25 Juli 2017

IBU, AKU PINGIN PUNYA ADIK



Beberapa hari ini Athiyah sering bilang kalau pingin punya adik. Heran juga, kenapa tiba-tiba dia sering bilang begitu. Apa karena sering lihat tetangga yang punya bayi ya... Ada dua bayi di dekat rumah, anaknya tetangga maksudnya... tapi aku nggak terlalu menanggapi permintaan Athiyah, kadang aku iya-in sambil lalu, terkadang juga aku “gantung” jawabannya. Namanya juga anak kecil...gitu pikiran dalam benakku. 

Eh suatu sore dia bilang sambil merajuk dan diulang beberapa kali. Mungkin dia merasa ibunya kok nggak perhatiin permintaannya kemarin-kemarin soal keinginannya punya adik.


“Ibu, aku pingin punya adik...” (Aku masih nggak begitu meresponnya)


“Buk...aku pingin punya adik yaaa...”

“Kenapa kok Athiyah pingin punya adik?” tanyaku.

“Soalnya aku seneng punya adik, mau tak gendong.”

“Kalo punya adik, trus ibuk kerja, adik sama siapa di rumah?”

“Ya sama aku...”

“Kan adik sekolah...”

“Ya sama kakak”

“Lho, kakak kan juga sekolah...”

“Sama Bapak”

“Bapak kan kerja, hayoo...” saya ajak dia berpikir realistis dulu

“Tapi aku mau punya adik perempuan kayak adik Arum... ya buukk....”

(Arum adalah anak tetangga kami)

“Tapi kan kasihan nanti kalo punya adik nggak ada yang ngajak adik, kan nangis kalo sendirian di rumah...”

“Kalau adik haus minta minum gimana?”

“Ya ambil sendiri di dapur”

“Kan adik masih bayi, belum bisa jalan”

“Tapi aku mau adik yang rambutnya panjang”

“Kalau masih bayi rambutnya nggak panjang, tapi pendek”

Athiyah pun terdiam beberapa saat sambil memainkan bonekanya.

Nggak nyangka dia tiba-tiba bertanya lagi seperti ini

“Buk, adik itu keluarnya bagaimana dari perut?”


Meski agak kaget (tentulah nggak memperlihatkan raut wajah kaget di depan anak) aku jawab aja sesuai dengan ilmu parenting yang pernah aku baca tentang hal-hal yang seperti itu yang pasti akan ditanyakan oleh anak-anak. Namanya juga anak-anak, curiosity-nya kan tinggi.


Yang aku inget ketika anak bertanya tentang bagaimana adik bisa ada di perut ibu atau bagaimana adik lahir ada hal yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam menjawabnya, tentu dengan harapan jangan sampai membunuh rasa ingin tahunya. Intinya kita memberikan jawaban seperlunya sesuai pertanyaan anak. Sesuaikan pula dengan usia anak dan kemampuan kosa katanya. Tidak perlu jawaban yang panjang kali lebar, tidak perlu pula dijelaskan secara ilmiah.

Satu lagi, jangan sampai memarahi anak karena pertanyaannya itu. Bisa jadi lho karena kurang pengetahuannya tentang hal ini orangtua justru marah pada anak karena bertanya hal-hal seperti itu, misalnya “Hush, masih kecil kok nanya yang aneh-aneh...”

Upayakan saja orangtua tetap tenang ketika anak bertanya hal-hal yang agak sensitif. Perlihatkan bahwa kiya yakin dengan jawaban yang kita berikan pada anak. Macak pede gitu...Toh kemampuan berpikir anak usia balita itu masih berada pada tahap praoperasional (menurut Jean Piaget lhoo, seorang pakar Biologi dari Swiss yang meneliti dan mengkaji tentang aspek perkembangan anak). Pada tahap ini anak masih belum bisa berpikir abstrak, kemampuan berbahasa juga masih mulai berkembang dan juga persepsi terhadap ruang dan waktu masih terbatas.

Baca juga Cara Menjelaskan Hal Abstrak Pada Anak


Eh, kok malah berteori....


Lanjut ceritanya ah...

“Buk, adik itu bagaimana keluarnya dari perut?”

“Adik kan ada di dalam perut, jai adik harus dikeluarin dari perut, terus lahir deh...”

“Iyaa, tapi caranya gimana?”

“Caranya ya dibantu sama dokter...” (Athiyah belum ngerti tentang bidan)

“Iya tapi dokternya pakai apa?”

“Ya pakai alat-alat kedokteran” (hampir aja aku bilang pisau, gunting....untungnya tidak terucap)

Tapi aku nggak mau di dalam perut”

“Athiyah kan sudah besar, jadi nggak masuk perut. Yang di perut itu kalau adik masih bayi, sebelum lahir”

“Aku mau adik ya buukk... besook yaa...”

“Bilang Bapak dulu yaa, Bapak kan masih kerja...”

Sudah deh...habis gitu anaknya asyik main lagi.

Laih hari justru aku coba gantian bertanya ke Athiyah

“Adik tahu nggak gimana caranya punya adik?”

“Digambar duluu... terus dihidupin ... terus dimasukkan ke perut, terus dibawa ke rumah sakit, terus dikeluarkan dari perut...”


Hahahahaha.... lucuuu kamu Athiyaaaahh...

13 komentar:

  1. anakku kalau lagi hepi sama mba pengen punya adik klo moodnya lagi ga bagus ga pengen wkwkwk tergantung cuaca keknya klo anakku :p

    BalasHapus
  2. Hahaha...lucunya athiah ya. Jadi pengin ketemu

    BalasHapus
  3. oalaaah Athiyaahh, lucu sekali kamu, Nak. Membayangkan dia nagih terus minta adik. Membayangkan juga apa jawaban Ibunya kalau terus-terusan ditagih adik bayi haha..

    BalasHapus
  4. pengen adek by request athiyah hehehe

    BalasHapus
  5. "Digalbar dulu...."
    Mbaaaak aku ngakak pagi2, namanya anak2 ya mbak. Dan sepertinya aku kudu menyiapkan jawaban juga nih kalo suatu saat anakku bertanya demikian hihihi.

    BalasHapus
  6. Bilang ke Bapak dulu ya :D hihi, lucu baca percakapannya.

    BalasHapus
  7. hai Athiyaahh salam kenal yaa...kamu lucu banget sihhh...
    pertayaannya bikin ndredek yang baca,,,hahahah

    BalasHapus
  8. Anak kecil emang polos banget ya mbak. Ini athiyah kayaknya cerdas deh, dia punya gagasan yg kritis. Ngejar ibunya dengan pertanyaan sampe kudu dapet jawaban yg 'pas':D

    BalasHapus
  9. digambar dulu terus dihidupin, hehe lucu bacanya...

    BalasHapus
  10. Endingnya bikin ngakak. Duh anak kecil polosnyaaaa ����
    Wah postingan ini juga jadi reminder buat siap-siap kalo ditanyain aneh-aneh sama anak nanti ��

    BalasHapus
  11. untung Althea gak jawab gini pas ceritain proses bagaimana bisa muncul adik: ambil balon lalu ditiup dan dilepaskan di udara ...bisa-bisa emaknya tiap hari disuruh tiup balon sampai ngos-ngosan hihihi

    BalasHapus
  12. Athiyaahhhhh gemezzzz
    Kasih poto dia pas lagi ngerengek2 gitu lo mbaaa biar makin dapet feelnya
    Bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  13. Hahaha. Kadang cara berpikir anak kecil benar-benar amazing ya mbaak :D

    BalasHapus