29 Desember 2018

LIBURAN AKHIR TAHUN 2018 DI JAKARTA-BANDUNG

Liburan akhir tahun ini, sudah kami rencanakan beberapa bulan sebelumnya. Kebetulan adikku yang bekerja sebagai fligth attendant di SAA juga ada waktu libur. Waktu liburnya bulan ini bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak Jadi kami pun merencanakannya bersama. Klop lah. Kami pun sepakat liburan di Jakarta-Bandung.

Mumpung bisa liburan, bapak dan Ibu dari Trenggalek pun liburan ke anak cucunya. Kami tiga bersaudara. Masku yang mbarep kerja di media massa yang berkantor di Palmerah tapi tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan. Fix deh, kita ngumpul-ngumpul liburan ini, karena saat lebaran pun jarang banget bisa ngumpul barengan. Libur kerja yang waktunya kadang tidak bisa kompromi atau adanya acara keluarga besar yang harus dihadiri menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Setelah tanggal dipastikan, pemesanan tiket pun dilakukan melalui salah satu aplikasi online. Sekaligus untuk pergi pulang, mengingat ini musim liburan bisa dipastikan tiketnya pun rebutan. Kami tidak mau resiko nggak kebagian tiket, makanya itu pesannya jauh-jauh hari. Selain itu biar nggak kemahalan harga tiketnya. Kami berangkat naik kereta api dan balik naik pesawat, biar anak-anak mempunyai pengalaman berpergian jauh dengan2 alat transportasi tersebut.

Bagi Athiyah ini pertama kalinya dia ke Jakarta dan Bandung. Tapi bagi kakaknya ini adalah pengalaman keduanya liburan di dua kota ini. Athiyah selalu menunggu saat-saat liburan panjang ini. Masih kurang satu bulan sudah nanyain mulu tiap hari kapan libur panjangnya. Dijelasin juga dia masih belum terlalu paham konsep waktu (sebulan lagi, dua minggu lagi, dan lain-lain). Kami liburan seminggu disana, berangkat tanggal 16 balik tanggal 22 Desember.

Begitu hari terakhir masuk sekolah, malamnya langsung berangkat ke Stasiun Pasar Turi Surabaya. Jadwal kereta Argo Bromo Anggrek yang kami tumpangi berangkat tepat waktu jam 8 malam. Anak-anak pun nampak menikmati naik kereta. Cuma karena perjalanan malam hari, jadi nggak bisa melihat pemandangan di luar selama perjalanan 9 jam ini.

Namun saat tengah malam Athiyah mengeluh capek kakinya karena tidur sambil meringkuk di kursinya. Akhirnya kami pun pindah posisi, suami duduk bersama kakak Kayla, sementara adik ditidurkan selonjoran di sebelah ibu. Athiyah pun lelap tidurnya hingga tiba di Stasiun Gambir pukul 5 pagi.

Tugu Monas pun menyambut kedatangan kami di Jakarta. Suasana pagi yang masih gelap membuat Tugu monas nampak indah dengan lampunya yang berganti-ganti warna. Foto disini pun tidak kami lewatkan, meski semua pada baru bangun tidur sih. Masih rembes wkwkwk... Kirain kami aja yang ndeso, baru ngeliat Tugu Monas dari jauh aja sudah langsung foto-foto. Ternyata ada beberapa kelompok orang yang berfoto-foto juga disini. Yaa kan mumpung di Jakarta. Kalau orang Jakarta mah nggak usah foto sudah bisa lihat Tugu Monas setiap saat. Eh, nggak juga sih, Jakarta kan luas...

Ternyata kami sudah ditunggu adikku yang menjemput kami. Sebelum menuju ke apartemen tempat adikku tinggal, kami ambil mobil dulu di Bandara Sutta. Alhamdulillah, ada teman adikku yang meminjamkan mobilnya untuk kami sehingga wara-wiri kemana-mana lebih gampang.

Dari bandara kami langsung ke apartemen Green Bay Pluit, istirahat, mandi dan makan. Kami ingin memaksimalkan waktu liburan yang hanya seminggu ini untuk bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di Jakarta dan Bandung. Kami pun menyusun itinerary wisata, termasuk meluangkan waktu kumpul-kumpul bersama keluarga di Pamulang dan menginap disana. Selain itu juga menyempatkan silaturahmi ke sepupu yang tinggal di Bintaro.

TUGU MONUMEN NASIONAL


Belum sah rasanya kalau ke Jakarta belum mengunjungi Tugu Monas yang memiliki tinggi 132 meter ini. Ini sih berlaku bagi yang jarang-jarang banget ke jakarta hihihi... Belum sah rasanya kalau ke Jakarta belum mengunjungi Tugu Monas yang memiliki tinggi 132 meter ini. Ini sih berlaku bagi yang jarang-jarang banget ke jakarta hihihi... Aku sama suami pernah kesini juga, tapi duluuu banget waktu suami masih dinas di Jakarta, tepatnya setelah kami menikah di tahun 2014. Wih, 14 tahun yang lalu hahaha...

