17 Februari 2021

REMAJA YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA


Remaja berada pada usia puber yang disebut "akil baligh" artinya akal yang sudah sempurna. Itu artinya seorang remaja sudah dapat membedakan hal yang baik dan hal yang buruk, dapat membedakan hal yang harus dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan. 

Di dalam agama islam pada usia ini seorang remaja harus melaksanakan perintah-perintah yang diwajibkan dalam agama, serta menjauhi segala larangan-larangan yang mengakibatkan perbuatan dosa. Kewajiban melaksanakan perintah-perintah agama dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.


A. BERTAQWA

Bertaqwa adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Contoh menjalakan perintahnya: menjalankan sholat lima waktu, berkata jujur, menjalakan puasa wajib dalam bulan romadhon.

Contoh menjauhi larangannya: tidak boleh minum-minuman keras, mencuri, memalak dan narkoba, berjudi, menipu dan berbohong serta berani sama orang tua.


B. SABAR

Sabar termasuk sikap terpuji yang menjadi sumber dari segala keberhasilan. Sabar bukan berarti meninggalkan usaha. Sabar harus disertai dengan usaha sesuai tenaga menurut kemampuan diri. Sabar merupakan suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.[1] Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.


C. IKHTIAR

Ikhtiar berarti melakukan sesuatu dengan segenap daya dan upaya untuk menggapai sesuatu yang diinginkan. Ikhtiar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati dan semaksikmal mungkin tapi juga tak lepas dari seberapa besar kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya. 

Apabila gagal dalam suatu usaha, kita dianjurkan untuk bersabar karena orang yang sabar tidak akan gelisah dan berkeluh kesah atau berputus asa. 

D. TAWAKAL

Tawakal adalah berserah diri kepada Tuhan dengan cara mendekatkan diri pada-Nya setelah berikhtiar sekuat tenaga dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Yang terjadi biarlah terjadi karena itu merupakan kehendak Tuhan yang harus di terima dan di jalani dengan lapang dada.

Tawakal sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena akan membiasakan perilaku terpuji, jika mendapatkan keberhasilan senantiasa bersyukur dan tidak sombong, begitu pula sebaliknya. Jika mengalami kegagalan senantiasa bersabar dan berlapang dada. Ia tidak berputus asa dan tidak menyalahkan orang lain, tidak larut dalam kesedihan serta berusaha meningkatkan usahanya agar dapat meraih keberhasilan.



Sumber : Bimbingan Konseling untuk SMP/MTs

16 Februari 2021

NILAI DAN CARA BERTINGKAH LAKU DALAM BEKERJA

A. NILAI-NILAI SOSIAL 


Manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial (makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain). Manusia sebagai makhluk individu mempunyai ciri-ciri tersendiri dan tidak ada yang sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Setiap manusia mempunyai pandangan atau pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang menciptakan dinamika kehidupan, sehingga hidup akan menjadi lebih menarik. 

Setiap manusia memang berbeda-beda akan tetapi rasa ketergantungan antara yang satu dengan dengan yang lain tetap ada. Di sinilah munculnya nilai-nilai kehidupan, atau norma-norma dan batasan-batasan dalam kehidupan. Semakin banyak batasan-batasan atau nilai-nilai kehidupan yang kita ketahui, akan bermanfaat bagi kita untuk menentukan sikap. 

Dalam setiap lingkungan, selalu terdapat tatanan nilai yang dijunjung tinggi dan dipatuhi oleh warganya.Tatanan nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat ini bisa muncul dengan sendirinya tetapi bisa juga atas kesepakatan antarwarga, yang bertujuan agar tidak terjadi konflik atau pertentangan.