini Terucap Cibaduyut pastilah yang ada dalam benak kita deretan toko dan factory outlet dengan sepatu-sepatu berbagai macam jenis dan model. Cibaduyut memang merupakan pusat kerajinan sepatu dan tas di Jawa Barat. Nah, beruntung juga aku berkesempatan kesana meski nggak mborong sepatu. Selain sepatu dan tas, disana banyak juga dijual berbagai jenis jaket, dompet, sandal, boneka dan ikat pinggang. Cibaduyut ini fenomenal banget lhoo...Dengar-dengar sih Cibaduyut ini merupakan pusat penjualan sepatu terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 14 km. Wuuihh... mana lagi yang ada kayak gini kalau nggak di Bandung euy...




Tahun 2003

Kunjungan kedua, aku ke Bandung bersama ibu, adikkandungku dan saudara sepupuku. Saat itu aku masih gadis juga lho, namun sudah dalam tahap proses menuju pernikahan. Saat itu, aku naik kereta api Mutiara Selatan dari stasiun ....Madiun. Kali ini tujuan utamanya bersilaturahmi ke rumah kakakku yang saat itu sedang bertugas di Bandung (namun sekarang sudah nggak di Bandung lagi) dan juga ke rumah saudara sepupuku yang menikah dengan orang Bandung. Nah, saat itu kami diajak jalan-jalan ke beberapa tempat wisata (urutannya aku lanjutin aja yaaa



Destinasi 10 : Kebun Teh di Ciwidey



Sejauh mata memandang, terhamparlah perkebunan teh bagaikan permadani hijau yang segar, didukung hawa yang sejuk, jauh dari keramaian kota. Senang rasanya berlama-lama disini menghirup udara segar. Di pinggir jalan kami sempat membeli minuman khas bandrek untuk menghangatkan tubuh kami.



Destinasi 11 : Danau Situ Patenggang

sumber : anekatempatwisata.com

Ada juga yang menyebutnya Situ Patengan, terletak di Bandung Selatan. Saat aku kesana pengunjungnya cukup ramai. Banyak juga warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Saat itu kami membeli tahu goreng panas yang murah meriah, cucok banget untuk suasana yang dingin-dingin sejuk. Area parkir cukup luas, ada toilet/kamar mandi, mushola, kion souvenir, dan ada juga jasa sewa perahu. Kerasan banget berlama-lama disini. Apalagi sambil mendengarkan para pengunjung dengan logat Sunda-nya yang kental.



Destinasi 12 : Gedung Sate
sumber : wikipedia

Gedung yang menjadi icon kota Bandung ini akan sangat sayang untuk dilewatkan. Tusuk satenya yang khas dan bangunan bergaya arsitektur eropa serta nilai sejarahnya dapat menarik wisatawan untuk datang kesini. Taman-taman di sekitar gedung terpelihara dengan baik, sehingga membuat betah berlama-lama disini. Gedung yang sekarang menjadi kantor pusat pemerintahan Propinsi Jawa Barat ini merupakan aset sejarah di Indonesia. Sayangnya waktu itu kami tidak sampai masuk ke dalamnya.

Tahun 2012

Destinasi 13 : Jalan Dago
Tujuan kami ke Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor, tapi memang Bandung selalu sayang untuk dilewatkan. Kami pun mampir belanja di Jalan Dago sepulang dari Bogor. Perginya ke Bogor, tapi beli oleh-olehnya di Bandung... Jalan yang dikenal juga dengan nama Jalan Ir. H. Juanda ini pun tak kalah nge-hitsnya dengan destinasi wisata yang lain di Bandung. Jalan ini selalu ramai dengan lalu lintas yang lumayan padat pula. Banyak factory outlet, distro, restoran, kafe dan toko-toko yang menjual aneka jajanan khas Bandung. Kala itu aku pun mampir di beberapa outlet untuk membeli kaos untuk dibagikan ke saudara dan beberapa tetangga. Untuk teman-teman kerja aku pun membeli oleh-oleh berupa makanan, seperti dodol, manisan dan berbagai macam keripik. Inilah Bandung, yang tak pernah ada matinya. Setelah selesai Belanja, aku dan temanku duduk-duduk di trotoar di depan salah satu factory outlet untuk menikmati hiruk pikuk lalu lintas di Jalan Dago ini. Sederet pohon rindang menghalangi kami dari panasnya sinar matahari. Tak lupa kami pun membeli siomay di pinggir jalan. Meskipun di gerobak rasanya nyamleng dan harganya pun murah meriah. Kemudian lewatlah orang menjajakan hiasan dari kaca yang dipanaskan dan dibentuk berbagai macam model (namanya apa ya itu aku lupa), aku pun membelinya untuk oleh-oleh anakku.      

