19 Juli 2018

Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid, Chemical Peeling Yang Aman dan Efektif Untuk Kulit Sehat dan Cantik Alami

Kalau ditanya, “Apakah Anda memiliki jadwal rutin untuk melakukan treatment kulit wajah di salon atau klinik kecantikan?”
Aku menjawabnya “tidak”. Beberapa saat tertentu nyadar banget dan berusaha berjanji pada diri sendiri akan melakukan “treatment” wajah rutin tiap bulan, minimal seperti facial gitu sebulan sekali. Baru berjalan dua bulan berturut-turut tapi bulan-bulan berikutnya sudah lupa. Padahal sudah diingatkan juga oleh salon kecantikan langganan kalau sudah waktunya facial. Itupun aku sendiri yang meminta untuk diingatkan. Macam-macam alasannya, yang sedang sibuklah, nggak ada waktu ke salon lah, lagi maleslah, besok-besok ajalah, endebrei endebrei endebrei...

Tiba-tiba nyadar kalau kulit wajah mulai kusam dan jerawat batu mulai menampakkan dirinya. Baru deh bikin janji untuk facial di salon perawatan langganan.  Karena sudah lama nggak treatment, komedo pun ramai-ramai membenamkan diri di kulit wajah. Tahu sendiri deh rasanya kayak apa saat para pasukan komedo itu dipaksa keluar dari persembunyiannya, pasti nangis bombay meski nggak ada yang nyuruh. Katanya sih ada teknologi baru yang mengangkat komedo tanpa rasa sakit, tapi aku belum nyoba. Ada sebagian yang bilang “nggak lego” (kurang puas) kalau menghilangkan komedo pakai alat itu, mending dengan cara manual hihihi... Aku no comment deh, soalnya belum pernah mencoba teknologi yang itu.


Yaa begitulah, terlalu banyak alasan untuk rutin melakukan perawatan kulit wajah di klinik atau salon kecantikan. Gitu kok mau kulit cantik berseri. Paling-paling melakukan perawatan dengan menggunakan skincare saja di rumah seperti sabun wajah, toner, krim pagi plus sunblock dan krim malam. Tapi ternyata itu saja enggak cukup lho...apalagi aku ini yang terkadang kumat malesnya untuk mengaplikasikan night cream karena sudah keburu tepar menjemput mimpi indah hahaha...

Seiring dengan usia yang sudah 40 plus ini (plus-nya belum banyak kok hihihi...), juga paparan sinar matahari dan polusi maka proses regenerasi kulit semakin lambat. Dibutuhkan waktu kurang lebih 55 hari untuk sel kulit memperbarui diri. Lama amat yaa... Itu kan artinya hampir dua bulan. Ya pasti bedalah dengan kulit anak remaja yang hanya butuh waktu kurang lebih 20 hari untuk skin turn over-nya.

Selain waktu regenerasi kulit yang semakin lama, sel kulit mati yang menumpuk di atas permukaan kulit dan sudah terkelupas dari kulit itu tetap bertahan di tempatnya. Hal tersebut menyebabkan kulit menjadi kusam tak bercahaya, kering, berjerawat dan mudah keriput. Begitu yang disampaikan oleh dermatologist dr. Inneke Jane, SpKK dalam acara Maximum Beauty Kick Off – Media & Blogger Gathering  pada tanggal 15 Juli 2018 di Four Point Hotel Jalan Embong Malang, Surabaya.


dr. Inneke Jane, SpKK dan Charmaine E. Sales
Dermatologist yang cantik ini juga menyampaikan betapa pentingnya regenerasi kulit bagi manusia. Berikut ini waktu yang diperlukan manusia untuk regenerasi kulit berdasarkan usia:
New born            : ± 14 hari
Remaja                : ± 20 hari
20 tahun              : ± 28 hari
30 tahun              : ± 40 hari
40 tahun              : ± 55 hari
50 tahun              : ± 75 hari
60 tahun              : ± 100 hari

Dengan melihat data di atas, orang yang berusia 20-an tahun masih memiliki proses regenerasi kulit secara alami setiap 28 hari sekali. Tapi, bagi mamak-mamak macam saya nih yang sudah di atas 30 tahun, eh 40 tahun ding (maklum masih berasa usia 30-an #tutupmuka) harus rajin merawat kulit, salah satunya dengan meregulasi regenerasi kulit. Karena kemampuan regenerasi alami sudah melambat maka harus dibantu dengan menggunakan produk-produk yang sifatnya exfoliatif (mempercepat regenerasi kulit).

Dan ternyata lokasi tempat tinggal pun turut mempengaruhi proses regenerasi kulit lho. Wah kok bisa ya? Orang yang tinggal di daerah yang panas seperti Gresik, Surabaya proses regenerasi kulitnya lebih lambat daripada orang yang tinggal di daerah berhawa dingin seperti Batu-Malang, Puncak. Itu semua karena pengaruh paparan sinar matahari yang mempengaruhi proses regenerasi kulit. Agar  proses regenerasi kulit berjalan optimal disarankan untuk melakukan perawatan eksfoliasi atau chemical peeling.

Apa itu eksfoliasi?
Eksfoliasi merupakan salah satu treatment atau perawatan pada kulit wajah untuk mengangkat sel-sel kulit mati sehingga kulit lebih sehat, segar dan cantik alami. Bisa juga dikatakan peeling yang tanpa scrub. Perawatan eksfoliasi ini sudah lama dilakukan sejak awal tahun 90-an. Dengan terangkatnya sel-sel kulit mati mampu membantu menyamarkan garis-garis halus pada wajah, menghilangkan jerawat dan wajah terasa lebih kencang.

Namun pernah juga tetangga saya (dan mungkin juga sebagian perempuan) menganggap kalau keseringan melakukan peeling dapat menyebabkan penipisan sel kulit wajah dan kulit bisa mengalami iritasi. Wah, kan saya jadi ragu juga mau melakukan peeling secara rutin.


Manfaat Eksfoliasi
Menurut dr. Inneke Jane, SpKK ada 3 manfaat eksfoliasi yaitu : 
  1. Siklus sel kulit yang bergerak mulai dari pembentukan sel kulit baru hingga mengalami proses degenerasi dan akhirnya menjadi sel kulit mati maka jika tidak dibantu dengan eksfoliasi berakibat sel kulit mati tersebut akan bertahan di permukaan kulit. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka kulit akan terlihat kusam. Produk perawatan kulit wajah pun akan terhalang oleh penumpukan sel-sel kulit mati ini sehingga tidak bisa terserap sempurna. Dengan proses eksfoliasi dapat membantu meremajakan sel kulit baru.
  2. Dapat menipiskan noda atau flek pada wajah sebagai akibat pigmentasi yang tidak merata.
  3. Mencegah jerawat dan menghilangkan komedo. Jerawat merupakan sumbatan pada salah satu kelenjar pada kulit. Sumbatan tersebut harus dilepas, salah satunya dengan cara pengelupasan. Selain itu dengan adanya tumpukan sel kulit mati di permukaan kulit menyebabkan hidrasi kulit menjadi tidak baik karena air tidak bisa masuk ke dalam sel kulit yang masih hidup. Bila hidrasi kulit tidak baik maka kulit akan mudah keriput. 

Untuk melakukan eksfoliasi ini tentunya dibantu oleh produk-produk yang dapat membantu regenerasi kulit dengan aman. Dan akan lebih baik bila proses ini dilakukan sejak dini, disarankan ketika usia mulai beranjak 20 tahun.

Salah satu produk perawatan kulit wajah yang aman dan efektif digunakan setiap hari tanpa efek samping seperti pengelupasan dan kemerahan pada kulit telah hadir di Indonesia. Yes, Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid yang diproduksi oleh Splash Corporation, sebuah perusahaan terkemuka di Filipina ini me-launching produknya di Indonesia.

Maxi-peel Micro-Exfoliant Fluid

Wah, ini berarti kita nggak perlu repot-repot datang ke salon atau klinik kecantikan dong. Bagi wanita yang super sibuk (termasuk ibu rumah tangga ini mah) cocok pula nih. Apalagi wanita yang males untuk datang ke klinik hihihi...


Charmain E. Sales, Brand Manager Personal Care Maxi-Peel menyampaikan bahwa produk yang juga dikenal dengan nama Maxi-Peel Zero ini mengandung Skin Renewal Micro-Exfoliant dan Skin Vitamins yang dapat membantu membersihkan dan mengeksfoliasi sel kulit mati pada lapisan epidermis secara alami tanpa disertai kemerahan pada kulit. Kulit akan terlihat lebih halus dan cerah.


Kalau melihat dari packaging-nya cantik banget dilihatnya, feminin dengan warna pink. Selain itu lengkap pula informasi pada kemasannya. Kandungan BHA Micro-Exfoliant membantu mengecilkan pori-pori wajah. Sedangkan AHA Micro-Exfoliant membantu membersihkan kulit dan menyamarkan bekas jerawat dan flek di wajah. Selain itu, vitamin A, B3, C dan E dalam produk ini dapat membantu mencerahkan kulit.


Informasi tentang ingredient list-nya juga tertulis dengan gamblang disini. Ada Alcohol Denat, Aqua, Niacinamide, Glycolic Acid, Lactic Acid, Salicylic Acid, Glycerin, Caprylic/Capric Triglyceride, Sodium Ascorbate, Tocopherol, Retinol, PEG-40 Hydrogenerated Castor Oil, Fragrance, Tetrahydrodiferuloymethane, Bisabolol, Menthol.    
Ingredient List dan Petunjuk Penggunaan
Petunjuk pemakaiannya pun dijelaskan disana. Karena Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid wujudnya cair seperti toner maka lebih baik menggunakan kapas, seperti yang tertera pada petunjuk yang ada. Bisa juga sih pakai telapak tangan langsung, tapi kalau aku prefer pakai kapas biar tidak ndrewes (meluber) ke tangan. Cukup tuangkan 3-5 tetes pada kapas atau telapak tangan lalu usapkan atau tepuk-tepukkan dengan lembut pada wajah.

Dalam menggunakan produk #MaxiPeel ini biasanya aku bersihkan wajah dulu menggunakan milk cleanser atau facial wash, toner lalu Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid. Digunakan sekali saja dalam sehari pada malam hari sebelum tidur. Selama memakai produk ini, aku tetap melakukan perawatan rutin lainnya yaitu menggunakan skincare yang selama ini aku pakai, mulai dari facial wash, toner, daycream plus sunblock. Untuk night cream, kadang aku pakai kadang juga enggak. Kalau pakai night cream maka pemakaiannya setelah menggunakan produk ini. Enaknya produk ini bisa juga digunakan secara bersamaan dengan produk kosmetik lain asal bukan produk yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Hal ini untuk menjaga agar kulit tidak semakin parah iritasinya.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, produk ini harus dipakai secara terus menerus minimal selama tujuh hari di malam hari menjelang tidur. Untuk hasil terbaik gunakan #MaxiPeel ini selama tiga bulan secara rutin. Tetap gunakan sunblock di pagi dan siang hari untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet.

Yang harus diperhatikan bahwa produk #MaxiPeel ini tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui.


Di bawah kemasannya ada expired date-nya juga lho, sehingga kita nggak perlu was-was dengan masa berlaku produk yang di Indonesia ditangani oleh anak perusahaan Splash yaitu Splash Cahaya ini.

Kemasan dalamnya berupa botol berbahan plastik yang tahan banting pecah. Botolnya yang imut-imut berisi 50 ml ini sangat praktis untuk dibawa kemana-mana. Tutup botol fliptop-nya menjaga agar produk ini tidak mudah tumpah.

Tutup fliptop anti tumpah
Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid ini harganya sangat terjangkau, kurang dari Rp 30.000,- lho... Eits, tunggu dulu, jangan sensi dengan harga produk perawatan yang murah karena harga yang mahal belum tentu menjamin cocok dengan kulit wajah kita. Harga murah tapi kualitas tidak murahan.


Penasaran???

Follow aja instagramnya @maxipeel_id

Mau share pengalaman kalian dalam menggunakan Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid ini? 

Jangan lupa pakai hashtag #Maxipeel dan #MaximumBeauty

10 komentar:

  1. maxi peelnya cantik...
    cocok gak ya..saya juga agak risih sama bekas jerawat dan mungkin pake ini bisa mulus lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dicoba mba, siapa tahu cocok sehingga bisa bilang bye bye bekas jerawat...

      Hapus
  2. mauu.. mba Ren.., wah perawatan dengan biaya yg amat sangat terjangkau, pengen nyobaaa.. semoga cocok ..- maturnuwun infonya mba ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sami-sami mba Mita... semoga tetap mulus dan kinclong di usia 40an ini

      Hapus
  3. Aku dulu termasuk cuek banget sama perawatan. Eh pas ke dokter kulit terus kena tegur katanya aku mulai pigmentasi, sedih. Akhirnya sekarang mulai merajinkan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku sebenarnya ikut perawatan sejak usia 30 an (eh telat yaa...) tapi ya gitu kalo lagi kumat malesnya yo wis wassalam xixixi

      Hapus
  4. Aku termasuk yang cuek perawatan. baru kerasa kalau kulit wajah mulai kusam. Terutama kalau habis bepergian. TFS ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kulit mulai kusam pertanda minta perhatian lebih kulitnya ya mbaa...
      Sama-sama mbaa

      Hapus
  5. Sebetulnya perbedaan lokasi tempat tinggal itu tidak terlampau berpengaruh secara signifikan terhadap paparan sinar matahari sih. Baik Surabaya maupun Batu-Malang sama-sama berada di wilayah equator (khatulistiwa), sehingga paparan sinar mataharinya sama aja.

    Yang berpengaruh itu kalau ada perbedaan garis lintang bumi yang cukup signifikan, misalnya daerah tropis dengan daerah subtropis, contohnya Indonesia dengan Taiwan, atau Indonesia dengan China. Nah, paparan sinar matahari pada kedua lokasi itu jelas berbeda jauh, karena garis lintangnya juga beda, sehingga pengaruhnya untuk menciptakan penuaan pada kulit manusianya juga berbeda.

    Plus lagian, eksfoliasi dengan peeling sebetulnya tidak menipiskan kulit jika tidak terlalu sering dilakukan. Definiai terlalu sering peeling sehingga membahayakan kulit itu adalah lebih dari 1x dalam 1 bulan (untuk peeling dengan AHA 10% di salon), atau lebih dari 1x dalam 1 minggu (untuk peeling dengan AHA 2,5% di rumah).

    BalasHapus
  6. baru kali ini ada produk yang sama dengan perawatan peeeling dan aman diapakai tiap hari. keren, karena saya sering bepergian dan kulit seringnya kepananasan, kumal plus kusam.

    cobain produk ini ah...

    BalasHapus