Karena sudah masanya liburan, pengunjung pun ramai banget. Sayangnya saat itu kami belum bisa naik sampai puncak Monas karena tiket untuk naik ke atas sudah ditutup untuk jam itu dan baru dibuka lagi pukul 17.30. Akhirnya kami pun hanya membeli tiket sampai cawan saja. Tiketnya murmer, anak-anak Rp 2.000,- mahasiswa Rp 3.000, dewasa/umum Rp 5.000,-

Angin yang bertiup di sore itu itu menemani kami menikmati pemandangan di berbagai penjuru kota. Tak lupa kami melihat Museum Sejarah Nasional Indonesia yang berada di kaki monumen. Meski berjubel dengan pengunjung lain, kami melihat diorama sejarah Indonesia di dalam museum.

Di halaman luar pada tiap sudut terdapat relief yang mendeskripsikan sejarah Indonesia mulai dari kejayaan Nusantara di masa lalu, masa penjajahan Belanda dan Jepang hingga Indonesia merdeka. Ada pula relief yang menggambarkan tentang berbagai pembangunan di negeri ini.

Setelah turun dari Monas kami sempat belanja untuk oleh-oleh kaos buat para keponakan, dan makan di foodcourt-nya. Kami juga mencicipi kerak telor yang khas itu.

MASJID ISTIQLAL




Setelah dari Monas, kami sholat maghrib di masjid yang menjadi salah satu magnet wisata religi di Jakarta ini. Masjid dengan arsitektur Islam modern ini dapat menampung hingga 200 ribu jamaah. Bangunan masjid didominasi oleh batuan marmer, baik pada tiang, lantai, dinding dan tangga. Tempat wudhu wanita agak jauh jalannya dari pintu masuk.


Menjelang sholat Isya’ petugas pun mengingatkan para pengunjung yang masih ada di tempat sholat untuk mempersiapkan sholat. Bagi yang tidak ikut jamaah diminta mundur ke belakang. Disiplin banget dan tegas nadanya, sampai jiper sayanya.


Dari masjid Istiqlal, kami langsung menuju Pamulang ke rumah kakak. Kami menginap disana dan paginya kami berangkat ke Bandung. Cerita liburan di Bandung akan aku tulis di blogpost berikutnya.

TAMAN MINI INDONESIA INDAH



Hari ketiga, kami berangkat ke TMII setelah sholat Dhuhur. Kesiangan banget kan. Soalnya badan masih terasa capek dan ngantuk masih melanda setelah dari Bandung. Maklum sih karena kami tiba di Jakarta sudah jam 3 dinihari. Perjalanan macet karena ada pemasangan gardan tol. Jadi setelah Subuh semua pada tidur lagi deh.

Rencananya sih ke TMII nya agak pagian biar puas-puasin keliling wahana disana. Tapi kami nggak mau memaksakan diri saat badan masih lelah. Liburan kan harus dinikmati, begitu kata suami. Nggak usah terburu-buru, kan kita nggak ikut travel agent yang ada jadwal tetapnya. So, let’s enjoy the holiday... Emang sih yaa kalau terlalu santai juga resikonya bisa jadi ada beberapa destinasi yang sudah direncanakan bakalan skip karena waktunya yang nggak nutut.

Sampai di TMII langit mendung gelap, dan tidak lama kemudian gerimis pun turun. Kami memutuskan naik mobil TMII dengan membayar Rp 10.000,- per orang untuk dua kali naik. Kenapa nggak pakai mobil sendiri saja? Ceritanya kami bagi waktu dengan suami yang janji ketemuan sama teman-temannya. Agar efisien, kami keliling TMII dan suamiku bertemu dengan teman-temannya. Namun baru saja kami turun di anjungan Sumatera Barat hujan turun sangat lebat disertai petir yang menyambar-nyambar. Namun hujan turun tidak terlalu lama sehingga kami masih bisa melanjutkan berkeliling di TMII.

Di hari keempat, kami menikmati hari di Seaworld, naik gondola di Ancol.


Kemudian kami melanjutkan menikmati sore hari di Kota Tua.

Hari kelima, rencananya mau ngajak anak-anak ke Kidzania, tapi karena sesuatu hal kami pun membatalkannya. Kami pun menuju Pamulang di rumah kakak. Kami berkumpul bersama disana. Menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta.



12 Desember 2018

GRESS MALL GKB GRESIK

doc. jpnn.com

Kabar gembira bagi warga Gresik dan sekitarnya, besok hari Jumat tanggal 14 Desember 2018 akan dilaunching Gress Mall (Gresik Supermall). Mall ini berlokasi di komplek Gresik Kota Baru Jalan Sumatra Kecamatan Kebomas. Cuma lima menit aja dari rumah sudah bisa jalan-jalan ke mall ini :)

Ini adalah mall kedua di kota santri ini setelah Icon Mall. Dengan hadirnya Gress Mall ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan membuka peluang bagi para bisnisman untuk mengembangkan bisnisnya. Di mall ini juga disediakan stand khusus bagi UKM. Tentunya ini memiliki dampak yang signifikan bagi terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Gress Mall dibangun oleh PT DGU (Dharma Graha Utama. Dalam area yang sama juga dibangun hotel bertaraf internasional yaitu Aston Inn Hotel Gresik. Kedua bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektar dengan total luas lahan 2,67 hektar.