15 Agustus 2020

Pengalaman Mengurus Perpanjangan SIM Di Era Pandemi

Pada hari Kamis, 13 Agustus 2020 aku akan bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang lahir di tanggal yang sama denganku.

Emang mau ngapain? Ngerayain ulang tahun?

Hahaha...enggaklah...

Tanggal yang selalu aku ingat bukan untuk hal yang berhubungan dengan ulang tahun tapi hal yang berkaitan dengan mengurus perpanjangan SIM hahaha... Tahu sendiri kan, telat sehari saja alamat harus bikin SIM baru, iya kaan... lebih ribet urusannya, belum lagi tes prakteknya yang uhuii banget itu (ketahuan kalau nggak lihai naik motornya #ups)

Hari itu aku sedang mengurus perpanjangan SIM C ku di Kantor Satlantas Gresik. Sebelumnya aku pernah sekilas mendengar cerita beberapa teman kerjaku yang telah mengurus perpanjangan SIM di era pandemi ini.

Ada dua orang teman yang lebih dulu mengurusnya.Aku pun mencari informasi lebih lanjut kepada kedua temanku itu agar nantinya aku lebih siap saat proses perpanjangan SIM. Selain itu, bisa menyiapkan berbagai antisipasi dari kemungkinan antri panjang mengingat ini masih masa pandemi yang tentunya ada perbedaan dari sebelumnya.

Saat itu sebenarnya adalah jadwalku Work From Office, karena mendesak aku ijin untuk datang terlambat setelah proses mengurus SIM selesai.

Ternyata kedua teman saya itu mempunyai cerita yang berbeda. Bisa dimaklumi sih, karena tentu pihak Satlantas juga mencari cara yang efektif agar kerumunan masa bisa dibatasi.

Dari teman yang pertama (mengurus perpanjangan SIM bulan Juni 2020). Waktu itu beliau datang sekitar jam setengah delapan pagi dan diminta antri di luar karena yang datang sudah banyak banget. Mereka pun diminta antri di luar, dan masuk bertahap agar di dalam tidak berjubel. Saat itu syarat perpanjangan SIM hanya perlu foto copy KTP dan foto copy SIM lama, tanpa surat kesehatan dan tanpa surat hasil pemeriksaan psikologi. 

Saat itu teman saya mengatakan bahwa peraturan yang baru bisa jadi sudah berbeda. Saat itu yang bisa mengurus SIM hanya orang yang masa berlaku SIM-nya habis di tanggal dan bulan saat itu. Dan itu artinya orang-orang yang tanggal lahirnya sama. Namun bila hari itu ternyata membludag yang datang bisa dilayani hari berikutnya. Kurang tahu juga sehari dibatasi berapa orang.

Cerita berbeda aku dapatkan dari temanku yang kedua. Beliau mengurus perpanjangan SIM pada pertengahan bulan Juli. Dalam ceritanya dia menyebutkan bahwa antriannya sangat panjang. Beliau datang jam 5.30 saja sudah dapat nomer antrian 86. Beliau menyarankan agar saya berangkat lebih pagi dari itu utnuk menghindari antrian yang semakin panjang. Bahkan katanya ada yang sudah antri stelah sholat Subuh. Whaaattt...??

Syarat yang harus dibawa adalah surat keterangan sehat, foto copy KTP dan foto copy SIM lama, tanpa surat keterangan hasil pemeriksaan psikologis.

Beliau sempat menyarankan agar saya datang mengantri setelah sholat Subuh. Pesannya jangan lupa bawa koran barangkali untuk lesehan saat menunggu antrian. Haah, masak sampai segitunya yaa...

Hari H pun tiba...

Sejak semalam sudah aku persiapkan foto copy KTP dan SIM lama serta Surat Kesehatan dari Puskesmas Sukomulyo yang telah aku urus pada hari sebelumnya, tepatnya hari Senin, 10 Agustus 2020.

Sebelum Subuh menu untuk hari ini sudah siap, sudah dicicil tadi malam potong-potong sayurnya. Piring-piring pun sudah bersih, dapur sudah beres, berharap setelah selesai sholat Subuh tepat bisa langsung berangkat agar dapat antrian awal.

Tapi namanya juga emak-emak rempong, ada saja yang dicandak, hingga jam 5.20 baru bisa berangkat. Tak lupa aku bawa koran bekas, air mineral, roti, permen, hand sanitizer serta buku yang berjudul "Menjadi Orangtua Bijaksana". Siapa tahu di sela-sela ngantri bisa baca buku antologi pertamaku bersama para insan pendidik di Jawa Timur yang tergabung dalam Tim Rumah Menulis Al Qalam di bawah pimpinan Bapak Drs. Najib Sulhan, MA.

foto

Berangkat di Pagi Buta Agar Tidak Antri Panjang

Kupacu sepeda motorku menuju kantor Satlantas Polres Gresik di Jalan Randuagung No. 1 Setingi, Randuagung, Kecamatan Kebomas. Tidak sampai 10 menit aku pun sudah tiba di lokasi. Dalam bayanganku antrian sudah mengular, tapi ternyata suasana masih sangat sepi. 

Aku pun langsung menuju ke tempat parkir yang berjarak sekitar 15 meter dari kantor Satlantas. Di sana pun masih sangat sepi, pagar pun masih tertutup rapat. Ada petugas kebersihan yang sedang menyapu di pinggir jalanan paving sekitar lokasi parkir. Ada beberapa pedagang kaki lima yang sedang menyiapkan jualannya. 

Karena masih sepi kuputar balik sepedaku menuju kantor Satlantas untuk mencari informasi disana. Aku parkir sepeda motorku di dekat situ dan aku pun bergegas menemui 3 orang bapak yang sedang berada di dalam pagar. Saya nggak tahu juga mereka siapa. Mungkin saka yang menjaga tempat itu atau tukang bersih-bersih. Aku pun bertanya kepada mereka jam berapa antrian dan loket dibuka.

Dari keterangan bapak itu aku memperoleh informasi bahwa proses pengurusan SIM sudah normal seperti biasa. Loket dibuka pukul 08.00  dan antrian dibuka pukul 07.00 wib. Katanya nanti pemohon SIM akan disuruh antri di luar pagar.

Awalnya aku masih belum percaya banget dengan mereka, apalagi aku nggak tahu siapa mereka, apakah mereka pegawai disini atau bukan. 

Karena masih ragu aku pun menunggu di atas jok sepeda motorku, sambil menunggu barangkali ada orang yang datang mengantri juga. Sepuluh menit aku menunggu eh yang ditunggu nggak datang-datang (apaan sih...)

Terlihat dari jauh datang dua orang perempuan yang kemudian menuju warung baksonya untuk siap-siap membuka warungnya pagi ini. Setelah beberapa saat, aku pun berusaha mencari "second opinion"  tentang pengurusan SIM di Satlantas Polres Gresik.

Ibu pemilik warung pun memberikan informasi yang sama dengan yang disampaikan bapak-bapak tadi. Jam masih menunjukkan pukul 5.50 wib. Aku pun pulang ke rumah karena masih lumayan lama nunggunya kalau antrian buka jam 07.00.


Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar