17 Mei 2018

MASJID KH. AHMAD DAHLAN GRESIK

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin...
Telah sampailah kita di bulan Ramadhan ini. Bulan yang penuh dengan keutamaan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Sebuah bulan yang menjadi ajang mengasah diri, tidak hanya menahan lapar dan dahaga tapi juga mensyaratkan ketegaran jiwa untuk menahan segala perilaku tercela.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Tampak depan Masjid KH. Ahmad Dahlan Gresik
Pada malam pertama bulan Ramadhan 2018 ini, kami sekeluarga melaksanakan sholat tarawih di Masjid KH. Ahmad Dahlan Gresik yang berlokasi di Jalan Raya Gresik-Lamongan, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, tepat di sebelah barat Terminal Bunder Gresik.

Meski belum selesai 100% dalam pengerjaannya namun masjid ini sudah bisa digunakan oleh warga muslim di Gresik dan sekitarnya, juga oleh siapapun umat Islam yang hendak beribadah di masjid ini. Antara lain menara setinggi 35 meter yang masih dalam proses pengerjaan.

Masjid yang dibangun oleh Keluarga Almarhum H. Bisri Ilyas seorang pengusaha property ternama dari Kota Gresik ini dibangun di atas dua lantai. Area masjid sangat luas. Ketika memarkir kendaraan kami di area parkir yang juga cukup luas ini, nampaklah bangunan masjid yang cantik dengan warna dominan putih abu-abu.

Di halaman masjid nampak beberapa pohon kurma yang belum lama ditanam, lengkap dengan penyangga dari besi. Konon katanya ada 17 pohon kurma. Semalam belum sempat ngitung sih hehehe...
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Pohon kurma di halaman masjid
Di sisi kiri masjid ada tempat wudhu wanita, sedangkan tempat wudhu pria ada di sisi kanan masjid. Nggak perlu bingung atau takut salah masuk toilet atau tempat wudhu karena sudah sangat jelas ada tandanya.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Tempat wudhu dan toilet wanita
Karena baru pertama kesini, sempat agak bingung juga dimana tempat sholat untuk jamaah putri. Di lantai satu setelah melewati beberapa pilar yang tinggi dan megah serta semacam kolam dengan lantai dasar biru yang belum selesai dikerjakan, nampaklah ruang sholat untuk jamaah putra yang dibatasi dengan dinding kaca tebal. Tempat yang ber-AC ini nampak tidak terlalu luas dengan pintu geser.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Ruang sholat utama jamaah pria
Namun ada tiga area di tiga sisi luar ruang sholat utama ini yang bisa digunakan untuk sholat jika jamaah putra tidak tertampung di dalam ruangan utama tersebut, apalagi pada bulan Ramadhan yang selalu dibanjiri oleh jamaah yang berlomba-lomba meraih pahala di hadapan Rabb-Nya.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Serambi yang bisa digunakan untuk sholat 
Di bagian belakang sisi kiri dari ruang sholat utama untuk jamaah putra ini, ada ruang khusus yang dibatasi dengan tirai kain warna hijau dan putih yang dilipit-lipit. Saat itu ada empat orang jamaah putri yang sedang duduk menghadap kiblat. Aku kira disitulah tempat sholat jamaah putri. Sempat sekilas terlintas dalam benakku, kok sempit amat ya. Ternyata kegalauanku “terbaca” oleh bapak-bapak yang saat itu ada di sekitar tempat itu, mungkin salah satu takmir di masjid ini (ih aku sok tau xixixi). Beliau bilang ke aku, “Maaf, ini untuk jamaah manula, untuk ibu-ibu ada di lantai dua” katanya sembari mengarahkanku dan anak-anak ke tangga menuju lantai dua.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Area khusus jamaah manula wanita
Kami pun langsung menuju ke lantai dua. Kebetulan kami datang awal. Sebelum adzan sholat Isya’ berkumandang kami sudah tiba di masjid ini. Dari lantai dua ini nampak jelas lampu ganting hias yang besar dan indah.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Lampu hias di masjid
Sejenak menyesuaikan diri dengan suasana masjid ini. Berkumandanglah suara adzan Isya yang dilanjutkan dengan sholat sunah dan sholat Isya berjamaah. Setelah ada jeda waktu untuk sholat Rawatib, takmir masjid pun memberikan beberapa pengumuman terkait dengan kegiatan masjid KH. Ahmad Dahlan selama bulan Ramadhan ini.

Dilanjutkan dengan tausyiah Ramadhan oleh Bapak Taufiqullah A. Ahmady sebagai Ketua Dewan Pembina Takmir Masjid, beliaunya juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.
Pada saat tausyiah akan dimulai, tak disangka-sangka ada sesuatu yang menyebabkan batal wudhuku. Nggak perlu aku sebutkan tho apa itu... Bergegaslah aku keluar ruangan menuju tempat wudhu. Setelah turun tangga menuju ke lantai satu, o la laa... mengapa di sekitar tangga banyak jamaah laki-laki duduk disitu? Ya iyalah, mereka kan jamaah sholat juga kan...

Aduh, aku sempat bingung nih, mosok ya aku harus berjalan melewati para laki-laki itu. Asli bingung banget. Sempat terpikir sekilas aku nggak jadi wudhu aja ah, malu kan harus melewati depan jamaah laki-laki yang duduk berjejer. Tapi itu artinya aku nggak bisa sholat jamaah tarawih di masjid ini dong...

