01 Desember 2016

WISATA PANTAI DAN PASIR PUTIH DALEGAN

Baru tiga kali aku kesini. Pertama kali berkunjung sekitar tahun 2008. Delapan tahun kemudian baru bisa berkesempatan lagi menikmati semilir angin dan desiran pasir putih di Pantai Dalegan ini. Saat terakhir kesini beberapa hari  yang lalu, kebetulan cuaca agak mendung-mendung syahdu gitu. Suasana siang hari terasa adem, padahal biasanya kalau siang hari di tepi pantai, pastilah udara sangat panas.

Sudah nampak pembenahan disana sini. Jauh banget perbedaannya dari delapan tahun yang lalu. Ketika memasuki area Wisata Pasir Putih (WPP) Dalegan kami melihat gapura besar bertuliskan "SELAMAT DATANG WPP WISATA PASIR PUTIH DALEGAN”.
Gerbang Selamat datang
Kemudian kami langsung menuju tempat pembelian tiket. Saat kami kesana di bulan November akhir, harga tiket untuk dewasa Rp 6.000,-/orang, anak-anak Rp 4.000,-/orang. Murah banget kan?. Selain itu kita juga harus membayar biaya parkir. Untuk speda motor Rp 2.500,-, mobil Rp 5.000,- dan bus/truk Rp 10.000,-. Sangat terjangkaulah. Mau seharian disini bayarnya ya tetap segitu. Ya iyalah ini kan bukan valet parking yang jam-jaman.

Begitu memasuki wilayah pantai pasir putih Dalegan, mata kami tertuju pada sebuah bangunan yang mirip panggung dengan atap yang berupa pahatan bercorak Islam dengan cat dominan warna hijau. Satu panggung besar di tengah, dan dua panggung yang lebih kecil di sebelah kanan dan kirinya. Rupanya area di tepi Pantai Dalegan ini juga sering dijadikan tempat untuk acara-acara yang mendatangkan banyak orang, seperti baru-baru ini yaitu acara dari salah satu partai besar di Indonesia dan juga acara gathering bikers salah satu brand sepeda motor.
Panggung
Wah bisa banyangin ya asyiknya acara tersebut. Mengikuti suatu event sambil menikmati deburan ombak Pantai Dalegan. Kalau sedang tidak ada acara panggung ini biasa dipakai pengunjung untuk duduk-duduk santai sambil menikmati suasana pantai.

Tidak jauh dari panggung kita akan melihat sebuah taman yang menjorok ke pantai. Kita pun bisa duduk-duduk santai di taman itu. Coba di taman itu lebih banyak bunga beraneka warna, wuuiihh pasti makin asyik. Beberapa pohon palm nampak tumbuh menjulang di area taman. Untuk memasuki taman itu kita bisa lewat pintu gapura yang ada. Di ujung taman yang dekat dengan laut ada bangunan yang lebih mirip dengan kubah masjid. Kita bisa duduk-duduk di bawahnya sambil menikmati semilirnya angin pantai Dalegan.
Taman
INDAHNYA PANORAMA PANTAI DALEGAN
Kami kesana disaat weekday, jadi suasana tidak terlalu ramai dengan pengunjung. Wuuaahh, ternyata lebih enak ke pantai ini saat weekday sehingga tidak crowded, seolah-olah Pantai Dalegan ini pantai milik pribadi beberapa orang aja, hehehe...
Pantai yang berada di wilayah Desa Dalegan Kecamatan Panceng kabupaten Gresik ini memiliki luas sekitar 2,5 hektar dengan garis pantai yang cukup lebar.
Indahnya Pantai Pasir Putih Dalegan
Daya tarik Pantai Dalegan ini berada pada ombak yang tenang dan pasir putihnya yang lembut dan bersih. Enak banget buat jalan kaki tanpa alas kaki (asal jalan kakinya tidak pada saat matahari sedang panas-panasnya). Untuk anak-anak balita bagus juga nih pasir putihnya untuk melatih sensori motoriknya, nggak perlu beli pasir kinetik kan...
Dengan ombak yang tenang, wisatawan pun bisa lebih tenang saat berenang ataupun hanya main air di pantai ini. Bagi yang tidak ingin basah-basah bisa juga lho duduk-duduk santai di pinggir pantai.
Duduk-duduk di bibir pantai
Atau kalau mau duduk-duduknya agak jauhan dikit dari pantai, bisa duduk di joglo-joglo yang terletak agak jauh dari bibir pantai. Di sekitar joglo-joglo banyak pohon yang rindang yang melindungi kita dari teriknya sinar surya. Kami pun memilih untuk duduk disini. Bagi yang membawa bekal makanan dari rumah bisa digelar disini, tapi jangan lupa bawa tikar yaa...  Karena kami waktu itu nggak bawa bekal makanan, kamipun membeli beberapa kudapan dari ibu-ibu yang menjajakan jualannya. Banyak pilihannya, ada sambel goreng kerang yang mak nyuss, kacang rebus, rujak buah, kepiting rebus kecil-kecil, pisang rebus, ubi rebus dan masih banyak lagi.