Itulah sepenggal pengalamanku saat di Bandung. Baru 13 destinasi yang sudah aku kunjungi. Itu artinya masih seujung kukunya Kota Kembang ini. Makanya aku selalu menyimpan mimpi untuk datang lagi ke Bandung karena masih buaanyaaakk destinasi wisata, kuliner maupun pendidikan yang dapat dieksplor...   

Hati ini selalu rindu untuk kembali ke sana, meski aku bukan orang Bandung. Dulu sempat memiliki angan-angan seandainya dapet orang Bandung hihihi...(semoga suami nggak baca ini hehehe...). Bahkan pernah berkhayal untuk punya rumah dan tinggal di Bandung (apa-apaan pula ini... well, namanya juga khayalan, nggak salah kaann...)
Selalu seneng dengar orang Bandung bicara dengan logat khas Sunda-nya. Waktu kuliah ada beberapa teman dari Bandung. Seneng kalau bicara dengannya. Di kost ku, menantu ibu kost juga orang Bandung, malah aku sempat belajar bicara bahasa Sunda, eh tapi sih sekarang sudah lupa, yang diinget beberapa aja. Di tempat mengajar yang dulu juga sering didatangi orang Bandung seperti Kak Andi Yudha Asfandiyar dari DAR MIZAN dan Mas Hernowo dari MIZAN. Pernah dapat hadiah buku juga dari Mas Hernowo. Sering pula berdiskusi dengan beliau. 
With Kak Andi Yudha Asfadiyar (yang berkumis)
Waktu kuliah juga pernah jadi LO (Land Officer) mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung saat seminar nasional.
Karena semua pengalaman di atas itulah mengapa Bandung selalu dekat dihati.

So, bagaimana aku menumpahkan rinduku pada Bandung yang belum kesampaian?
Jawabannya adalah dengan menonton acara sinetron Preman Pensiun...
 
Tulisan ini diikutkan dalam niaharyanto 1stgiveaway : The Unforgettable Bandung
 

12 komentar:

  1. destinasi wisata di bandung emang menarik ya...apalagi tempat belanjanya hehehe..sy juga pernah ke DT saat aa Gym msh booming sekitar tahun 2000-2003 karena kuliah di bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tahun-tahun segitu Aa Gym lagi booming...

      Hapus
  2. banyak destinasi wisata di Bandung yang belum aku datangi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Lidya kan lebih dekat ke Bandung daripada aku yang di gresik hehehe

      Hapus
  3. Mba, kalau akhir-akhir ini yang ngetren Farmhouse di Lembang, konsepnya seperti Hobbiton di New Zealand. Seru banget kayaknya, salah satu wishlist saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA BETUL MBAK...MUPENG JUGA PINGIN KESANA...EMANG BANDUNG TAK ADA MATINYA

      Hapus
  4. Hadeuh, gambarnya Situ Patengan, demikian mengundang.. :)

    BalasHapus
  5. tempat kost saya waktu kuliah dekeeet bgt ke DT, walo gitu ke DT nya ga sering2 coz selalu tergoda belanja di minimarketnya hehe maklum mahasiswa . dengerin ceramahnya A a seringnya dari MQ FM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adikku lagi kuliah di Bandung...kostnya sering kebanjiran katanya hh

      Hapus
  6. Emang banyak hal menarik dari Bandung ya, Mbak. Pengalaman Mbak Reni juga menarik tuh :)
    Btw endingnya sinetron Preman Pensiun >.<

    BalasHapus
  7. Bagi Bollennya dong, Mbak. :D

    BalasHapus