Sempat juga terpikir mosok ya aku salah jalan ini tadi. Segera teringat kecerdasan spatial-ku yang agak-agak parah. Tapi otakku yang lain bilang, “Kamu enggak salah jalan kok” sambil aku tengok kanan kiri barangkali ada jalan lain selain disitu. Terus gimana dong?
Di tengah confuse-nya diriku, aku pun bertanya pada salah satu jamaah yang terdekat dengan tangga. Pertanyaanku pun sebenarnya hanya untuk memastikan kata-kata sisi otakku yang lain tadi.

“Mas, maaf  kalo mau ke tempat wudhu lewat mana ya?”
“Ya lewat sini, Mbak” (sambil tangannya menunjukkan bahwa memang aku harus lewat depannya dan jamaah putra yang lain).
“Waduh, harus lewati semua ini?” (Kataku seolah tak percaya. Kayak pertanyaan apa aja, ini hanya melewati orang-orang pria bukan melewati kenyataan hidup yang rumit J #ngelantur)
“Nggak apa-apa nih Mas harus melewati mereka ini? Apa nggak ada jalan lain?” tanyaku masih tidak yakin. Berharap mas-nya menunjukkan jalan kebenaran yang lain yang tidak harus melewati para pria non muhrim yang sedang khusyu’ mendengarkan tausyiah.
Nggak apa-apa Mbak, emang lewat sini,” Masnya pun berusaha meyakinkanku yang nampak nggak yakin.

Ya sutralah, mau gimana lagi. Dengan sangat malu dan sungkan sambil membungkukkan badan, aku pun melewati semuanya #eh melewati barisan jamaah laki-laki yang ada disitu. Alamat deh, baliknya pun melewati situ lagi. Bener-bener nggak ada jalan lain nih.

Moga-moga pengalamanku ini mendapatkan atensi dari pihak pengelola masjid, mengingat malam-malam Ramadhan masih satu bulan ke depan dan kemungkinan wanita-wanita yang di lantai dua yang kebetulan batal wudhunya di tengah “perjalanan” bisa menuju tempat wudhu dengan nyaman.
Ya barangkali ada ide untuk memberikan tali pembatas (macam di bank itu) di area sekitar tangga untuk lewat jamaah putri yang naik atau turun agar tidak tidak ditempati untuk sholat atau duduk-duduk para jamaah beda jenis kelamin.

TEMPAT JAMAAH PUTRI
Seperti telah aku sampaikan di atas, bahwa tempat sholat jamaah putri ada di lantai dua. Seperti tempat jamaah putra, tempat sholatnya pun dibatasi dengan dinding kaca karena ruangan ini ber-AC. Bedanya kalau di lantai satu pintunya model pintu geser, kalau yang di lantai dua model pintu tarik-dorong.

Tapi semalam AC-nya tidak terasa dingin. Terasa nggak ber-AC sih. Berasa suhu ruang aja. Tapi nggak panas juga. Kata suami AC di lantai satu terasa dingin. Maklum juga sih masjid baru dan baru pertama dipakai tarawih, mungkin takmir masjid juga belum mengetahui kondisi ini.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Tempat jamaah wanita
Tempat yang ber-AC ini juga tidak terlalu luas, tidak bisa menampung semua jamaah wanita yang hadir malam tadi. Tapi masih ada area kosong di tiga sisi ruang utama yang lumayan luasnya bisa dimanfaatkan untuk sholat juga. Ada standing AC-nya juga kok.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Sisi kanan tempat sholat utama
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Lampu indah di atas tangga
Setelah tausyiah berakhir, didirikan sholat tarawih 8 rakaat dilanjut sholat witir 3 rakaat. Setelah selesai seluruh rangkaian ibadah di masjid ini, kami tak ingin buru-buru pulang. Suami pun masih terlihat asyik berbincang dengan beberapa jamaah yang masih berada di masjid. Nampak dari lantai dua yang memang “tembus” ke lantai satu.

Kami masih ingin menikmati keindahan masjid yang mulai beroperasi pada Hari Jumat, 13 April 2018 yang ditandai dengan diselenggarakannya sholat Jumat perdana. Untuk peresmiannya sendiri dilaksanakan pada tanggal 29 April 2018 yang lalu dengan mendatangkan Ustadz Bachtiar Nasir.

KAMAR MANDI WANITA
Tempatnya terpisah antara tempat wudhu dan toilet/kamar mandi. Untuk tempat wudhu lumayan banyak krannya. Airnya pun lancar. Namun yang aku nggak paham mengapa ada semacam badukan di depan setiap kran. Apa itu fungsinya untuk duduk saat wudhu atau untuk ancik-ancik saat wudhu. Kalau untuk ancik-ancik kok ya ketinggian malah takut jatuh. Kalau untuk duduk bisa-bisa baju basah juga.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Salah satu tempat wudhu
Untuk kamar mandi ada 4 buah dengan shower di masing-masing kamar. Selain itu ada 2 toilet dengan WC jongkok serta 2 toilet dengan WC duduk. Jadi tinggal pilih mana yang nyaman buat Anda.
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html
Kamar mandi dan toilet
http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html

Ini Athiyah nggak mau ketinggalan minta foto sebelum pulang.

http://www.renidwiastuti.com/2018/05/masjid-kh-ahmad-dahlan-gresik.html

5 komentar:

  1. Meajidnya terlihat modern dan nyaman ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba :)
      masih baru juga masjidnya.

      Hapus
    2. iya mba :)
      masih baru juga masjidnya.

      Hapus
  2. Itu tempat sholatnya gak pakai karpet ya, Mbak? Kalau saya kayaknya harus bawa sajadah. Suka masuk angin kalau langsung duduk di lantai :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Chie nggak pakai karpet, kalau saya kadang malah suka nggak pakai sajadah, adeeemm....hehehe

      Hapus