27 Februari 2018

MBOK KOM CAFE AND CULINARY, FROM SPECIAL ONE FOR EVERYONE



http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html
Datang ke kafe ini tidak direncanakan apalagi diagendakan. Karena ya baru kali itu aku dengar nama kafe ini, maklumlah emak-emak jarang ngafe. Ke kafe ini karena diajak oleh sahabat yang tinggal di Surabaya. Kebetulan hari itu ada dua orang adik-adik dari IMM yang bersilaturahmi ke rumah. Akhirnya kami semua janjian bertemu di kafe ini, lengkap dengan para krucil kami.

Ternyata sang owner kafe Mas Mochammad Shobik yang akrab dipanggil Mas Obik merupakan alumni dari Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan, tempat yang sama dimana suami menimba ilmu semasa SMP dan SMA.
Kami tiba di cafe Mbok Kom sekitar pukul setengah lima sore. Parkiran mobil cukup di pinggir jalan. Saat parkir mobil kami diarahkan oleh seorang tukang parkir yang tuna wicara. Kami tahunya saat suami menanyakan sesuatu dan dia menjawab dengan bahasa yang tidak biasa. Kami mulai paham bahwa kafe ini memang “tidak biasa”.

Memasuki area kafe yang berada di Jalan Ketintang Madya No. 50 Surabaya ini sekilas tidak banyak berbeda dengan kafe-kafe instagramable, vintage yang kini semakin marak hadirnya. Namun ada yang lebih istimewa dari kafe ini. Penasaran?
Tunggu dulu dong...

Kafe ini didesign semi outdoor sehingga nggak perlu pendingin ruangan. Di dekat pintu masuk kita disuguhi semacam seni instalasi dari drum-drum bekas yang dicat warna warni dan disusun sedemikian rupa sehingga nampak artistik. Masih berada di halam depan dari kafe ini juga disediakan beberapa set meja dan kursi bagi pengunjung yang ingin makan dan minum beratapkan langit luas.
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

Di bagian dalam dari kafe ini, meja dan kursi didominasi dari bahan kayu jati. Ada sepuluh pigora yang tergantung di dinding sebelah kiri kafe. Pigora-pigora itu ditata rapi berjejer dan masing-masing pigora berisi tulisan motivasi yang dibuat oleh Mas Obik sendiri. Kalimat-kalimat motivasi nan inspiratif tersebut antara lain: Menembus Batas Keterbatasan, Uripku Tak Semangati Dewe, Perjuangan- Siapa yang Rajin, Jujur, Sabar dan Setia Dialah Yang Menang, Proses yang Menjawab Proses, dan masih banyak lagi.
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

Di sebelah kanan pigora-pigora itu terdapat panggung mini yang diapit oleh tumpukan tiga drum bekas yang dicat berwarna biru muda dengan tempelan tulisan “Kalau Bukan Kita Siapa Lagi” dan “Aku Kamu Setara” dengan tagar #disabilitasbisa. Di backdrop panggung mini terdapat berbagai ornamen seperti foto-foto para musisi legendaris seperti Koes Plus, Rhoma Irama, The Beatles, Iwan Fals, Bob Marley, Didi Kempot, Gun “n Roses, dan Gombloh.
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

Di sebelah kanan panggung kita akan melihat genteng-genteng prenthul yang disusun rapi di tembok lengkap dengan foto Presiden RI dari masa ke masa. Di kafe ini dilengkapi pula dengan LCD proyektor yang tergantung di bawah atap plus layar proyektor yang dipasang di bawah pohon di sisi kanan kafe, asyik banget nih untuk nobar sambil nongki-nongki.
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

Uniknya lagi di kafe ini disediakan beberapa set mainan UNO yang diletakkan di tengah ruangan di bawah tiang penyangga dan di atas drum yang ada diantara meja dan kursi kafe. Anak-anak pun asyik bermain UNO sembari menunggu makanan yang dipesan.
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

Di bagian kasir terdapat beberapa gambar/lukisan punokawan dan lukisan Sunan Kalijaga. Tepat di depan kasir terdapat tanda peringatan yang berbunyi “Lek Gopoh Budalo Wingi” artinya Kalau Anda tergesa-gesa berangkatlah dari kemarin.
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

Oh ya, masih pingin tahu banyak tentang kafe ini?
Ternyata owner dari kafe ini, Mas Obik merupakan penyandang disabilitas, seorang tuna daksa sejak lahir. Namun ia memiliki semangat yang laur biasa hingga bisa mendirikan kafe Mbok Kom ini. Beruntung kami bisa berkesempatan ngobrol-ngobrol langsung dengan Mas Obik. Ia menyampaikan bahwa perlu perjuangan yang luar biasa untuk mewujudkan kafe yang dinamai seperti nama ibunya ini.
Mas Obik mempekerjakan 17 karyawan yang mana 15 karyawannya merupakan penyandang disabilitas. Ada yang tuna wicara, tuna rungu dan tuna daksa. Mereka ada yang menjadi pelayan, koki dan tukang parkir. Ini merupakan impiannya sejak lama. Ia berharap para difabel seperti dirinya janganlah hanya berpangku tangan mengharap belas kasihan orang lain. Para difabel harus mampu berkarya. Sebagai penyandang disabilitas sudah biasa mereka dipandang sebelah mata tapi tekad dan keyakinan untuk terus berkarya layaknya orang normal. Mas Obik yakin bahwa proses tak kan menghianati hasil. Ia ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas pun bisa berkarya secara profesional.  

Memang sih kami agak kesulitan dalam berkomunikasi dengan para pelayan yang tuna wicara ini karena kami belum memahami “bahasa” mereka. Ada beberapa pengunjung yang menurut pengamatan saya juga penyandang disabilitas. Mereka menggunakan bahasa isyarat ketika berkomunikasi dengan temannya. Mereka terlihat nyaman berada di kafe ini. Seperti kami juga, betah berlama-lama disini sampai malam tiba. Anak-anak pun enjoy bermain disini. Aku pun sambil mengamati bagaimana karyawan-karyawan disini bekerja dan berinteraksi dengan pengunjung kafe.

http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html
Bermain bersama anaknya Mas Obik
http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html

http://www.renidwiastuti.com/2018/02/mbok-kom-cafe-and-culinary-from-special.html


MENU DI KAFE MBOK KOM
Kafe yang memiliki tagline NYANGKRUK – MANGAN – NGOMBE ini memiliki variasi menu.
Menu Tombo Luwe : Berbagai penyetan (ayam, bebek, telor, mujaer, lele) + tempe/tahu + nasi. Urap-urap, cah udang kangkung, cah cumi kangkung, pecelan telor + tahu /tempe (dengan harga Rp 10 ribu – 14 ribu per porsi). Berbagai jenis botok dan brengkesan serta krengsengan tulang ayam/jeroan ayam + nasi + tahu (harga Rp 10 ribu – Rp 12 ribu).
Menu Ayam dan Bebek : Ada ayam kampung bumbu jawa, ayam kampung rica-rica, bebek bumbu jawa, menthok rica-rica (harga Rp 22 ribu – Rp 28 ribu sudah sama nasi)
Menu Nasi dan Mie : Berbagai varian nasi goreng, mi dan bakso (harga Rp 15 ribu – Rp 17 ribu.
Menu Ikan :  Berbagai olahan gurame (asam pedas, asam manis, bumbu jawa, ikan lele asam pedas, ikan asap sambel cadas (harga Rp 22 ribu – Rp 50 ribu)
 Snack Menu : Roti bakar, Jamur Kremes, Sosis saus pedas, pisang kota, pentol asam pedas, siomay + tahun asam pedas, tahu crispy (harga antara Rp 6 ribu – Rp 10 ribu)
Ice Drink Menu : Ice Surga Ibu, Blue Sunkist Mocktail, Baliho Fruits, Green Volac, Sunrise Smoothies, Barbosa Puding, Orange in Red, Strawberry Mojito, Honey Mojito, Lecy Mojito, Fruty Lemon Squash, Punch Melon Cucumber, Sarang Burubg Sprite (harga Rp 16 ribu – Rp 23 ribu).
Harga makanan di tiap menu bisa dibilang sangat terjangkau. Kalau kesini perlu dicoba bebek bumbu jawa dan menthok rica-rica, rasanya nendang banget...
Cuma kalau semi outdoor gini pas malam tiba suka aja ada nyamuk-nyamuk nakal yang nangkring di kulit...

CAFE AND CULINARY MBOK KOM 
Alamat : Jalan Ketintang Madya No. 50 Surabaya 6220
Telepon : 081333134934
Jam Buka : 09.00 - 01.00 wib
 

12 komentar:

  1. wow inspiratif banget pemilik cafe-nya mba bahkan karyawannya juga disabilitas masyaAlloh keren pisan :)

    harganya yang ditawarkan murah2 y mba :)jadi penasaran pengen kesini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut bangga mbak, mereka yang terkadang dianggap sebelah mata malah mampu berkarya melebihi kita2 yang dibilang normal

      Hapus
  2. Wah, tempatnya instagrammable, cocok buat foto2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, cafe kekinian yang instagramable hehehe

      Hapus
  3. Wahhh saya baru tahu kafe ini. Kpn2 kalo ke daerah Ketintang tak coba mampir. Selain variasi menunya, kisah di balik itu yg bikin istimewa.

    Terimakasih sudah berbagi cerita ini ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, bisa ngobrol2 langsung dengan Mas Obik kalau beliau nya ada di tempat

      Hapus
  4. Inspiratif nih.. keren segalanya. kepeduliannya, tempatnya menunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak... turut bangga pada mereka yang tidak berpangku tangan dan selalu berkarya

      Hapus
  5. Hebat pemiliknya, dan inspiratif banget Mbak. Aku belm pernah ke sini. Mbak parkiran untuk mobil cukup luas nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Parkiran mobilnya hanya di pinggir jalan mbak

      Hapus
  6. Masya Allah... berkah cafe ini. Kebetulan ketintang dekat rumah, mbak. Insyaa Allah kapan-kapan tak mampir ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dekat berarti mbak.... Amiin semoga memang cafe ini menjadi berkah dan memang salah satu misi pemiliknya adalah misi sosial

      Hapus