15 Januari 2021

ALAT UNGKAP PEMAHAMAN DIRI

PEMAHAMAN DIRI

Pemahaman diri merupakan suatu keadaan di mana seseorang dapat secara mandiri mengenal berbagai aspek mengenai dirinya dengan jelas, nalar, dan logis. Namun, tidak setiap orang mampu untuk mengenal dengan baik berbagai aspek dalam dirinya. 

Siswa yang dapat memahami diri memiliki peluang lebih besar dalam meraih cita-cita dari pada siswa yang belum mengenal dengan baik akan dirinya. Mereka yang memahami diri tentunya telah memahami potensi, kemampuan, minat, kepribadian, dan nilai-nilai serta sikap. 

Pemahaman terhadap diri termasuk kemampuan memahami kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan yang ada dalam diri. Kekuatan merupakan seperangkat kemampuan yang gambaran diri seseorang berupa keunggulan/kehebatan diri, sedangkan kelemahan meliputi keterbatasan yang dimiliki seseorang yang dapat menghambat upaya meraih cita-cita.

Mereka yang memahami dirinya memiliki arah dan tujuan hidup yang realistis. Mereka memiliki cita-cita yang sesuai dengan potensi dirinya.

Ketika seseorang mengetahui kondisi dan gambaran tentang dirinya maka dia akan dapat menjalani hidupnya dengan nyaman. Mereka juga memiliki rasa percaya diri yang kuat karena sudah memiliki pandangan diri yang jelas.

Berbagai data dan keterangan diperlukan dalam upaya pemahaman diri . Untuk memperolehnya diperlukan alat bantu instrumen tertentu. Instrumen yang digunakan adalah ALAT UNGKAP PEMAHAMAN DIRI.

Berikut ini 40 sifat yang terdapat dalam Alat Ungkap Pemahaman Diri

Menolong orang lain yang mengalami kesulitan
Mengerjakan tugas tepat pada waktunya
Mengerjakan kegiatan yang rumit

Mengerjakan kegiatan secara terencana
Mudah dipengaruhi orang lain
Teguh pada pendapat sendiri (teguh pendirian)
Gugup ketika bergaul dengan orang baru
Sulit mengendalikan diri
Mudah menyesuaikan diri
Merasa cemas bila menghadapi situasi baru
Mudah marah
Bingung menentukan pilihan
Pendendam
Mudah tersinggung
Tidak panik oleh situasi baru
Bekerjasama dengan orang lain
Tegang berada dalam kerumunan orang banyak
Tidak percaya diri
Senang bekerja dalam kelompok
Mengambil keputusan tanpa batuan orang lain
Mudah mengatur orang lain
Yakin akan kemampuan sendiri
Mudah mempengaruhi orang lain

Senang memimpin
Ramah dalam bergaul
Bergaul dengan orang tertentu
Berteman dengan banyak orang
Sulit berkomunikasi
Menarik diri/tidak suka berteman
Senang bergaul dengan lawan jenis
Kerja keras
Mengerjakan tugas sampai tuntas
Dapat dipercaya
Pantang menyerah
Cermat dalam bertindak
Bertanggung jawab
Teliti dalam bekerja
Tekun dalam bekerja
Bekerja sesuai dengan rencana
Konsentrasi dalam bekerja


PEDOMAN PENSKORAN ALAT UNGKAP PEMAHAMAN DIRI

1. Jumlah pernyataan sifat dalam Alat Ungkap Pemahaman Diri ini sebanyak 40 item.

2. Skor maksimum adalah 80

    Setiap tanda cek pada kolom SL diberi skor 2, 

    Setiap tanda cek pada kolom KD diberi skor 1, dan

    Setiap tanda cek pada kolom TP diberi skor 0. 

3. Jumlahkan semua skor yang kalian dapatkan.

12 Januari 2021

ALAT UNGKAP PEMINATAN

Peminatan merupakan program kurikuler salah satu bagian dari upaya implementasi Kurikulum 2013, yang ditujukan untuk membantu mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik. Peminatan perlu dikenalkan sejak dini, bertahap, dan berkesinambungan melalui bimbingan dan konseling agar peserta didik dapat merencanakan masa depannya sendiri, tidak mengalami hambatan dan kesulitan dalam memilih jurusan dan kelanjutan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya setelah lulus SMP.


Pengertian Minat dan Peminatan

Pengertian Minat

Minat adalah kecenderungan seseorang untuk menyukai objek-objek atau kegiatan-kegiatan yang membutuhkan perhatian dan menghasilkan kepuasan.