Masih ada alternatif tempat duduk lagi lhoo... yaitu di atas dipan kayu dengan payung besar yang ada di atas hamparan pasir putih. Eh tapi nggak tahu ya kalau duduk disitu pakai bayar atau enggak. Kayaknya sih bayar...
Untuk wisatawan yang tidak bisa berenang tapi pingin nyemplung ke pantai, nggak perlu khawatir karena bisa menyewa ban pelampung yang ada disana. Harga sewanya pun cukup murah ada yang lima ribu, sepuluh ribu atau lima belas ribu tergantung ukuran bannya. Kita bisa menggunakan ban yang disewa sepuasnya. Eh tapi harus tetap hati-hati ya...jangan sampai melewati bendera pembatas untuk area berenang. Bisa bahaya. Namun area berenangnya sangat luas kok, karena jarak bendera pembatas dengan bibir pantai cukup jauh, yaitu berpuluh-puluh meter ke tengah laut.
Persewaan ban


Ada yang jual layang-layang juga nih. Kan asyik tuh main layang-layang di tepi pantai, anginnya sangat mendukung untuk menerbangkan layang-layang.
Selain bisa dipakai acara-acara yang melibatkan masa, ternyata Pantai Dalegan ini bisa dipakai sebagai sarana outbond juga lho... Dengan memanfaatkan pinggiran berpasir di pantai yang cukup luas ini acara outbond pun bisa berlangsung seru.
Siswa sedang outbound di Pantai Dalegan
 BERKAH UNTUK MASYARAKAT SEKITAR

Wisata pantai dan pasir putih Dalegan ini membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar. Mereka memanfaatkan obyek wisata ini untuk mencari nafkah. Selain yang sudah saya sebutkan di atas (berjualan makanan keliling, menyewakan ban pelampung), masyarakat diberi tempat khusus berupa kios-kios yang menjual aneka makanan dan minuman maupun souvenir yang bisa dibawa pulang oleh para wisatawan sebagai buah tangan maupun untuk kenang-kenangan. Jenis makanannya pun bermacam-macam. Mulai masakan Jawa, masakan khas pantura, bakso, olahan ikan dll. Aku pun turut mencicipi bakso dan es kelapa muda.
Kios-kios Souvenir an makanan
Menikmati es kelapa muda
Selain itu, masyarakat juga menyediakan kamar mandi/toilet beserta tempat untuk sholat. Kita hanya perlu membayar beberapa ribu rupiah untuk buang air besar dan kecil, mandi dan sholat. Namun sarana kamar mandi yang ada masih jauh dari standar.

Selain itu pada kita juga akan menjumpai ibu-ibu yang menjual ikan asap (ikan panggangan). Aku pun membeli ikan asap favorit suami.

Ini foto kenangan saat 8 tahun yang lalu di Pantai Dalegan
Kayla masih umur 3 tahunan








10 komentar:

  1. Keren pantainya.. Sayang jauh dari rumah hehehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah pernahkah ke Gresik Kang? Monggo jalan-jalan ke Gresik

      Hapus
    2. Sudah pernah ke Gresik? Monggo sesekali jalan-jalan ke Gresik

      Hapus
  2. Asyik ya mbak main ke pantai. Btw belum pernah ke Gresik saya, semoga suatu saat bisa kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, nggak bosen main ke Pantai. Aku sudah beberapa kali ke Parangtritis lho...kapan Mbak Prima Hapsari ke Gresik, monggo kopdar

      Hapus
  3. Lama enggak mantai, jadi kangen pantai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebentar lagi liburan anak-anak sekolah mbak, mantai aja hehehe...eh adik Juna belum sekolah yaa

      Hapus
  4. paling enak jalan-jalan sama keluarga ya mbaknya

    salam
    gabrilla

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, jalan-jalan dengan keluarga menjadi Quality Time

      Hapus