12 Januari 2021

ALAT UNGKAP PEMINATAN

Peminatan merupakan program kurikuler salah satu bagian dari upaya implementasi Kurikulum 2013, yang ditujukan untuk membantu mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik. Peminatan perlu dikenalkan sejak dini, bertahap, dan berkesinambungan melalui bimbingan dan konseling agar peserta didik dapat merencanakan masa depannya sendiri, tidak mengalami hambatan dan kesulitan dalam memilih jurusan dan kelanjutan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya setelah lulus SMP.


Pengertian Minat dan Peminatan

Pengertian Minat

Minat adalah kecenderungan seseorang untuk menyukai objek-objek atau kegiatan-kegiatan yang membutuhkan perhatian dan menghasilkan kepuasan.

Minat berhubungan erat dengan motivasi. Para ahli psikologi menyebutkan bahwa minat merupakan aspek penting dari motivasi yang mempengaruhi perhatian, belajar, berpikir, dan berprestasi.

Setiap minat memuaskan suatu kebutuhan dalam kehidupan, walaupun kebutuhan ini mungkin tidak segera tampak bagi orang dewasa. Semakin kuat suatu kebutuhan, semakin kuat dan bertahan minat yang menyertainya. Selanjutnya, semakin sering minat diekspresikan dalam kegiatan, semakin kuatlah minat tersebut. Sebaliknya, minat akan padam bila tidak disalurkan.

Minat seseorang dapat diungkap melalui ekspresi, manifestasi, tes, dan inventarisasi. Ekspresi minat merupakan suatu pernyataan verbal seseorang berupa menyukai atau tidak rnenyukai suatu benda, kegiatan, tugas, atau pekerjaan.

Inventarisasi merupakan pengukuran minat yang diperoleh melalui kuesioner yang berisi pilihan atau preferensi daftar-daftar kegiatan atau pekerjaan. Dari pilihan pekerjaan pada setiap pernyataan menghasilkan skor yang mencerminkan pola minat.


Salah satu instrumen untuk mengukur minat  diberi nama Alat Ungkap Peminatan bagi peserta didik SMP. Instrumen ini  digunakan untuk mengungkap keinginan atau kadar kesukaan peserta didik  SMP terhadap 13 objek peminatan yang mengacu pada kegiatan  kelompok mata pelajaran yang ada pada satuan pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK). 


Instrumen berbentuk kuesioner berupa daftar cek dengan model pilihan paksa (force choice) ya/tidak. 


Berikut ini objek pilihan minat pada Alat Ungkap Peminatan

A. Minat Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

B. Minat Ilmu Pengetahuan Sosial

C. Minat Bahasa dan Budaya

D. Minat Keagamaan

E. Minat Teknologi dan Rekayasa

F. Minat Teknologi dan Komunikasi

G. Minat Kesehatan

H. Minat Agrobisnis dan Agroteknologi

I. Minat Perikanan dan Kelautan

J. Minat Bisnis dan Manajemen

K. Minat Pariwisata

L. Minat Seni dan Kekriyaan

M. Minat Seni Pertunjukan

N. Bakat Keolahragaan 


PENYEKORAN PADA ALAT UNGKAP PEMINATAN

     Berikut adalah langkah–langkah penyekoran dan penafsiran untuk membantu mempermudah pengadministrasian setelah kegiatan pengungkapan minat peserta didik SMP.

1.    Pemberian Skor

Pemberian skor, meliputi kegiatan sebagai berikut:

a.   Setiap jawaban YA diberi skor 1 dan jawaban TIDAK diberi skor 0.

b.   Menghitung jawaban YA pada setiap kelompok bidang minat sehingga akan diperoleh skor untuk setiap bidang (objek pilihan minat).

c.   Untuk menyamakan skor (mempermudah menafsirkan/membandingkan skor pada setiap aspek minat), ubahlah skor tersebut ke dalam prosen dengan cara membagi banyaknya jawaban YA pada setiap kelompok dengan jumlah item pada setiap bagian dikalikan dengan 100.

d.  Untuk memperoleh urutan minat,  bandingkan angka prosen pada satu bagian dengan prosen pada bagian lain.  

 

PENAFSIRAN PADA ALAT UNGKAP PEMINATAN

a.  Ketika peserta didik berada di akhir kelas IX, diperlukan perankingan minat untuk keperluan rekomendasi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

b. Setelah guru bimbingan dan konseling atau konselor memperoleh hasil skor, prosentase, dan urutan pilihan peminatan peserta didik, selanjutnya guru bimbingan dan konseling atau konselor menafsirkan data tersebut untuk kemudian memberikan rekomendasi pada format yang telah tersedia. Kualifikasi bidang peminatan peserta didik yang digunakan untuk data rekomendasi peminatan berdasarkan rentang persentase sebagai berikut : 0% - 35% tingkat kualifikasi RENDAH, 36% – 70% kualifikasi SEDANG, dan 71% - 100%  kualifikasi TINGGI.

c.  Keputusan akhir untuk memilih kelompok mata pelajaran dan/atau studi lanjut diserahkan kepada peserta didik.


Sumber Materi : Pedoman Peminatan Pada SMP, Kemendikbud Dirjen Pendidikan Dasar Tahun 2017







Tidak ada komentar:

Posting Komentar