Minat berhubungan erat dengan motivasi. Para ahli psikologi menyebutkan bahwa minat merupakan aspek penting dari motivasi yang mempengaruhi perhatian, belajar, berpikir, dan berprestasi.

Setiap minat memuaskan suatu kebutuhan dalam kehidupan, walaupun kebutuhan ini mungkin tidak segera tampak bagi orang dewasa. Semakin kuat suatu kebutuhan, semakin kuat dan bertahan minat yang menyertainya. Selanjutnya, semakin sering minat diekspresikan dalam kegiatan, semakin kuatlah minat tersebut. Sebaliknya, minat akan padam bila tidak disalurkan.

Minat seseorang dapat diungkap melalui ekspresi, manifestasi, tes, dan inventarisasi. Ekspresi minat merupakan suatu pernyataan verbal seseorang berupa menyukai atau tidak rnenyukai suatu benda, kegiatan, tugas, atau pekerjaan.

Inventarisasi merupakan pengukuran minat yang diperoleh melalui kuesioner yang berisi pilihan atau preferensi daftar-daftar kegiatan atau pekerjaan. Dari pilihan pekerjaan pada setiap pernyataan menghasilkan skor yang mencerminkan pola minat.


Salah satu instrumen untuk mengukur minat  diberi nama Alat Ungkap Peminatan bagi peserta didik SMP. Instrumen ini  digunakan untuk mengungkap keinginan atau kadar kesukaan peserta didik  SMP terhadap 13 objek peminatan yang mengacu pada kegiatan  kelompok mata pelajaran yang ada pada satuan pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK). 


Instrumen berbentuk kuesioner berupa daftar cek dengan model pilihan paksa (force choice) ya/tidak. 


Berikut ini objek pilihan minat pada Alat Ungkap Peminatan

A. Minat Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

B. Minat Ilmu Pengetahuan Sosial

C. Minat Bahasa dan Budaya

D. Minat Keagamaan

E. Minat Teknologi dan Rekayasa

F. Minat Teknologi dan Komunikasi

G. Minat Kesehatan

H. Minat Agrobisnis dan Agroteknologi

I. Minat Perikanan dan Kelautan

J. Minat Bisnis dan Manajemen

K. Minat Pariwisata

L. Minat Seni dan Kekriyaan

M. Minat Seni Pertunjukan

N. Bakat Keolahragaan 


PENYEKORAN PADA ALAT UNGKAP PEMINATAN

     Berikut adalah langkah–langkah penyekoran dan penafsiran untuk membantu mempermudah pengadministrasian setelah kegiatan pengungkapan minat peserta didik SMP.

1.    Pemberian Skor

Pemberian skor, meliputi kegiatan sebagai berikut:

a.   Setiap jawaban YA diberi skor 1 dan jawaban TIDAK diberi skor 0.

b.   Menghitung jawaban YA pada setiap kelompok bidang minat sehingga akan diperoleh skor untuk setiap bidang (objek pilihan minat).

c.   Untuk menyamakan skor (mempermudah menafsirkan/membandingkan skor pada setiap aspek minat), ubahlah skor tersebut ke dalam prosen dengan cara membagi banyaknya jawaban YA pada setiap kelompok dengan jumlah item pada setiap bagian dikalikan dengan 100.

d.  Untuk memperoleh urutan minat,  bandingkan angka prosen pada satu bagian dengan prosen pada bagian lain.  

 

PENAFSIRAN PADA ALAT UNGKAP PEMINATAN

a.  Ketika peserta didik berada di akhir kelas IX, diperlukan perankingan minat untuk keperluan rekomendasi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

b. Setelah guru bimbingan dan konseling atau konselor memperoleh hasil skor, prosentase, dan urutan pilihan peminatan peserta didik, selanjutnya guru bimbingan dan konseling atau konselor menafsirkan data tersebut untuk kemudian memberikan rekomendasi pada format yang telah tersedia. Kualifikasi bidang peminatan peserta didik yang digunakan untuk data rekomendasi peminatan berdasarkan rentang persentase sebagai berikut : 0% - 35% tingkat kualifikasi RENDAH, 36% – 70% kualifikasi SEDANG, dan 71% - 100%  kualifikasi TINGGI.

c.  Keputusan akhir untuk memilih kelompok mata pelajaran dan/atau studi lanjut diserahkan kepada peserta didik.


Sumber Materi : Pedoman Peminatan Pada SMP, Kemendikbud Dirjen Pendidikan Dasar Tahun 2017